
pov yusuf
saat aku menyambangi kantor menantuku,untuk menyerahkan laporan keuangan dari proyek yang disemarang,aku mendengar teriakan seorang wanita,yang kudengar dari ruangan menantuku ini
sebanarnya selain untuk memyerahkan laporan,aku juga ingin mengajaknya untuk makan malam,karna ratna sudah sangat merindukan putri nakalnya itu
semenjak resa ikut arka,dia memang jarang pulang kerumah,aku dan ratna mencoba memakluminya,karna bagaimanapun dia ikut suaminya,dan memang harus patuh pada suaminya
tapi semenjak aku mendapati dia di jam setengah sepuluh duduk seorang diri ditaman apartemennya sambil makan,aku sedikit curiga padanya,walaupun dia mengatakan baik baik saja,mana ada baik baik saja,tapi matanya sembab,mana ada baik baik saja,tapi dia baru makan dijam segitu,diluar pula
tapi aku tidak punya hak memaksa,dia memang dekat denganku,tapi soal rumah tangga,akan kutunggu dia bercerita sendiri
sangat tidak baik menurutku,jika aku ikut berkomentar,yang ada hanya akan mempekeruh suasana
kulihat diluar sudah banyak karyawan yang sedang menguping di dalam ruangan menantuku ini,teriakan dan suara wanita itu sangat aku kenal,tapi entah siapa...
aku yang sudah panik,langsung kudobrak pintu ruangan itu,dan terpampanglah pemandangan yang menjijikkan didepan mataku,dimana arka sedang menyatu dengan jeni,dengan sabuk ditangan kanannya,astagfirullah....
berulang kali aku istighfar,berulang kali aku menghirup nafas dalam dalam dan kukeluarkan dengan kasar
ini bahkan baru kemarin aku mengatakan pada arka,bahwa jeni adalah ibu kandungnya,tapi apa ini...? jika itu orang lain mungkin masih bisa diterima dinalar,tapi jeni adalah orang yang melahirkannya,bagaimana bisa dia menyetubuhinya...astaghfirullah ya allah...
manusia seperti apa menantuku ini?
kelakuannya tidak lebih dari binantang
setelah aku berhasil mengontrol emosiku didalam dada,baru kubertanya dia,tapi tak kutunggu jawabannya....
aku bahkan sudah menebak,hanya akan ada alasan saja yang kudengar,bukti nyata ada didepan mata
oh putriku,maafkan ayahmu ini
ayah salah menilai laki laki
__ADS_1
ayah salah memberikanmu padanya
ayah salah padamu
"ayah tunggu dirumah"
dia bahkan masih tak bergeming,walau karyawan semua menontonnya,bahkan tidak sedikit dari mereka merekam aksinya,
setelah aku bersuara,baru dia melepaskan diri dari jeni,tapi jeni tetaplah jeni,dia tidak punya malu,dia bahkan biasa saja,aku tidak terlalu terkejut,karna aku sudah mengenalnya sejak lama,bahkan yang kutau,dia rela menjadi istri simpanan dari bandar narkoba untuk gaya hidupnya dan untuk biaya operasi plastiknya
walau dia sudah operasi plastik dan mengganti wajahnya menjadi kekorean,tentu saja aku masih mengenalinya,dia masih terus datang pada hamka,setelah hamka sukses,dengan mengancam akan mengambil arka,hingga mau tidak mau,hamka masih terus mengglontorkan uang yang tidak sedikit untuk jeni,tapi anehnya dia tidak mengenal arka,apa selama ini,dia hanya mengancam saja? tapi tidak tau bagaimana wajah arka
ya mungkin seperti itu
aku segera membelokkan kakiku untuk keluar dari perusahaan ini,sebenarnya arka sangatlah pandai,dia bahkan baru beberapa bulan menjadi direktur,tapi dia sukses memenangkan tander yang besar
tapi kurasa darah jeni mendominan dengan darahnya,karna kelakuan dia sebelas dua belas dengan ibu kandungnya
akupun segera duduk setelah mandi dan berganti baju santai,kulihat hamka masih mengenakan kemeja dan jasnya,mungkin dia belum sempat pulang,karna biasanya dia memang pulang malam,tanggung jawabnya tidak main main,mengurus dua perusahanaan besar,beruntung adiknya sekarang mau membantu,jadi dia tidak terlalu kualahan memimpinnya
akupun segera menceritakan semua yang kulihat dikantor arka hari ini,dan aku sudah membuat keputusan,bahwa arka harus segera menceraikan resa,mau tidak mau harus mau,aku tidak mau anakku hidup dengan laki laki seperti dia,hamka yang terkejutpun hanya bisa menunduk,mungkin dia merasa bersalah,walau dia tau arka bukan anak kandungnya,tapi dialah yabg merawat arka dari bayi
tak lama arkapun datang,dan dengan sedikit paksaan dia menjatuhkan talak tiga sekaligus pada putriku resa
keesokan harinya,rumah ini sudah seperti dulu lagi,teriakan ratna yang membangunkan resa,dan datang juga rendi yang numpang sarapan,mereka asik berebut makanan,padahal ayam goreng juga sepiring,tapi entahlah mereka seperti itu sejak dulu,ratna juga sudah kubilang,jika masak sayap,maka sayap semua jangan dicampur campur,apalagi rendi sering datang untuk sarapan,karna ayahnya yang memang tidak suka sarapan berat,jadi hanya menyajikan roti dan kopi,tapi rendi yang sejak kecil makan disini,menjadi seperti kami,yang selalu makan nasi dipagi hari,dia tidak mengeluhkan apapun,yang penting ada nasi,lauk apapun masuk
jadilah ibunya hanya akan menyiapkan bekal untuk sekolah,walaupun ibunya masak,rendi selalu menolak,karna tidak mau makan sendiri,entah bagaimana dia selama resa dirumah arka,karna dia tidak kelihatan batang hidungnya,rendi sudah seperti anakku,begitupun resa disana,bahkan setiap ada acara keluarga anak anak itu tidak akan absen
ting....
hamka
(gue mau bicara pada loe nanti sore gue kesana)
__ADS_1
"ok"
karna tanggal merah memang kami libur,tapi resa dan rendi bertelur dikamar,bahkan anak anak itu tidak keluar kamar sejak selesai sarapan tadi,mereka hanya akan keluar kamar jika mengambil minum dan makanan ringan saja
"yah...aku mau pulang,siresa tidur dia,katakan pada ibu aku nggak makan disini nanti malam,aku mau nongkrong ma temen" dia berjalan sambil menenteng uang yang tidak sedikit
"itu uang buat apa?"
"ini tabungan resa yah,nanti mau aku gabungan dengan tabunganku,kami mau qurban sapi nanti"
inilah anak anakku,suka sekali menabung,bahkan jika menginginkan sesuatu,mereka akan menabung dulu,bahkan motor yang mereka pakai,itu hasil tabungan mereka dari esde
tok tok tok
"assalammualaikum..."
"walaikumsalam"
"langsung kebelakang ya...panggil ratna juga" dia sudah nyelonong masuk dan berjalan kearah taman belakang
kamipun duduk bertiga,dengan teh hangat didepan kami
"gue mau ngomong,tapi jangan disela sedikit saja"
aku dan ratna mengangguk kompak
"gue minta maaf atas arka,tapi gue juga minta maaf untuk gue sendiri....
gue suka dengan resa,bukan sebagai anak loe ataupun menantu,gue suka yang artinya cinta dia sebagai perempuan,gue sudah coba lupain dia,tapi gue nggak mampu,gue nggak bisa,gue bahkan menginginkannya,gue mau dia jadi istri gue,gue tau gue kayak pedofil,tapi...gue bener bener tulus ma dia,nanti malam gue mau pergi,gue udah putuskan akan mondok di pesantren madiun sana,cukup jaga resa buat gue,jangan loe terima lamaran dari siapapun selain dari gue,gue nggak mau dia jadi milik orang lain,loe tau kan...gue nggak pernah jatuh cinta,dan ini adalah kali pertamanya,gue jatuh cinta pada anak sma,gue yakin akan menikahinya,tapi gue mau benerin agama gue dulu,suf,gue minta anak loe,tapi tidak sekarang..."
aku yang sudah menangkap gelagat aneh dari mereka berdua,tidak terkejut sama sekali,bahkan saat ini kulihat anak gadisku sedang menguping dari kamarnya
"gue juga sudah......
__ADS_1