
"Om...."
aku otomatis mundur karna melihat om hamka yang terus maju
Dia mengusap kasar wajahnya
"mandi dulu...nanti kamu sakit" katanya sambil berpaling tidak ingin mau melihatku
Aku ko jadi takut sendiri dengan om hamka,apa gaya pacaran orang dewasa harus ada ***? bahkan tadi matanya terpancar gairah yang membara
Apa mungkin karna dia sudah lama menduda? ah aku jadi bermonolog sendiri...
Selesai mandi,aku langsung mengeringkan rambutku,beruntung aku suka rambut pendek,jadi tidak memakan waktu lama untuk kering
Setelah selesai aku langsung turun kebawah,dan menemui om hamka yang menungguku
"Om...mau mie instan? ini dingin kayaknya enak kalau makan ngrebus mie" tanyaku
"Boleh,kamu punya mie rasa apa? kalau kuah,om lebih suka merek indo kalau goreng baru suka merek sidap" katanya
"Kita lihat aja om,biasanya ibu suka stok banyak rasa,karna kalau malam malas masak,kita makan mie" jawabku
Om hamkapun mengekoriku dibelakang
dan aku membuka lemari gantung yang berisi aneka mie...
aku mengambil soto,entah kenapa aku sangat suka mie rasa soto,nanti dikasih cesim dan cabe ditambah sedikit gula jawa,,itu aku sangat suka,kulihat om hamka memilih rasa kari
"Mau sayur dan cabe nggak om?" tanyaku
"Boleh"jawabnya sambil menyiapkan dua panci kecil untuk memasak
Akupun mencuci bersih sayurnya dan cabenya...
__ADS_1
ternyata om hamka tidak suka pedas,jadi dia hanya memberi tambahan sayur
Aku masak punyaku,dan om hamka masak punya dia sendiri
Setelah selesai,dia menuangkan di mangkok,kalau aku jangan ditanya,penggemar drama korea ini akan membawa serta pancinya kemeja makan tanpa mangkok segala
"Kenapa nggak dituang di mangkok?"
tanya dia heran
"Ah udah kebiasaan gini om"jawabku sambil nyengir
Dia hanya geleng geleng saja....
kamipun makan dengan diam,rasanya sangat nikmat,hujan hujan makan mie instan kuah..membuat badan menghangat
Setelah selesai om hamka langsung kedapur membawa serta mangkok dan panci yang kugunakan makan untuk dicuci
Akupun menurut saja
"Pertunanganmu dengan arka seminggu lagi,tadi sudah belanja apa?" tanyanya
"Tadi beli cincin terus aku minta kalung om,tapi maaf kayaknya kemahalan" jawabku sedikit tidak enak
bagaimana mau enak,kalung saja enam ratus jutaan,,,aku yang terbiasa hidup pas pasan ya agak minder,cuma tadi sebel aja ma pacarnya om arka,jadi aku memilih kalung yang lebih mahal
"Berapa emang?" tanya dia lagi
"Tujuh ratus juta lebih om,cincin ma kalungnya,,,maaf ya om,nanti setelah tunangan jual aja lagi,takut memberatkan" kataku sambil nyengir
"Biarin aja,toh untuk calon istrinya ini,daripada uangnya habis buat pacarnya itu" om hamka bicara dengan santainya...
Oh horang kaya..O
__ADS_1
tapi tunggu...jadi om hamka tau,kalau om arka punya kekasih yang namanya anit dong?
"om tau om arka punya pacar?" tanyaku
"Ya jelas tau,tapi aku tidak suka pacarnya itu,dia sangat matre,dan bodohnya arka selalu saja menuruti kemauan dia,lihat saja... dia sudah bekerja dikantor tiga tahun dengan gaji yang tidak main main,tapi dia tidak punya apa apa...yang membuat om kesal setengah mati,dia malah memberikan pacarnya itu sebuah apartemen,hingga dia menjual mobilnya,sebenarnya tadi kamu menbeli perhiasan juga memakai kartu om,jadi om tau berapa jumlah harganya,tenang saja om tidak marah,om tau kamu anak baik,lagipula kamu calon istrinya arka,kamu berhak mendapatkan yang terbaik,apa sudah mencari kebaya?"
tanyanya...
aku menggeleng pelan
"apa tadi arka bersama pacarnya itu? sehingga kamu dilupakan begitu saja?" tanya dia memastikan
Aku diam,karna tidak tau harus berbuat apa...
"Om sudah menduganya,arka sulit lepas dari perempuan itu,entah bagaimana caranya agar arka bisa lepas dari perempuan itu"dia bicara sambil menerawang kedepan
"Mbak anita cantik om,kenapa om nggak suka?" tanyaku
"Iya dia cantik,memang cantik,tapi dia tidak baik,dia adalah simpanan rekan bisnis om,bahkan berpacaran dengan arka,dia berani merayu om,dia mencari uang dengan menjual tubuhnya,tapi arka yang bodoh menurut saja,apa maunya,padahal om sudah menegurnya,bahwa perempuan itu tidak baik,om harap setelah menikah denganmu,kamu bisa merubahnya menjadi lebih baik,dan memisahkan mereka,om tidak mau punya menantu seperti itu"
dia berkata sambil menyesap kopinya
"Aku tidak janji om,tapi akan aku usahakan,kenapa om memilih aku?"
tanyaku
"Kamu anak dari sahabatku,om bahkan tau kamu dari bayi,sahabatku tidak mungkin salah mendidik anaknya,sekedar berpacaran tidak masalah,asal jangan sampai keblabasan,ingat kamu perempuan,jaga dirimu sendiri,tubuhmu adalah asetmu,jangan diberikan pada laki laki yang belum muhrimnya" jawabnya
"Tapi tadi yang om lakuin di parkiran itu juga agak keblabasan om" kataku
Dia langsung memerah dan salah tingkah
"itu....itu.........
__ADS_1