
masih pov arka
mangsa baru.....
kataku bersorak senang,karna yang kulihat jeni bukan wanita baik baik,mana ada wanita baik baik,mau saja diajak berhubungan badan dengan orang yang baru dikenal? hanya wanita kotor yang seperti itu
aku akan mendekatinya,dan saat aku sudah puas bermain dengannya,baru aku akan menjualnya
sebelum mengurus jeni,aku harus mengurus papa dulu,aku tidak mau jika tinggal dirumah oma opa,bisa bisa aku tidak akan keluar saat malam hari
apalagi tadi kata oma,kenzo juga akan pulang,sikutu buku itu akan selalu menasehatiku hingga sakit telingaku
nanti aku akan rayu oma,beliau adalah orang yang mudah luluh jika kurayu
aku harus segera menelponnya
"oma........."
(iya sayang,gimana kabarmu?)
"aku baik oma,,,oma aku mau mandiri,aku mau diapartemen saja,lagipula aku sudah menikah,biarkan aku hidup bebas oma"
aku merengek seperti anak kecil
kudengar oma menghela nafas panjang
(dengarkan saja papamu,dia sudah membuat keputusan)
"oma....oma tidak sayang aku?aku mau di apartemen sendiri oma"
(sudahlah,dirumah oma sama saja,oma tidak akan mengaturmu,apalagi harus mengatur istrimu,dengarkan saja kata papamu ya...)
jika sudah seperti ini,aku sudah tidak berkutik lagi,jika rengekan kedua tidak meluluhkan hati oma,itu artinya aku harus mengikuti saran oma
setelah salam,kututup telponku
drttttt jeni menelpon...
"hallo"
(hai,dimana kamu kerja?)
"waoww,ada apa ini?"
(aku akan menemuimu,katakan saja)
"hahahahhaha baiklah baiklah di kantor sadewa grup,dijln xxx "
(waoww...dulu mantan suamiku juga bekerja disitu,aku akan kesana sekarang)
tittt...belum aku menjawab dia sudah memutuskan panggilan
apa katanya tadi,mantan suami?
aku hanya mengedikkan bahu tidak peduli,emang apa peduliku,dia juga ingin kujadikan pemuas nafsuku saja
selang setengah jam
tok tok tok
"pak,ada tamu"
"suruh masuk"
__ADS_1
"waowww kau direktur? masih muda tapi kau sudah berjaya,aku semakin kagum padamu" dia bicara sambil mendekatiku dan langsung duduk dipangkuanku
aku hanya tersenyum padanya
"berikan aku pekerjaan disini,agar aku mudah bertemu denganmu..."
dia bahkan sudah melancarkan aksinya dengan membuka kemejaku dan menciumi seluruh dadaku
"kunci dulu pintunya" kataku dengan nafas yang memburu
dia tersenyum dan berjalan kearah pintu
tak lama,dia berbalik sambil membuka satu persatu pakaian yang di pakainya
hingga sampai didepanku dia sudah tidak memakai apa apa
dengan agresif,dia membuka apa yang kupakai,dan dengan tidak sabar dia membuka resleting celanaku dan segera mengulumnya
aku hanya diam menikmati,dia sangat telatih,dan lihay
kutekan kepalanya,agar lebih dalam lagi
"puaskan aku,baru aku akan memberimu pekerjaan" kataku sambil menjambak rambut pirangnya
dia tersenyum dan langsung naik kepangkuanku,posisiku yang sekarang disofa,memudahkan dia menjalankan aksinya
setelah sejam,dia meminum semua lahar yang keluar dari senjataku
aku berbaring dengan nafas yang tersenggal senggal,walau dari tadi aku hanya terlentang,tapi aku juga merasa lemas setelah pelepasan
"datanglah besok,nanti malam baru akan kupikirkan posisimu" ujarku setelah nafasku kembali normal
dia tersenyum,dan segera meraih bajunya
ingin sekali aku mengumpat kasar pada papa,tapi aku tak kuasa,beliau adalah papaku yang harus kuhormati
sampai disana kulihat resa sedang menonton tv,melihatku dia langsung bangkit dan menyalamiku,serta membawa tasku
"kapan kamu nyampai sini?"
"tadi bang,dijemput sopir"
aku menganggukan kepalaku pertanda mengerti,sampai dikamar aku langsung mandi,dan berganti baju
resa sudah tidak asing melihatku yang bertelanjang dada,bahkan dia hanya datar melihatku seperti itu,mungkin aku tidak seksi dimatanya
"bang...kenapa dadamu merah merah?"
ah aku lupa jika tadi aku bermain dengan jeni,bahkan banyak sekali kissmark yang dia tinggalkn didadaku,wanita yang agresif sekali,dan sangat nakal
"ah tadi digigit semut dek,abang tadi neduh dibawah pohon" kataku memberi alasan
dia mengaguk tanpa bertanya apa apa lagi
"bang,maaf aku tadi aku pesen ranjang lagi,aku nggak terbiasa berbagi ranjang"
aku tersenyum menanggapinya,dan mengelus rambutnya
"iya abang paham...."
"dek,,,,kamu nggak papa?"
dia mengkerutkan keningnya
__ADS_1
"tinggal disini? mungkin kamu nggak akan sebebas dulu lagi membawa temanmu itu"
kataku menjaskan,berharap dia menolak dan bicara dengan papa
"nggak papa bang,kan rumahnya deket sini,lagian aku juga bisa dekat dengan ayah ibu,jadi aku nggak papa bang"
eh dia malah menerima saja,bagaimana ini....?ya sudahlah mungkin sudah takdirku
setelah makan malam,kami langsung tidur,tapi belum juga memejamkan mata,jeni menelponku
"ya...."
(sayang,sini kerumah....)
aku menengok pada resa,ternyata dia sudah tidur
"ok,kirim lokasimu"
aku langsung meluncur dengan sepeda motorku,dengan kecepatan diatas rata rata aku segera sampai sana
tok tok tok
"waowww...kau sudah datang?cepat sekali"
aku hanya tersenyum dan langsung masuk
tanpa diduga dia langsung saja menyerangku dan terjadilah pertempuran didepan pintu
"kau mau main bertiga?" tanyaku setelah aku mengatur nafasku,aku bahkan tiduran dilantai,karna dia yang menyerangku setelah menutup pintu
dia menoleh sedikit terkejut
"aku tidak pernah melakukan itu"
katanya sambil mulai menggodaku lagi
"cobalah,maka kau akan ketagihan"
kataku merayu,sambil menghentikan jari jari nakalnya
dia diam,seperti memikirkannya
"besok datang ke kantorku,jadilah sekertarisku sementara" rachel sedang dibali karna dia punya job melayani tiga bule rekan bisnisku
matanya berbinar senang dan langsung mengangguk
yes....masuk perangkap
segera kuhubungi tiga temanku,yang tadinya menginginkan rachel,dan dengan senang hati mereka langsung menyetujuinya
hanya selang setengah jam,mereka sudah datang
"kenapa tiga orang?katamu tadi hanya dua orang,yang satu kau,harusnya datang satu lagi" dia sepertinya syok dengan kedatangan tiga orang ini
aku tersenyum dan langsung mencium bibirnya dengan agresif,awalnya yang menolak,lama kelamaan dia membalas ciumanku
satu orang sudah bersiap dibelakang dan langsung menyerangnya,awalnya dia memberontak tapi lama lama hanya keluar ******* demi ******* yang keluar dari mulutnya
karna kulihat jam sudah menunjukkan angka sebelas aku bergegas pulang,dengan berpamitan pada salah satu temanku
sampai dirumah,ternyata resa belum bangun,dan akupun segera merebahkan tubuhku
tubuhku lelah sangat lelah,karna pekerjaan yang menumpuk,dan harus melayani jeni tadi,serta tak henti hentinya teman temanku menanyakan rachel
__ADS_1
mereka sudah terbiasa memakai rachel,jadi pantas saja,mereka ketagihan