Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
cowok dengan lima adik


__ADS_3

lima tahun kemudian


~Rendi~


"Ayah....!!!"


Itu suara sasa,anak dari resa dan om hamka,bocah empat tahun yang sangat dekat denganku,bahkan dia memanggilku ayah,ngintil kemanapun aku pergi


"Ayah......!!!"


Lagi itu suara fedrik,adikku yang berusia empat tahun,yang memang sepantaran dengan sasa,dia juga memanggilku ayah,karna ikut sasa katanya,setiap dinasehati dia tidak mau memanggilku abang atau kakak,karna lelah menasehati,akhirnya kubiarkan saja


"Ayah......!!!"


Lagi dan lagi itu suara afni,adikku yang nomor tiga,yang berusia tiga tahun,setelah ibu melahirkan fedrik,ibu dinyatakan hamil lagi setelah usia fedrik tiga bulan,bahkan kehamilannya sudah menginjak empat minggu,itu artinya setelah masa nifas,ayah langsung gaspol


"Ayah........!!!"


Dan itu suara adikku stevi dari wanita itu yang berusia lima tahun,tapi tidak mau memanggilku abang juga


Aku masih punya tiga adik lagi,karna bisa dibilang ibu melahirkan setiap tahun,dan jarak dari semuanya hanya sebelas bulan saja,dan saat usia adikku dua setengah bulan,ibu finyatakan hamil lagi,tapi karna ibu mengalami keguguran saat hamil anak keenam,beliau memilih untuk striril saja,karna dokter juga menyarankan stiril,merekapun mengiyakan,aku sangat lega mendengarnya,bayangkan saja,dalam lima tahun ini,aku mempunyai adik lima biji,dan semua masih bayi

__ADS_1


Wanita itu pergi setelah melahirkan,dan dari kabar yang kudengar,dia sekarang berada dijepang dan membuka praktek disana,siapa yang menyangka wanita itu adalah dokter anak,karna dari tampilannya yang seperti preman


Lekas kubuka mataku,daripada pintu kamarku roboh,tiga bocil itu sudah didepan pintu,dengan cengengesan menampilkan gigi ompongnya


"Apa?"


"Ayah...mau lari pagi..."


Sasa yang memang sudah lancar bicara mewakili dari ketiga anak itu,sedangkan yang dua hanya mengangguk saja


Aku memang belum menikah,bagaimana mau menikah,mau berangkat kerja saja,harus sembunyi sembunyi karna kedua adikku itu pasti akan nangis kejer ingin ikut,belum jika keluar rumah,harus menuntun sepeda motorku keluar komplek dulu,untuk sembunyi dari anaknya resa


Resa sekarang membeli rumah depan rumahku,otomatis kemanapun aku pergi,selalu saja anaknya ikut,dia memang sangat dekat dengaku,karna dari bayi,resa tidak mengambil pengasuh,alhasil jika dia ada urusan,maka anaknya akan dititipkan padaku,sampai saat ini,anaknya nemplok padaku,dan tidak mau memanggilku om,karna pernah dia memanggiku om,kedua adikku ikut memanggiku om,jadilah dia memanggilku ayah,karna tidak mau memanggiku abang,ketuaan katanya,emang anak resa ya kayak resa


Sampai diruang makan kulihat ayah yang sedang makan roti dengan segelas kopi disampingnya,dan ada ibu yang sedang menyuapi adik keempatku,sedangkan adik kelimaku anteng didepan tivi sambil mendengarkan suara mengaji


"Yah,mau mobil dong"


Ayah menolehku sekilas,dan kembali menyesap kopi


"Kalau keluar rumah mau dorong?"

__ADS_1


"ya nggak gitu yah,tapi mau mobil kalau hujan juga nggak kehujanan,terus kalau ada kerja diluar kota biar enakan"


Aku sudah berfikir kalau mengenarai mobil akan bagaimana,tapi kalau sedang banyak kerjaan,membuatku harus menyewa taksi,maklum pekerjanku manager disebuah perusahaan,yang terkadang ada kerja diluar kota juga...


Heran aku juga,jika ayah atau ibu yang pergi,kedua adikku ini hanya akan mengangguk menyetujui,tapi jika aku yang pergi,mereka akan langsug berguling guing ingin ikut,belum sampai teras,anak resa akan sudah mencegat dan merengek ingin ikut,sedangkan jika daddy mommynya pergi,dia akan biasa saja,dengan alasan daddy lagi nyari duit,buat sasa,dan jika resa dibutikpun,dia akan anteng dengan alasan yang sama,lagi nyari duit buat sasa


Lah dikira gue nggak nyari duit kali ya?


Aku hanya akan bernafas dengan lega,jika ayah yusuf dan ibu ratna dirumah,atau sasa ikut neneknya itu ketoko roti punya ibu,sayangnya ibu tidak selalu mengajaknya,karna disana sasa akan selalu membagi bagikan roti pada orang orang yang lewat,heran juga resa tidak mau ambil pengasuh,karna bisa katanya...


Jadilah dia bersama neneknya kalau malam saja,jika pagi hingga sore dia akan ikut emaknya kebutik samping rumah


Butik resa juga semakin besar,dia menambah dua lantai lagi,sehingga sekarang ada empat lantai,yang paling atas digunakan tidur para karyawannya,yang lantai tiga buat njait dan admin serta packing,yang lantai satu dan dua buat jualan,sedangkan ruangan resa bercampur dengan rungan admin


"ya,nanti ayah belikan"


Ucap ayah dengan memangku fedrik dan stevi,ayah memang sudah bisa menerima kenyataan tentang stevi,mau bagaimana lagi,wajahnya saja seperti foto kopi dari ayah,bahkan tanpa dna pun,orang akan tau hanya dengan melihatnya saja


Akupun beranjak keluar akan ketaman dengan diikuti tiga bocil ini


Aku jomblo bukan karna aku tidak laku,tapi ada tiga bocil yang mengintiliku dan selalu menyebutku ayah,sehingga aku selalu disangka orang punya tiga anak

__ADS_1


Aku bahkan dalam lima tahun ini,ditolak lima cewek pula,karna merek menyangka aku duda anak tiga.....


kisah rendi kita mulai.....


__ADS_2