
pov hamka
"gue juga sudah.....
jatuh cinta padanya,gue nggak bisa melepaskannya,sorry jika gue maksa,tapi gue bener bener nggak bisa kehilangan dia,loe tau sendiri,gue nggak pernah jatuh cinta,dan ini adalah pertama kalinya gue jatuh cinta"
kulihat ratna terbengong,mungkin dia terkejut,aku yang seusianya bisa jatuh hati pada anaknya,bahkan meminta anaknya untuk jadi istriku,padahal baru kemarin putrinya itu ditalak putraku sendiri
tapi yusuf...dia masih sangat datar,apa mungkin selama ini dia tau?tapi pura pura nggak tau,tapi jika memang dia tau,kenapa tidak memberitauku?kenapa selama ini dia diam saja?bahkan dengan bahagia menikahkan resa dengan arka...ah entahlah
"loe waras? jangan jangan loe punya kelainan juga kayak anak loe?"
ratna masih saja memandangku dengan sinis,dia memang mengecap aku laki laki kurang baik karna kehadiran jeni,apapun itu karna memang aku pernah melakukan *** diluar nikah dengan jeni,itulah yang membuat dia kurang suka denganku,dan menganggap aku bajingan,karna demi taruhan,aku rela meniduri anak gadis orang
"gue waras rat,dan ada satu hal lagi yang mau gue omongin ke loe berdua...
gue mau kepondok pesantren,gue mau nimba ilmu,loe berdua kan tau,gue minim ilmu agama,hidup gue habis buat sekolah,lulus sma kuliah sambil momong arka,nggak punya waktu buat nyari ilmu agama,yang di otak hanya tentang uang uang dan uang,karna kuliah yang butuh uang,dan arka juga butuh uang...
lulus kuliah,sibuk di perusahaan,mengembangkan perusahaan,loe saksi dalam hidup gue,betapa perjuangan gue yang berat,bahkan sangat berat,sehingga hanya ilmu dunia yang gue timba,tapi tidak mencaru ilmu akhirat....
sekarang gue minta ijin dari loe berdua,gue mau resa,tapi ijinin gue memantaskan diri gue dulu,dengan mencari ilmu agama,buat bekal pernikahan gue kelak,gue minta waktu dua tahun aja"
"perusahaan...." yusuf bertanya seraya menaikkan alisnya
"perusahaan gue,gue minta tolong loe,untuk perusahaan papa diurus kenzo,dia sudah berhenti jadi dokter,dan mulai memimpin perusahaan papa"
kulihat yusuf manggut manggut,tapi tidak dengan ratna yang masih menatapku dengan heran
"gue sebenarnya sudah curiga dengan loe berdua,setiap lihat loe,resa bahagia banget,dan gue lihat loe juga,bahagia setiap lihat resa,gue bukan orang oon juga,sampai nggak tau kode mata kalian berdua,bahkan saat pernikahan resa gue dengar dari kamar loe,yang sedang curhat sendiri,diatas sajadah,setelah ratna tidur,gue naik kekamar loe karna dari pagi sampai sore muka loe pucet,dan kayak nggak ada bahagianya,loe terus lihatin pengantin,tapi setelah sampai dipintu kamar hotel loe,gue denger loe nangis diatas sajadah dengan menyebut nama resa,dan tergugunya tangisan loe...
__ADS_1
gue pikir loe lihatin pengantin sambil nahan tangis,karna loe nangis haru lihat anak loe kawin,eh ternyata loe nangis karna pujaan hati loe yang tidak lain dan tidak bukan adalah putri gue...
gue sebenarnya mau marah,tapi gue malah duduk didekat pintu,dan dengerin semua curhatan loe,yang katanya tidak relalah,yang katanya sumber kebahagiaanlah,yang lebih ajingan lagi loe berdoa,semoga jodoh mereka nggak lama,jadi loe bisa gantiin posisi anak loe,gue mau marah ma loe,tapi lihat dan denger loe kayak yang cinta mati ma anak gue,gue jadi diem aja,dan gue yakin loe nggak akan nekat"
asem...jadi yusuf dengar pas aku sholat dan nangis kejer,karna ditinggal nikah,dan lebih parahnya dia dengar pas aku berdoa,aku terbiasa berdoa dalam hati,tp karna sambil nangis yang tergugu,aku tidak bisa dalam hati,karna hidung yang tersumbat ingus
hahahahhahahahahaha
kulihat ratna tertawa dengan terbahak bahak,kenapa dia? kurebut langsung ponsel yang sedang dia pegang,dan betapa terkejutnya aku,ternyata yusuf merekam semua aktifitasku saat aku sedang berdoa
karna tadi aku yang asik melamun,jadi tidak dengar ada suara di ponsel,yang jelas jelas suaraku yang sedang tergugu sambil terus berdoa dan mengelap ingus yang mampet tapi terus mengalir
"nggak nyangka,secinta ini loe pada anak gue?loe nggak ngerasa pedofil ham? ini anak gue,dan loe temen gue"
ratna yang tadi menentang,sepertinya mulai memberi lampu hijau
dengan menahan malu,aku coba tetap biasa saja,dan sedatar mungkin
"ya sudahlah,jika jodoh nggak akan kemana,kalau janji ya nggak bisa,bisa juga kan resa ketemu cowok ganteng yang muda,daripada sih daripada ma om om,yang muda juga banyak"
asem emang ratna,kalau soal bikin orang pengen,dia jagonya,kan jadi pengen cepet cepet halalin,takut ninggalin,takut dia diembat orang,yakin,aku nggak mau jadi mondok,tapi aku nggak punya ilmu agama yang mumpuni,aku malu jika masuk keluarga yusuf,masih plonga plongo tentang agama
"yuf......" nah kan nah kan,jiwa bayiku keluar
aku merengek layaknya anak kecil
ratna dan yusuf tergelak dengan kelakuanku,tapi hanya sebentar dan mereka memandangku tajam
"okey,gue tunggu dua tahun lagi,tapi ya itu,jodoh adalah rahasia allah,nggak usah loe minta,gue akan jaga putri gue sendiri"
__ADS_1
aku lega mendengarnya,kini giliran siratna yang masih melototiku,kuharap dia bisa nerima aku jadi menantunya
hahahahahaha
"tegang amat...iya iya...tapi gue sih terserah resa ya...gue nggak mau jodoh jodohin lagi,apalagi ini...
masak iya,kemarin jodohin keanaknya,sekarang mau jodohin kebapaknya"
...aku lega sekali,bahkan sangat lega,secara tidak langsung,mereka merestuiku dengan resa...ah aku sangat bahagia...
...akhirnya aku pamit,dengan meninggalkan nomor telpon,tapi saat aku baru keluar pagar,ternyata resa menelponku,dan ternyata dia hanya mendengar aku akan kepondok,baguslah...aku malu jika sampai dia mendengar semuanya,selesai menelpon aku memang sengaja memblokir nomornya,bahkan diponselku hanya ada nama mama,papa,kenzo,yusuf dan ratna......
...bahkan arka tidak aku masukkan dalam daftar,aku yang gagal menjadi papanya,kuharap dia bisa belajar sendiri,karna aku juga akan mencari ilmu sendiri...
...hingga tidak terasa dua tahun sudah aku disini menimba ilmu,setiap hari ratna akan mengirimiku foto resa,yang dari ngambek enggan kuliah,dengan alasan otaknya tidak mampu menampung rumus lagi hahahaha ada ada saja anak itu,hingga akupun ikut membujuk ratna dan yusuf supaya diperbolehkan belajar menjahit dan memiliki butik,akhirnya ratnapun mengijinkan,walau hanya sekolah menjahit biasa tapi kemampuannya memang luar biasa,dia mampu menciptakan model model yang kekinian...
...bahkan dari cerita yusuf,resa sekarang behijab,walau itu didepan rendi sang sahabatnya,dia mulai mengenakan hijab dari dia membuka butiknya,dia bahkan bisa membeli tanah samping rumahnya dengan uang tabungannya,aku sangat bangga padanya,ketika aku menawarkan uang pada yusuf,untuk pembangunan,dia menolaknya,hingga diam diam aku mengirim alat alat menjahit kebutiknya,dan kukirim diana untuk membantunya,diana adalah anak dari temanku yang jago menjahit,dengan sedikit ancaman,yusuf pun akhirnya mau berbohong,jika mesin mesin itu dia yang belikan...
...betapa aku bangga dengan semua pencapaian kekasih hatiku itu,dan sekarang...kurasa aku sudah cukup menimba ilmu,aku ingin segera menghampiri dan segera mengahalalkan wanita yang selalu dihatiku itu...
...segera kuraih ponselku,tapi deringan kesepuluh,tidak ada yang mengangkat telponku,aku menjadi kesal sendiri,hingga aku nekat menelpon kesebelas kalinya...
..."assalammualaikum..."...
...suara yusuf terdengar...
..."walaikumsalam,nanti siang gue pulang,dan malamnya jam tujuh gue datang kerumah loe,buat lamar resa,sekalian nikahin dia,nikah siri dulu nggak papa,yang penting sah,loe urus makanan dan ngundang orang,soal kyai,gue yang bawa"...
...tutttttt......
__ADS_1