
pov rendi
"ajak resa kesalon,nanti malam ada yang akan memberinya kejutan"
bisik ayah yusuf ditelingaku,walaupun aku tidak mengerti,tapi aku tetap mengangguk dan segera mengajaknya pergi
Selama dia didalam,aku telpon ayah yusuf,untuk minta gratisan sekalian cukur
"Yah,ada acara apa?"
(Resa nanti malam dilamar)
"Hah...siapa yah?"
(Hamka)
"Hamka,papanya arka?"
(Iya...kamu anak ayah ya...)
"Ko ayah jodohin lagi sih?"
(Ayah nggak jodohin rendi,mereka sudah menjalin hubungan dari sebelum resa cerai)
Hah...apa ini? jadi mereka sudah menjalin hubungan bahkan sebelum resa bercerai dari arka?
Selingkuh dengan ayah mertua
Begitukah miskah? nggak nyangka dia seleranya om om gitu,tapi awet muda sih,tapi umurnya beda jauh banget,semoga tidak seperti arka,dan semoga bisa menjaga dan membahagiakan gadisku itu,resa adalah sahabat,tetangga,dan keluarga untukku,walaupun aku pernah tergila gila padanya,tapi rasa itu entah terkubur dimana,karna saat ini bahkan selama dua tahun ini,aku hanya ingin melihat senyumnya dan cerianya,dan bila dia sedang sedih,aku hanya ingin menjadi tempatnya berkeluh kesah
Aku tidak marah sama sekali dia tidak memberi tahu rahasia sebesar ini,aku sadar selama ini aku sangat sibuk dengan wanita smp itu,bahkan aku jarang punya waktu untuknya
"Yah,rendi mau cukur sekalian ya..."
(Ya sudah sekalian saja)
__ADS_1
"Mau keramas juga ya yah,sekalian oijet ya yah?"
(Yang mau nikah kamu apa resa? banyak amat maunya)
Aku hanya nyengir kuda dengan kata kata ayah,karna memang seperti aji mumpung,tapi daripada aku hanya melamun dan tidak berbuat apa apa
Kan bisa sambil menunggu sijudes,aku memanjakan diriku ini,biar kata bapak nggak jadi sampai tiga kali,semoga saja nanti malam akan dapat kenalan dipesta
Aku memanggilnya sijudes,karna emang setiap temanku mengajak resa kenalan,dia hanya melirik tanpa mau kenalan
"Biar nanti malam keren yah..."
(Ya sudah,ayah juga sedang menemani ibu berbelanja,oh ya ren,ayah sudah menelpon ibumu,dan ayah juga sudah mengirim video yang kamu kasih ke ayah tadi pagi,ibumu akan pulang sebentar lagi,karna ayah tau,resa pasti ingin didampingi oleh kedua ibunya,mengingat betapa dekatnya anak ayah itu dengan ibumu,ayah tidak ingin mengecewakan resa,karna ini hari specialnya)
Aku tentu saja tersenyum lega,karna bagaimanapun ibu dan resa seperti ibu dan anak kandung,ibu pasti akan sangat sedih jika tau resa nikah tapi tidak dikabari
"Iya yah,makasih"
(Assalamualaikum...)
Akupun akhirnya mencukur rambutku yang sudah mulai gondrong ini,dan mengecat sedikit untuk menambah kesan cool,aku tidak jadi pijat karna ibu menelponku untuk menemaninya kebutik langganan ibu
Akupun pamit pada resa,yang katanya jam empat baru selesai,dan sekarang baru jam setengah satu,itu artinya masih banyak waktu lagi
Ternyata ibu tidak dirumah budheku,melainkan dirumah temannya yang katanya ahli IT itu,ternyata diam diam ibu menyelidiki kasus ayahku,dan memang ternyata yang meniduri wanita itu hanya ayah,tapi harus dicatat,ayah tidak meniduri,tapi ditiduri,lagian ayah ini apa ya nggak peka dengan mainnya,kan pasti cara ibu dan wanita itu beda? ah entahlah aku malah jadi membayangkan yang iya iya
Dan malah jadi ingat dengan gadis smp itu,aku tidak pernah menyebut namanya,walau aku tau namanya atu,bahkan aku tau nama panjangnya sholehatun hidayah
Nama aja sholehatun,kelakuan tidak lebih dari binatang yang selalu haus akan belaian, aku mengatakan itu,karna dia yang memang setiap hari meminta untuk anu anu,bahkan saat ayah dan ibu keluar kota,dia dengan lancangnya datang kerumah dan mencekokiku dengan obat perangsang,hingga aku bisa bermain sampai pagi,tapi tentu saja,aku hanya akan menerima,sedangkan dia yang bekerja
Aku juga heran dengannya,dia masih kecil bahkan dadanya juga baru numbuh,tapi dia sudah sangat kecanduan dengan anu
setelah mengantar ibu kebutik yang ternyata membeli baju untuk nanti malam,buat kami sekeluarga,ibu langsung pulang kerumah,karna katanya dia harus menemui ayah dan membicarakan masalahnya dengan ayah,agar tidak berlanjut lanjut
Untuk resa,ibu membelikan gamis yang super cantik sih menurutku,karna warna itu warna kesukaannya dan bahan yang sedikit mengkilap,berhubung resa adalah wanita yang tidak suka terlalu banyak aksesoris,ibu membelikan gamis polos tapi sangat cantik
__ADS_1
Aku sendiri memilih membelikannya sepatu,walau aku tau,belum tentu dipakainya,mengingat dia sangat suka memakai sepatu flat,dan yang kubeli ini sepatu yang sedikit ada haknya,kuharap dia suka....
Sampai disalon,pas sekali dengan resa yang sudah sangat segar sedang keluar dari ruangan itu,tapi tante 2 yang kehilangan kelamin itu menyuruhku untuk jalan dulu,karna resa akan datang bersama dia
Akupun mengangguk dan segera pulang kerumah,sampai dirumah ada ibu dan ayah serta wanita itu sedang mengobrol di ruang tamu,aku menangkap rasa bahagia ayah yang terus menggenggam tangan ibu,dan santainya wanita itu duduk sambil mengobrol dengan ibu
Ayah adalah laki laki setia,dan tidak mungkin ayah berpaling,mengingat ayah yang selalu menyayangi ibuku dan selalu mejaga ibu,bahkan ayah pernah nangis gara gara nggak diperbolehkan tidur disamping ibu,karna ibu ngambek,dan alhasil ayah diusir dari kamar,tapi ayah memilih tidur didepan pintu,katanya takut ibu mau minta apa apa,karna saat itu ibu sedang demam,dan ayah sedang mengurus kasus perceraian tapi pulang terlambat,karna katanya besok ada sidang,jadi dia memilih lembur,tapi ibu mengira ayah menemui calon janda yang menjadi kliennya itu
"Ren...duduk..."
perintah ibu,saat aku masuk pintu
"ibu sudah menerima ini semua,dan nanti jika adikmu lahir,dia akan ikut ayah dan ibu,karna tante ini akan langsung pergi,karna kedua orang tuanya sakit"
"adik?"
aku menaikkan sisi kiri alisku,dengan kata kata ibu,walaupun aku tau memang itu adalah adikku,hanya aku belum bisa menerima saja,jika aku harus mendapat adik diusia ini,dan bukan dari perut ibuku
Resa nikah,aku dapat adik bayi
Hufftttt....tapi mau bagaimana lagi,ini sudah takdir yang maha kuasa,aku akan mendapat adik diusia dua puluh tahun
Benar kata ibu,ayah tidak bersalah,adik juga tidak bersalah,yang bersalah adalah wanita ini,tapi ya sudahlah,semua sudah terjadi,tidak perlu lagi disesali
Wanita itupun pamit kekamar,setelah berkali kali minta maaf padaku dan ibu,dia berlalu dengan senyum yang tidak seperti kemarin kemarin yang terkesan dipaksakan
dia lebih rilex dan santai saat ini,mungkin karna merasa sudah lega,ibu mau menerimanya,dan akupun mau menerimanya,bahkan kami serempak meminta dia untuk selalu hati hati dan menjaga pola makan
Ayah jangan ditanya,dia seperti abege yang sedang kasmaran ngintil ibu kemanapun dan dimanapun,bahkan saat dipernikahan resa,ayah enggan beranjak jauh dari ibu,bahkan saat menjadi saksi pernikahanpun,beliau seperti anak tk,yang mau menjadi wali,asal ibu duduk disisinya dan jika ibu menolak,beliau juga menolak menjadi saksi
Katanya tidak apa apa dibenci resa,nanti gampang disogok pakai uang juga kalau resa mah akan baik lagi,tapi jika ibu yang merajuk seperti kemarin,dia sangat frustasi
"Bu...ayo duduk disampingku,maaf kesalahan ayah,maafkan burung ayah yang mau maunya berdiri disarang asing,padahal sarang sendiri lebih legit dan lebih rapet,walau usia tidak muda lagi,tapi sarang ibu adalah sarang terbaik didunia ini,burung ayah sudah sangat merindukan sarang ibu"
Ucap ayah kala itu,yang mendapat pelototan dari ibu,tapi ayah tidak merasa bersalah sedikitpun,bahkan dengan santainya ayah masih bergelendot dilengan ibu,persis seperti anak yang meminta permen saja,beliau bahkan tidak malu,walau sedangg banyak orang yang melihatnya
__ADS_1
Yang beliau tau,belaiau sangat mencintai istrinya,dan sangat merindukan istrinya itu