
"mana ponselmu?"
"biarkan sajalah,tidak ada yang penting ini" jawabku langsung memakai helm
rendipun melajukan motornya dengan kecepatan sedang
sampai dirumah rendi,aku sudah disambut ibu dan ayah,yang memang sudah sebulan ini tidak kutemui,aku langsung memeluk mereka dengan sayang
tidak lama kamipun,menaiki mobil karna memang sudah akan berangkat
ternyata acara keluarga rendi di rumah uwanya yang berada didesa...
dan sedikit pegunungan
pemandangan disekitar masih asri dan sangat indah,aku tak henti memandang arah luar,sehingga membuatku lupa akan yang tadi kulihat
rendi dan ibu sudah tidur karna memang perjalanan jauh,ayah konsentrasi menyetir karna jalan kecil dan naik gunung,serta berbelok belok
akhirnya jam satu kami sampai dirumah uwanya rendi,disana sudah ramai,karna memang acara keluarga yang diadakan oleh keluarga besar rendi selama empat bulan sekali,aku sudah banyak mengenal mereka tentu saja,karna sudah seringnya aku ikut acara keluarga rendi,begitupun keluarga besar ibu,juga sudah banyak yang mengenal rendi,karna dia juga sering ikut acara keluargaku...
kami mengobrol dengan seru dan tidak lupa jalan jalan kesawah yang tidak kami dapatkan dijakarta,cukup lama kami jalan jalan,tak lupa kami mandi disungai yang masih sangat jernih,mungkin mengalir dari sumbernya,cukup tenang berada disini
sangat bagus jika ingin menenangkan pikiran dari hiruk pikuk pekerjaan
akupun seperti tidak ingin kembali
apalagi sekarang ada bang arka membawa kekasihnya,dan seperti tidak tau tempat dan waktu mereka memadu kasih
benar benar membuatku gila
tepat jam lima kami pulang kejakarta lagi,dan merasakan kemacetan lagi
kami hanya berhenti sebentar di rest area,hanya untuk buang air kecil
dan jam sembilan kami baru sampai rumah rendi,ayah dan ibu memintaku menginap,tapi aku takut bang arka mencari,mana nggak bawa hp buat ngabari lagi,jadi kuputuskan pulang
"aku pulang naik taksi aja"
ujarku pada rendi yang terlihat sangat lelah,memang pulang tadi dia tidak tidur sama sekali,karna harus menggantikan ayah menyetir
"sepuluh menit doang,,,naik...!!!"
katanya sambil mengeluarkan motornya dan sedikit membentakku agar jangan membantahnya
akupun akhirnya menurut dan menaiki motornya,memang jarak dari rumahku dan rendi,jika memakai jalan utama akan jauh,tapi kami selalu lewat gang sempit,jadinya hanya butuh waktu sepuluh menit
sampai apartemen aku langsung naik keatas,mengingat sudah jam setengah sepuluh juga,rendipun langsung pulang
sampai depan pintu aku menghidup nafas dalam dalam,berharap tidak ada pemandangan yang merusak mataku
ceklek.......
__ADS_1
sepi,sunyi berarti aman
aku langsung berjalan kearah kamar
tapi aku menoleh karna dengar suara geraman dari arah dapur,entah bagaimana kakiku melangkah membawaku kedapur
dan seperti dugaanku,ternyata mereka bermain didapur
aku langsung berlalu,karna kesal...
kipikir besok hari senin,dan rachel sudah pulang mengingat besok dia akan bekerja?
lagipula,bukankah mereka baru jadian kemarin? kenapa sudah sejauh itu?
ah membuatku jadi gila saja
kuputuskan segera masuk kamar dan mandi,aku sangat lelah,dan sangat mengantuk,tapi jika tidak secepatnya tidur,sudah kupastikan akan mendengar ******* ******* laknat dari dua orang itu
selesai mandi aku langsung tidur dengan memasang handset,seketika juga aku langsung terlelap
aku terbangun dijam setengah tujuh pagi,aku langsung berlari kekamar mandi dan segera bersiap kesekolah
rendi juga tadi mengabari sudah menungguku dari lima belas menit yang lalu
saat aku keluar kamar,oh astaga...
apa mereka tidak bisa melakukan itu dikamar saja?bisakah hariku tenang seperti dulu lagi? sebelum ada rachel disini,sebelum bang arka mengenal wanita ini,sebelum dia datang,bahkan bang arka adalah sosok laki laki yang hangat...
hingga sampai disekolah jam tujuh sepuluh menit,itu artinya lima menit lagi upacara,kulihat hp ternyata bang arka menelponku dari semenit yang lalu
aku masih menganggapnya abangku maka aku menelpon balik dia
(dek...kamu semalam tidak pulang?)
"aku pulang ,tapi langsung tidur"
(oh ko abang nggak lihat ya?)
ya iyalah nggak lihat,situ lagi sibuk merem melek disamping kompor
"aku langsung tidur bang"
(terus hari ini kamu sekolah?)
"iya aku sudah disekolahan"
(ko abang nggak lihat ya?)
situ lagi sibuk memuji kehebatan rachel dikursi makan bang
"tadi buru buru bang,karna aku telat juga"
__ADS_1
(oh ya sudah,nanti uang saku abang transfer aja ya)
"ya,bang aku mau upacara"
(baiklah,belajar yang rajin)
segera kututup ponselku,dan segera berlari kelapangan,karna bel sudah berbunyi
pulang sekolah kami langsung pulang,karna memang aku juga masih ngantuk dan capek sekali
beruntung sampai rumah tidak ada gangguan,sepertinya mereka sudah pergi kerja,dimeja makan kulihat ada catatan dan uang seratus ribuan
dek,abang nggak masak tadi,adek beli aja ya makan siang sama makan malamnya
hmmm ya sudahlah nanti saja makannya,toh tadi aku juga makan bekal punya rendi,jadi memang belum lapar
akupun langsung tidur lelap
samar samar kudengar ada orang buka pintu,belum juga aku buka pintu kamar dengan sempurna,kulihat bang arka dengan rachel yang sedang berciuman dengan panas dibelakang pintu
ya tuhan,,alamat aku tidak makan malam ini
mereka benar benar
apa rachel akan terus menginap disini?
kenapa sudah tiga hari disini tapi orang tuanya tidak mencari?
"sayang,jangan disini...resa sepertinya dirumah,kita kekamar sekarang" bang arka menghentikan tangan nakal rachel
seketika mereka langsung menutup pintu kamar dengan tidak sabar
akupun keluar mencari makanan dikulkas,tapi nihil hanya ada buah buahan saja,dan sayur mentah serta daging mentah
aku tidak bisa memasak,jadi kuputuskan makan buah dulu,dan pesan makanan secara online sajalah
sambil menunggu,aku duduk di meja makan sambil memakan sebuah apel yang sudah kukupas,aku terbiasa seperti ini,makan apel harus kukupas dulu
seketika aku teringat bang arka pernah main disini,aku jadi jijik dan beralih ke dapur,seketika aku juga teringat rachel yang sedang memainkan milik bang arka disini aku merasa jijik lagi,dan aku beralih disofa depan tivi,dan apalah daya aku juga teringat,bahwa mereka pernah main disini
oh ya tuhan....ini membuatku gila,hingga akhirnya kuputuskan menunggu dikamar saja,hanya kamar yang belum tersentuh mereka,tapi kini karna kamar kami yang berdekatan aku bahkan bisa mendengar suara teriakan demi teriakan rachel
kuputuskan menunggu makananku di taman apartemen saja,apartemen ini memiliki taman kecil untuk berolah raga
jadi kuputuskan menunggu disana
setelah makanan datang,aku langsung memakannya disana juga
"res......"
aku menoleh dan membelalakkan mata melihat dia disini......
__ADS_1