Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
om hamka datang membawa cinta


__ADS_3

kami menyimak cerita rendi tanpa menyela sedikitpun,bahkan aku,ibu dan ayah terbengong mendengar ceritanya


dari kami tidak ada yang membuka suara,karna merasa sagat terkejut,bahkan ayah diam dan seperti orang bingung,mau bicara apa? ingin memarahi rendi?dia tidak salah,dia melakukan itu,atas dasar ancaman,bahkan apa itu tadi? ibunya malah berterima kasih? bagaimana mungkin,seorang ibu tapi malah berterima kasih ketika anaknya di tabrak?separah apa kenakalan gadis itu,hingga ibunya sangat geram?sering memukulnya dan adiknya,kurasa tidak akan membuat seorang ibu hilang kewarasan?mungkin ibunya sudah sangat capek


sambil terbengong,ibu berjalan kearah tangga,begitupun ayah...beliau bahkan masih duduk diam dengan menatap meja


aku sendiri bingung,harus berkata apa


tapi pikiranku mengganjal,mengapa ibunya seperti itu?kesalahan apa yang paling fatal,yang membuat dia membenci putrinya sendiri?


aku tidak tahan jika tidak bertanya,melihat ayah yang masih diam saja,dan melihat rendi yang masih menunduk,menjadikan suasana yang benar benar membuat tidak nyaman


hanya ada suara dari butikku,itu pegawaiku yang sedang menyetel lagu tak ingin usai,dari keysa,bahkan satu hari lagu itu bisa diputar tiga puluh kali oleh mbak yang dikasir


sedangkan diatas berputar lagu via vallen,dengan diana yang ikut bernyanyi bojo galak bojo galak bojo galak


diana memang mempunyai suara yang paling keras diantara yang lainnya,dia sendiri orang sunda,tapi sangat menyukai lagu lagu dari jawa,terutama via vallen,mungkin ketularan dari yang lainnya,karna yang lain memang berasal dari jawa tengah dan jawa timur,bahkan dia punya cita cita,walau dia kuliah dijurusan marketing,tapi jika dia tidak ada pandangan keperusahaan,dia ingin menjadi penyanyi seperti via vallen....


tak ingin penasaran,akupun menoleh pada rendi


"kenapa ibunya seperti itu?"


rendi mendongak dan melihatku


"dia sangat suka ngamuk,bahkan terakhir dia meminta uang pada ibunya,tapi pada saat itu adiknya sedang sakit,sehingga ibunya tidak memberikan uang itu,dan ibunya membawa ariknya untuk berobat,pulang pulang rumah ibunya sudah terbakar,dan menurut keterangan dari tetangga,itu anaknya yang sengaja membakar,karna melihat anaknya yang masih berdiri sambil membawa botol bensin dan korek api,beruntung tetangga langsung mengetahuinya,hingga yang terbakar hanya dapur saja,tapi setelah warga berhasil memadamkan apinya,dia malah kabur dan tidak pulang berhari hari"


gila banget kelakuannya,pantas saja ibunya sangat marah seperti itu


"ayah mau istirahat"


dengan lunglai ayah berjalan


"gue salah ya res? gue buat anak orang meninggal,dan gue dosa banget,ngehamilin anak orang sampai tiga kali,tapi digugurkan semua,gue tau dosa,tapi gue nggak tau harus gimana waktu itu"


aku meliriknya,aku juga tidak tau harus menjawab apa,bingung bangat bingung


"ya sudahlah,toh sudah terjadi semua,loe minta ampun pada gusti allah,loe salah,dia juga salah,loe dosa,dia juga dosa,tapi dia sudah nggak ada,jadinya loe yang harus bertaubat dan meminta pengampunan pada allah agar hati loe tenang,jangan lupa doakan dia,apapun itu,loe tetap dosa karna zina,jangan pandai menyalahkan orang lain,tapi lupa berkaca pada diri sendiri"


dia manggut manggut


"gue pulang dulu,hari ini gue mau kerumah budhe,mau nunjukin keibu,kalau ayah nggak bersalah,semua salah perempuan itu"


aku mengangguk


"mau kemana ren?"


ayah dan ibu tiba tiba datang dari belakang


"nyusul ibu yah,biar ibu tidak salah paham terus ma ayah"


"eh nanti nanti,kamu antar resa kesalon dulu,nanti malam akan ada acara,kamu jangan kemana mana,karna ini acara resa"


aku mengeryit bingung oleh ucapan ibu,ingin aku bertanya,ibu sudah menyela


"yah,kamu siapkan keperluan,ibu siapkan yang buat jamuan,kamu segera bawa resa kesalon langganan,ibu sudah menelponnya tadi"


ayah mengangguk dan dan langsung berlalu dengan sepeda motornya,sedangkan ibu langsung membuka mobilnya


sebelum pergi,ayah membisikkan pada rendi,kulihat rendi melotot tapi tak urung juga tersenyum dan mengangguk


"jangan bengong...ayo,sudah sore ini"

__ADS_1


dia bahkan sudah menyeret tanganku


"ren,ada apa? aku tidak punya acara apa apa malam ini"


tapi dia hanya diam,dan tetap menyeretku kesepeda motornya


kulihat ayah yang berhenti di depan butikku,dan segera masuk,aku masih melihatnya dari luar,karna memang motor rendi parkir didepan butik


tak lama anak anak kumpul,dan ayah seperti memberi komando pada semuanya,kulihat mereka manggut manggut dan tersenyum sambil terus melirikku


tak lama mereka keluar dan segera menutup butik,diikuti ayah dibelakang


"ko ditutup yah?mereka mau kemana?"


tapi anak anak malah bisik bisik sambil terus tersenyum kearahku,tak lupa mereka menggodaku "cie cie cie...yang mau anu"


aku hanya bingung,dan seperti orang bodoh,hanya celingak celinguk saja


"ayah meminta tolong pada mereka,untuk membersihkan seluruh rumah dan halaman"


sambil tersenyum ayah menjelaskan


rendipun menyeretku untuk segera naik,karna sangking bingungnya,aku sampai tidak tau kalau ayah juga sudah berlalu dan menstater motornya


"bapakkkkkkkkkkkkk......"


itu suara diana yang bagaikan petir


ayah mematikan motornya dan membalik badannya


"ada apa? jangan suka teriak teriak"


"hehehe bapak,didalam tidak ada dvd bapak,saya teh nggak bisa jika sunyi sepi,saya ambil dvd dan vcd dulu ya? minta kuncinya"


ayahpun akhirnya melaju dengan kecepatan sedang,dan sirendipun begitu,setiap kutanya dia tidak menjawab,jadi aku bosan sendiri mau bertanya,maka kubiarkan saja


walau sangat penasaran,tapi aku mencoba untuk tenang,karna rendipun tidak mau buka suara


sampai di depan butik,kami sudah disambut tante yola alias bang ola


nama aslinya adalah mahardika ola syahputra,tapi entah dari kapan dia sangat suka berdandan,bahkan kesehariannya selalu full make up dan memakai mini dress


bahkan tiga tahun yang lalu,tepat saat aku menikah dengan bang arka,dia pergi ketailand untuk mengubah kelaminnya,alhasil sekarang dia tidak memiliki burung


dari tahun ke tahun,dia menjadi sangat cantik,karna hampir tiap tahun dia melakukan oprasi plastik,bahkan badannya juga menjadi sangat seksi


kata ibu sih,memang dari kecil bang ola yang sekarang berganti nama menjadi yolanda syafira ini dari kecil sudah seperti perempuan,bahkan dia akan sangat marah,jika boneka dan alat alat make upnya dibuang papanya,tapi sekarang papa dan mamanya sudah menerima dia apa adanya,bahkan papanya juga tidak segan menggandeng tangan jika pergi pergi,selayaknya ayah yang menjaga putrinya


"cie cie yang mau jadi mantan perawan"


tante yola menggodaku,tapi karna aku yang tidak tau apa apa,hanya tersenyum canggung,karna aku sendiri juga tidak tau apa maksudnya,apa jangan jangan dia tau kalau aku memang sudah tidak perawan?


ah mana mungkin om hamka mau mengumbar aib kami


"you pulang sana,bantu bantu yusuf dulu,dia biar ma eike,nanti eike juga kesana mau make up dia,lagian semua juga disini,nanti eike bawa mobil sendiri saja"


rendi mengangguk dan berlalu pergi


tak lama dia masuk lagi


"tante yang cantik,kan sahabat ibu ratna,bahkan tante dari tahun ketahun semakin cantik saja,coba kalau kita sepantaran,sudah kusikat tante jadi pacarku,tante......,mumpung resa perawatan,aku juga mau dong...mau potong rambut,terus di cat ya…!!! siapa tau nanti eike dapat gebetan diacaranya resa"

__ADS_1


sambil menaik turunkan alisnya dia merayu tante yola


"silfi silfi silfi,kamu layani anak ganteng ini"


aku semakin bingung,tapi sudah didorong tante yola,untuk menuju ke ruang luluran dan pijatan


selesai dipijat dan dilulur,tante langsung membawaku pulang kerumah dengan membawa perabotan seperti aku mau menikah dulu dengan bang arka


aku diam saja,karna bertanya juga percuma,mereka hanya akan diam diam saja,bahkan tante yola jutek banget,setiap ditanya malah marah,jadinya aku diam sampai dirumah


sampai dirumah,kulihat rumah sudah ada dekor dan seperti akan ada nikahan


segera aku berlari kedalam dan mencari ayah,aku berjalan keseluruh penjuru rumah,sampailah aku di taman belakang,kulihat pegawaiku yang sedang asik bercengkrama sambil memasak


dan kulihat ayah yang sedang mengatur kursi dan membantu ibu mengangkat masakan yang sudah matang


tapi tidak hanya pegawaiku,semua pegawai ibu juga ada disini


"ayah mau kawin lagi?"


aku yang masih bingung,bertanya dengan suara yang lantang pada ayah


ayah menoleh dan malah tersenyum padaku


"sembarangan....sana masuk...!!!"


tapi kulihat semua orang malah tertawa melihatku,ada apa ini....?


tante yola menyeretku masuk rumah dan segera masuk kamar,tanpa sepatah katapun aku langsung didandani ala pengantin jawa


aku yang sudah negatif tinking,jangan jangan aku mau dijodohkan lagi,jangan jangan aku dipaksa kawin ma orang yang tidak aku kenal,oh teganya ayah dan ibuku


setelah selesai berdandan,tante yola mengajakku untuk berganti pakaian,seribu kalipun aku bertanya,tante yola hanya akan membisu,dan malah membentakku,dengan suara aslinya yang tegas dan jantan sekali


hingga akhirnya aku pasrah,dan tidak berani menangis,karna setiap aku sudah mau mewek,tante yola dengan suara laki lakinya sudah memperingatkan aku,jika suara tante yola sudah berubah jadi laki laki,itu artinya dia sangat marah


kudengar diluar sudah sangat ramai,bahkan saat ini dijam delapan pas malam ini


aku samar samar mendengar suara yang sangat aku rindukan selama ini


"saya terima nikah dan kawinnya faresa setyo ningrum dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


deg deg deg


"gue kawin ma siapa bambang?"


aku melotot pada tante yola


tapi yang aku pelototin malah tersenyum lebar dan terkikik saja


tak berapa lama ibu masuk dengan senyum khasnya,beliau menggandeng tanganku dengan lembut,untuk dibawa kebawah menemui laki laki yang sudah sah jadi suamiku itu


"bu......"


ibu menoleh dan tersenyum


"percaya pada ibu...."


akupun akhirnya mengikuti ibu dan berjalan kebawah dengan anggun


kulihat kebawah dan mengedarkan pandangan keseluruh penjuru,bahkan tempat ijab kobul tadi,aku tidak tau dimana

__ADS_1


hingga pandanganku tertuju pada laki laki yang memakai baju pengantin pria yang sama denganku,dia menoleh dan tersenyum padaku


deg..........om hamka........


__ADS_2