
Aku keluar toko berlian dengan celingak celinguk,karna tidak menemukan om arka
kuputuskan menunggu didepan toko,tapi setelah sejam menunggu,tidak ada tanda tanda om arka datang,padahal aku sudah mengirim sms padanya,bahkan tlp pun dia tidak mau menganggkatnya
Karna bosan,aku semakin berani mengerjainya......
"om....om arka ninggalin aku...." aduku pada om hamka,setelah dia mengangkat tlp
"Bagaimana bisa? nanti om tlp dia dulu...kamu dimana sayang?" jawabnya sedikit esmosi
"Aku tadi nunggu,mbaknya nyiapin cincin yang kupilih,tapi om arka ninggalin aku keluar gitu aja" aduku lagi
"Ya udah bentar om tlp ya" jawabnya
sebelum mematikan tlpnya
Aku mesam mesem membayangkan om arka yang akan mengomel tidak jelas karna aduanku ini.....uh..ini menyenangkan
Nggak papalah kawin,penting dapet duit banyak dan bebas
drrtttt......om hamka calling
"Iya om" jawabku
"Arka tidak bisa dihubungi,nanti om yang akan jemput kamu,kamu tunggu di lobby ya,sekitar tiga puluh menit,om baru sampai"
"Ok om" ucapku lalu beranjak
Akupun memutuskan untuk memakan es krim sambil menunggu om hamka
Om hamka ini masih sangat muda,bahkan duda keren istilahnya...
dia ditinggal pergi istrinya saat om arka masih bayi katanya,dan dia tidak menikah lagi,karna takut akan image ibu tiri yang jahat pada anaknya,tapi entah kenapa malah sampai sekarang dia tidak menikah,padahal om arka juga sudah dua puluh lima tahun
Konon menurut cerita ibu,om hamka ini dulu punya pergaulan bebas,dan dia menghamili pacarnya saat usianya yang bahkan baru menginjak enam belas tahun,waowwww.....
saat om arka lahir,dirinya baru berusia tujuh belas tahun,tapi istrinya dua tahun lebih tua darinya
dan itu artinya saat ini om hamka bahkan baru berusia empat puluh dua tahun,usia yang sama dengan ayahku,bedanya ayahku menikah sama sama lulus sma,tapi menunda anak ,kalau om hamka saat usia enam belas tahun
tapi karna om hamka berasal dari keluarga kaya,maka tidak ada masalah dengan kepergian istrinya,ibunya om hamka bahkan menerima dengan dua tangan kedatangan om arka,om arka diasuh neneknya sampai om hamka lulus sekolah s2 di amerika,dan membantu ayahnya memajukan perusaan properti milik keluarga.....
drtttt...om hamka calling
"Iya om" jawabku
"Kamu dimana sayang?" tanyanya
"dikedai es krim om,deket tangga"jawabku
"Ok" jawabnya menutup tlp
"Sudah lama sayang,,maafkan arka ya?" kata om hamka mengahampiriku
"Nggak papa om,mungkin om arka,ada pekerjaan mendadak"jawabku masih sambil makan es krim
"Mau lagi?"tanyanya
aku menggeleng pelan karna akupun sudah merasa sangat kenyang
"Pulang aja om,takut hujan"kataku
Om hamka mengangguk,dan segera berjalan di depanku,setelah membayar tagihan eskrimku
Benar saja langit sangat gelap,bahkan kayaknya hujan tinggal menunggu aba aba kami berjalan keparkiran sedikit berlari,dan setelah menemukan mobilnya,kami langsung saja masuk
pas ketika kami masuk petir langsung menyambar dengan disertai hujan yang lebat ....
secara reflek aku memeluk om hamka,karna aku yang memang takut petir
bahkan pandangan menjadi sangat gelap karna hujan yang begitu lebat
Om hamka mengelus rambutku menenangkan...
"Kita duduk dibelakang hmmm,,karna hanya ada satu selimut dan satu jaket,itu saya gunakan kalau cuaca seperti ini,tidak mungkin kan menerjang hujan? jadi kita tunggu hujan reda dulu"ujar om hamka
Akupun mengangguk menyetujui,karna aku sendiri masih memakai seragam,yang pasti dinginnya benar benar menusuk tulang
kami berpindah kebelakang,saat aku akan mengirim pesan pada ibu,petir menyambar dengan kerasnya,membuatku kaget dan langsung melempar ponselku
Dan secara reflek lagi aku memeluk om hamka,kurasakan om hamka sangat tegang,mungkin karna kursi belakang sejajar,menjadikan pelukanku pas didadanya,dan otomatis kedua dadaku menempel didadanya,dadaku mempunyai ukuran orang dewasa,maka dari itu aku sering memakai kaos longgar
"Maaf om,"ujarku seraya menggurai pelukan
__ADS_1
"Ah nggak papa"om hamka mengerjap,tapi terus melihatku
Tanpa diduga petir menyambar lagi...bahkan ini lebih kencang dari tadi
akupun memeluknya lagi,diapun menyambut pelukanku dengan cepat
Dan kami saling pandang,entah bagaimana om hamka semakin memajukan wajahnya ke wajahku,aku bukan gadis polos,karna aku juga pernah berpacaran
Bibirnya menempel dibibirku cukup lama,hingga lama kelamaan dia ******* dengan lembut bibirku ini,akupun terhanyut dan membalas semua lumatannya
Dia yang laki laki dewasa,mungkin gaya berpacaranpun tidak sama....
tangannya mulai membuka kancing seragamku,dan tangannya mulai menyusup ke kedalam,meremas dengan lembut
Awalnya aku menegang,karna baru pertama kali merasakannya,tapi lama kelamaan akupun terhanyut,hingga tanpa sengaja mengeluarkan suara laknat wanita yang terbuai akan cumbuannya
Tanpa sadar seragamku sudah jatuh kekursi hingga bra yang kupakai juga sudah jatuh kekursi,aku direbahkan dengan perlahan,dia mencumbuku semakin kebawah,....
dari bibir ke leher dan dari leher sekarang dia sedang menyesap dadaku.
Aku benar benar terbuai,hingga terus mengeluarkan suara ******* itu...
Diapun seperti sangat menikmati menyusu seperti bayi...
lama kami melakukan cumbuan itu hingga bunyi ponselku mengagetkan kami
Om arka calling.....
Kami langsung berhenti dengan kikuk
"Ya om...."
(Dimana kamu?)
"Parkiran"
(Parkiran mana?hujan deras begini…!)
"Didalam mobilnya om hamka"
(Apa....!!!)
(Kamu didalam mobilnya papa?)
"Iya"
"Udah,tapi hp om nggak aktif"
tiba tiba ponselku direbut om hamka
"biar dia papa yang antar"
tit.....
"Hujan masih sangat lebat,tapi sudah tidak petir,pindah depan,aku antar kamu sekarang..." kata om hamka
akupun menurut dan lekas pindah depan
om hamka juga langsung melajukan mobilnya,tapi karna hujan yang masih sangat lebat,jalananpun menjadi licin,menjadikan yang biasanya hanya setengah jam menjadi sejam ..
"Maaf yang tadi" kata om hamka setelah sampai didepan rumah
"Nggak papa om,aku juga menikmati bukan terpaksa,lain hal kalau terpaksa...maka aku akan minta ganti rugi,karna om sudah mengambil keperawanan bibirku ini" jawabku sambil nyengir
"Bibir perawan? dimana ada bibir yang masih perawan,tapi lihay berciuman" sindirnya sambil menaikkan alis
"Hahahahahahaha aku lupa jika sudah punya mantan pacar" jawabku sambil nyengir
"Berapa mantan pacarmu?" tanya dia sambil tersenyum
Ini orang kalau tersenyum jadi ganteng banget,melelehkan iman dan takwaku yang tipis ini....
kalau anaknya nggak mau,aku mau bapaknya ah...lagian gantengngan bapaknya juga....
"Baru satu om,tapi kami ini bukan pacaran,tapi sahabatan,tapi kadang pelukan,kadang ciuman,hanya kami tidak punya keterikatan atas nama pacar,kami juga berjanji bahwa kami tidak akan saling cemburu....buktinya dia punya pacar,aku juga punya pacar,tapi pacarku kalem om,nggak mau cium ciuman,paling pegangan tangan aja" ujarku menjelaskan
Dia malah menaikkan satu alisnya
"Itu gimana gimana? pacarmu nggak berani nyium kamu,tapi sahabatmu malah nyium kamu begitu?" tanyanya bingung
"Iya hehehe"
"Aneh sekali kalian itu"ujarnya sambil geleng geleng
__ADS_1
"Tapi cuma om,yang berani buka buka baju aku,terus pegang pegang dadaku,apa pacaran orang dewasa kayak gitu ya om?" kataku pura pura polos,,,,padahal mah...drama korea sering aku lihat,drama jepang apalagi,sering ada adegan ajib ajibnya...aku bahkan melotot jika sedang adegan ajib ajib itu
Kulihat dia salah tingkah,dengan muka memerah....
"Maaf ya...om tadi keblabasan"
katanya sambil menatapku penuh penyesalan
"Nggak papa om,enak ko"jawabku sambil tersenyum
Eh dia malah melongo,seakan tidak percaya...aku adalah tipe orang yang tidak menjaga image didepan laki laki
"Ya sudah om,aku masuk ya..." kataku
derr......
Belum juga keluar dari pintu mobil
petir sudah menyambar dengan ganasnya....kuurungkan lagi keluar mobil
"Tunggu sampai tidak ada petir,lagian hujan deras banget" ujar om hamka
Aku menganggukkan kepala,karna memang benar,hujan sangat deras
ting
(Sayang,ayah sama ibu keluar kota ya...mungkin tiga hari,tiba tiba cabang kue ibu kebakaran,jadi ayah dan ibu segera kesana,,,baik baik ya dirumah)
Aku menghela nafas,karna aku takut petir
tapi malah ayah ibu nggak ada,mbok sri juga pasti sudah pulang
pembantu kami berangkat pagi pupang sore,karna ibu nggak suka ada orang lain dirumah,nggak bebas katanya
Karna itu juga,ibu selalu berangkat pagi setelah aku dan ayah berangkat,dan akan pulang sebelum maghrib sebelum ayah pulang,ibu tidak suka jika anak dan suaminya disiapkan makan oleh orang lain
selagi beliau bisa,maka akan dilakukan beliau,kami makan diluar juga terhitung jari,krna ibu bisa masak apapun yang ayah mau....
"Kenapa?" tanya om hamka
Aku sampai lupa masih dimobilnya
"ibu sama ayah keluar kota om,toko kue ibu ada yang kebakaran,jadi ibu kesana mungkin tiga harian" jawabku
"Ya sudah saya temani kamu masuk,hanya hujan,sudah tidak ada petir" kata om hamka
Aku mengangguk dan membuka pagar,agar mobil om hamka bisa masuk rumah.....
Kepalang basah,sekalian aku hujan hujannan untuk membuka pintu utama
kudengar om hamka berteriak teriak,entah ngomong apa,,,nggak tau apa? kalau main hujan itu enak,kayak nglunturin beban pikiran
Kayak aku ini,malah sepertinya aku jatuh cinta sama om hamka,bukan anaknya
Pikiran tadi di parkiran masih membayangi,dan aku masih ingat dengan jelas bagaimana bibirnya yang dengan lihaynya menyapu bersih mulutku
Entah kenapa aku menjadi panas dingin,ketika mengingat dia seperti bayi
Oh otak,kenapa semesum ini
"Saya sudah bilang,dibelakang ada payung,kamu pakai payung,malah lari lari" omelnya
karna aku melamun sampai aku tidak tau dia sudah dibelakangku
Aku tersenyum saja
"Masuk om" kataku mempersilahkannya
Diapun melenggang masuk,aku segera mengambil handuk yang dijemuran,untuk mengeringkan rambutku...
Setelah dirasa sudah tidak menetes,akupun membuat kopi untuk om hamka...
Aku membawanya keruang keruang tamu
masih belum berganti pakaian,karna rencananya setelah meletakkan kopi aku akan mandi,takut masuk angin juga
"Silahkan om,biar anget,aku mau mandi dulu ya om" kataku berdiri disampingnya
Kulihat om hamka malah melihatku tanpa berkedip,dan dia malah berdiri tanpa mengalihkan pandangannya
Akupun akhirnya ikut melihat kearah pandangannya
yang ternyata seragam putihku basah,jadi tetlihat dengan jelas bra pink yang kugunakan
__ADS_1
dia malah semakin mendekat kearahku...
dan........