Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
ijinkan aku memperbaiki


__ADS_3

pov arka


setelah pulang dari rumah resa istriku,ralat...mantan istriku yang setengah jam lalu kutalak,aku pergi kelaut terdekat,berfikir dan terus berfikir,kenapa ada yang hilang,kenapa aku seperti kehilangan jiwaku yang separuh,apa mungkin aku sudah jatuh cinta padanya?


apa mungkin aku mencintainya?


membayangkan saat pulang nanti,tidak ada sambutannya lagi,tidak ada senyumannya lagi,tidak ada yang menyiapkan kopi lagi dipagi hari,ini membuatku sangat sedih


hingga akhirnya aku terlelap didalam mobil sampai pagi,paginya aku langsung kekantor karna mengingat jam sudah menunjukkan angka tujuh pagi,aku akan mandi dikantor saja,disana juga tersusun bajuku


aku segera melajukan kendaraan roda empatku,dan segera keruanganku untuk mandi,nanti kuminta ob saja membeli sarapan dan kopi


mulai hari ini ada sekertaris baru untukku,sekertaris pilihan opa,dan dia adalah laki laki,ternyata dia adalah abdul sahabatku,sekaligus orang kepercayaan papa dikantornya


dia sangat cekatan,bahkan lebih cekatan dari pada aku yang pemimpinnya,dia bahkan dengan sangat tegas,dan sangat hormat kalau didalam kantor,dia akan menempatkan dirinya sebagai pegawaiku bukan sahabatku,lain halnya dengan diluar kantor,dia akan menjadi akrab denganku dan akan berbicara dengan santai


sore harinya aku pulang dengan tidak semangat,membayangkan saja aku malas,tidak ada resa disini,gadis yang menemaniku selama dua bulan ini


"assalammualaikum"


"walaikumsalam,baru pulang?"


tanya kenzo yang sudah dirumah


"iya,opa dan oma kemana,kenapa sepi?"


"mereka lagi mengantarkan bang hamka ke bandara"


jawabannya membuatku sedikit bingung,apa papa keluar kota lagi,bukankah proyek medan sudah beres? lalu pergi kemana


"papamu mau kepondok daerah jawa timur"


tanpa kuminta kenzo menjelaskan yang belum kutanyakan


"perusahaan?"


"diserahkan pada bang yusuf dulu,papamu meminta tolong padanya,mungkin dua atau tiga tahunan"


akupun akhirnya mengangguk dan masuk kamar,membuka pintu mengingatkanku pada gadisku,yang sekarang aku cintai itu


drttttt.....


"hallo"

__ADS_1


(wanita itu nganggur nggak?hari ini ada tiga orang nih mau booking)


"aku kirim nomor tlpnya,kau hubungi dia sendiri"


tutt....


aku segera mematikan telpon itu,dan segera mengirim nomor telpon jeni dan rachel,aku sudah memutuskan akan mengejar resa,dia gadis yang patut aku perjuangkan


dan untuk bisnis ini,aku akan cuci tangan,aku berjanji pada diriku sendiri,aku tidak akan memakai wanita gila lagi,aku akan belajar agama seperti papa,untuk bisa meluluhkan hati ayah yusuf lagi,dan meluluhkan hati gadisku tentu saja


setahun ini aku harus fokus dulu pada perusahaan,agar nanti jika aku menyusul papa,perusahaan masih tetap stabil,bagaimanapun tanggung jawabku juga besar,banyak keluarga yang bergantung pada diriku


tentang papa,kenapa papa tidak pamit padaku? apa papa sangat kecewa padaku?apa papa benar benar marah padaku?kenapa tidak memukulku saja,seperti waktu itu,kenapa tidak memarahiku saja seperti waktu itu,kenapa harus mendiamkan aku


papa adalah super hero untukku,walau baru kutau papa bukan papa kandungku,tapi jika harus memilih,aku akan memilih papa daripada ibu seperti jeni,yang kepalanya hanya berisi uang dan uang saja


jeni terbutakan oleh uang,bahkan sekarang dia sangat bahagia dengan pekerjaannya yang melacur itu,setiap hari selalu bertanya adakah orang yang menginginkannya,adakah orang yang mau membelinya,benar benar gila


kenapa aku harus terlahir dari rahim wanita seperti itu? kenapa tidak aku terlahir dari rahim wanita seperti ibu ratna,yang lemah lembut,dan taat agamanya


ah memang kita tidak bisa memilih dari rahim mana kita dilahirkan,tapi kita bisa memilih jalan hidup yang kita inginkan


aku sekarang seperti orang gila yang rela bangun pagi hanya untuk membuntuti resa ketika dia sekolah,bahkan hanya melihatnya saja aku sudah sangat bahagia,dan ketika dia jam pulang sekolah,aku lebih rela meninggalkan pekerjaanku untuk membuntutinya lagi,bahkan sekarang,aku tidak pernah memakai mobilku,karna jika memakai mobil akan sulit mengikutinya,karna pulang pergi sekolah dia selalu lewat gang sempit


dia sudah sampai di keinginannya


membuka butik dengan hasil rancangannya,bahkan dia sekarang sudah berhijab,aku bangga padanya


ini juga sudah setahun abdul bekerja denganku,aku ingin menyusul papa untuk menimba ilmu,dan menjajarkan dengan keluarga resa,kurasa abdul sudah menguasai semuanya


dengan segala rayuanku pada opa dan oma serta abdul,mereka akhirnya mengijinkan aku kepondok pesantren dimana papa menimba ilmu disana


aku tidak cerita tentang perasaanku pada resa,karna aku malu,nanti sajalah ketika aku pulang,aku ingin segera melamarnya


ketika aku sudah pantas dengannya


selama setahun ini jeni memang masih menggangguku,dengan selalu mendatangi kantorku,bahkan dia dengan tidak tau malunya akan selalu meminta uang padaku


memang sejak kejadian itu,aku lepas tangan pada mereka,aku tidak peduli pada mereka,aku juga tidak pernah berhubungan dengan rachel ataupun teman teman laknatku dulu,aku sudah pada pendirianku bahwa aku ingin lebih baik lagi,aku ingin mengenyam pendidikan agama


tapi,bagaimanapun jeni adalah ibu kandungku,aku selalu rutin mengirimnya uang,tapi selalu saja kurang,dia masih selalu menggodaku,tapi aku sudah pada pendirianku,aku ingin segera melamar resa,oleh karna itu aku ingin segera mengejar agamaku yang kurang ini


dan tibalah hari ini aku berangkat,tadi pagi aku sudah menyambangi rumah gadisku itu,dia sedang duduk diteras bersama sahabatnya rendi,mereka tertawa lepas dengan sesekali mengobrol dengan asiknya

__ADS_1


aku jadi ikut tertawa melihat ketawanya...


setelah memastikan dia baik baik saja,akupun segera pulang kerumah untuk berangkat kepondok


"tunggu abang dua tahun lagi dek"


ucapku dalam hati


setelah sampai dipondok papa langsung menyambutku dan memintaku masuk,dan segera memperkenalkan aku pada semua orang,bahwa aku ini putranya,putra yang membanggakannya,bahkan dengan bangganya papa memberitahu pada semua orang,bahwa aku ini hebat sangat hebat


kuliah dengan jalur prestasi,dan mengembangkan perusahaan hanya dengan beberapa tahun saja


semua orang bangga padaku,dan memandangku dengan tatapan kagum


oh papa...betapa banyak masalah yang kuciptakan,tapi kau tetap tersenyum dan sangat bangga padaku,tidak sedikitpun kau perlihatkan kelakuan bejatku,aku mencintaimu papa,dan aku akan berubah lebih baik lagi untukmu dan resa calon menantumu lagi


tidak terasa,setahun sudah aku disini,akupun seperti papa,jika malam tiba,aku akan didepan laptop untuk menyelesaikan pekerjaan kantor


"arka,papa ingin bicara"


"ya pa..."


"papa akan pulang besok,maaf papa akan menikah lagi,dan semoga kamupun menyetujui,besok papa akan pulang dan langsung melamarnya,kalau bisa kamupun ikutlah pulang,dampingi papamu ini"


aku sangat senang,karna akhirnya papa mau membuka hatinya,karna selama ini yang kutau,papa hidupnya sangat monoton,hanya bekerja dan bekerja


"dengan siapa pa?"


"resa"


senyumku perlahan memudar,tapi aku harus tetap positif tinking,mungkin resa yang lain,tidak mungkin kan papa jatuh hati pada anak anak? bahkan jika dipikir umur mereka saja selisih dua puluh tahunan


"resa?"


"ya mantan istrimu"


aku bagai ditampar oleh batu besar sekarang ini,mendengar pengakuan papa membuatku sangat syok,tapi mata papa sangat berbinar


"arka nggak pulang pa,arka doakan dari sini saja,semoga lancar ya pa...."


dengan berat akhirnya kukatakan hal yang tidak ingin kukatakan,


ya sudahlah,mau bagaimana lagi...

__ADS_1


__ADS_2