
pov resa
aku dikejutkan kehadiran om hamka,
dia menyeretku pergi meninggalkan apartemen,dimobil dia memelukku dengan sayang,entah kenapa aku sangat nyaman bila berada dipelukan om hamka,entah kenapa aku sangat bahagia,hanya dengan melihatnya
sebulan dia tidak ada kabar sama sekali membuatku bingung,entah kemana perginya,bahkan dua minggu sebelum pernikahanku,dia menghilang juga tanpa jejak,dipernikahanku dia seakan menjauhiku,tapi jika aku tidak melihatnya,dia memandangku,atau mungkin hanya perasaanku saja,karna berharap dia melihatku
bersama dia aku merasa aman,tentram dan entah kenapa aku merasa tenang,hingga tak sadar aku langsung tertidur
selama tiga hari aku kurang nyenyak tidur,bahkan bisa dibilang kurang tidur,karna gangguan teriakan rachel....
saat aku menbuka mata,kulihat sudah disebuah kamar yang luas,tapi entah kamar siapa,aku yang kaget langsung berlari keluar
sampai diluar aku baru sadar jika ini rumah om hamka,walaupun aku hanya sekali pergi kesini,tapi aku ingat ada lukisan didinding yang menyerupai lukisan dirumah om hamka,lukisan yang di taruh ditangga,dengan gambar seseorang yang menatap bangunan megah,tapi membelakangi kamera
hingga aku berjalan diruang keluarga,kutemukan foto om hamka dan bang arka yang baru sarjana
"eh non resa sudah bangun?"
aku menoleh ternyata bibi yang datang dari atas,mungkin baru membersihkan kamar atas
aku mengangguk dan tersenyum
"iya bi...apa om hamka yang membawaku kesini bi?"
"iya non,semalam tuan yang bawa non,non resa ketiduran,jadi digendong kekamar tamu"kata bibi sambil tersenyum
"tuan sudah berangkat kekantor non,sarapan juga sudah dimeja makan,sebentar lagi bibi harus pergi ya non,karna saudara mang jajang ada yang menikah,bibi ijin tiga hari"
mang jajang adalah sopir om hamka,dia adalah suami bibi,aku tersenyum dan kembali kekamar untuk mandi
setelah kulihat ponsel,ternyata sudah jam sepuluh,pantas saja om hamka sudah berangkat kekantor,lah sudah sesiang ini
dan ada pesan dari om hamka yang belum ku buka
(res,om harus kekantor,nanti siang om sudah pulang ya,karna bibi ada acara dikampung suaminya)
aku tidak membalas pesan itu,tapi segera ingin mandi dan sarapan,perut sudah terasa keroncongan
selesai sarapan,aku pergi kekamar lagi,untuk rebahan,lagian mau apa tidak sekolah juga,karna tanggal merah,tumben sirendi tidak ribut minta jalan
ting......
pucuk di cinta ulampun tiba,dia mengirim pesan beruntun
(dimana?)
(dirumah?)
"tanya sendiri,jawab sendiri,gila"
(jalan ayo)
__ADS_1
"lagi males ren,pengen rebahan"
drtttttt.....
"apa?"
(ketus amat,datang bulan?)
(kenapa? biasanya paling semangat kalau diajak jalan)
"lagi males,udah ya"
tittt...aku langsung menutup tlpnya
akupun akhirnya rebahan,hingga tak sadar bermimpi dibelai belai oleh park chanyeol,sangat hangat dan lembut,bukankah dia sedang wajib militer? apa dia sedang cuti untuk menengokku?
jika iya,betapa bahagianya aku
tapi ini seperti nyata,bahkan aku bisa mendengar suaranya,tapi kenapa suaranya mirip logat jawa? apa mungkin di militer sana,dia belajar bahasa jawa?
"koe bocah cilik,tapi gawe atiku deg degan,koe bocah cilik tapi aku nyaman,koe bocah cilik tapi aku tresno karo koe"
(kamu anak kecil tapi buat hatiku deg degan,kamu anak kecil tapi buat aku nyaman,kamu anak kecil tapi buat aku cinta kamu)
bentar bentar,aku tau bahasa jawa karna,ibuku orang magelang sana
hati ko deg degan,harusnya kan jantung
perlu kubetulkan ini...
seketika kami sama sama diam,karna canggung,karna mungkin om hamka mengira aku mendengar semua bicaranya,biarpun memang benar
"kamu dengar semua?"
aku mengangguk,karna memang mendengar semuanya
"maafkan om res,om sudah berusaha untuk menjauhimu,tapi semenjak kejadian diparkiran itu,om benar benar tidak bisa melupakanmu,malah om semakin merindukanmu,maaf sekali,om pikir dengan kamu menikah,om bisa lupa semuanya,tapi malah om semakin tersiksa dengan perasaan om sendiri"
dia menunduk sambil menangis
mungkin dia merasa bersalah karna kebejatan anaknya,dan dia menangis karna malah mencintaiku yang statusnya adalah menantunya
aku bangun dan duduk didepannya,kuangkat tanganku untuk menyeka air matanya,karna aku juga merasakan perasaan yang sama dengannya
aku mencintainya,bahkan ini pertama kali aku merasakan cinta pada laki laki selain pada ayah,cinta yang berbeda
aku nyaman,aku tenang dan aku merasa aman bila bersama dia,ingin selalu memandang wajahnya,kurasa itu yang dinamakan cinta
aku memajukan wajahku,dan seketika aku mengecup bibirnya,lama dan lama walau tanpa gerakan apa apa
aku memandang dia dengan seksama,dan kuelus pipinya,berharap dia tidak merasa bersalah lagi
dia memandangku dengan penuh cinta,karna kulihat matanya berbinar
__ADS_1
"om,aku juga suka sama om"
dan entah siapa yang memulai kami berciuman cukup lama dan sangat lama
saling melilit lidah kami,menumpahkan rindu yang sudah berminggu minggu tidak berjumpa,dan menumpahkan rasa cinta yang selama ini kami pendam
dia semakin mengeraskan remasan didadaku dan akupun semakin terbuai
tidak sadar bahkan aku sudah tidak pakai kaosku,dia dengan rakus menghisap pucuk dadaku sambil terus melilit lidahku
aku yang sudah tiga hari dicekoki ******* demi ******* dari rachel,membuatku juga ingin merasakan itu
dengan orang yang kucintai,yaitu om hamka,hingga aku berani membalas segala sentuhan dan sentuhan yang dia berikan
jika dulu aku hanya diam saja,dan hanya menikmati,sekarang aku coba untuk sejajar
aku penasaran kenapa rachel selalu saja teriak teriak disertai ******* menikmati
aku penasaran kenapa,mereka berdua seolah tidak ingin berhenti,dan selalu melakukan lagi dan lagi
kuberanikan memegang punya om hamka,kurasa dia sangat terkejut,karna dia langsung berhenti melilit lidahku,mungkin dia terkejut dengan keberanianku,kubuka celananya dan merogoh punya dia yang sudah menantang,kumainkan dia dengan sepenuh hati
tapi tak lama keterkejutan itu,diapun menikmati dengan menggeram di dalam ciuman kami
kutatap mata sayunya
"apa boleh?"
aku mengangguk,aku benar benar penasaran dengan rasa itu
tanpa aba aba lagi dia langsung melucuti semua pakaianku dan pakaiannya
"ini sakit,,,tahan sebentar...kamu boleh gigit bahu om"
dia tersenyum padaku
"om mulai ya....."
"om sakit....hiks...ko sakit"
"ta...han..sebentar"
aku sampai meneteskan airmata karna kesakitan ini,setelah semuanya terbenam,dia menciumku dengan lembut,hingga aku lupa rasa sakit itu
diapun mulai menggerakkan dengan pelan,rasa sakit yang tadi kualami,berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara,aku mendesah dengan kenikmatan ini
pantas saja mereka selalu ingin melakukan lagi dan lagi...
hingga dia memepercepat gerakannya,dan menggeram dengan leguhan panjang.....
"ahhhhhh................."
dia ambruk diatasku dengan nafas yang terengah engah
__ADS_1
aku juga mengatur nafasku,kami seakan berebut udara saat ini...