Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
jeni...?


__ADS_3

pagi harinya seperti biasa aku berangkat kekantor jam tujuh pagi,dan resapun kesekolahannya dengan motornya


katanya jika tinggal disini harus pakai motor,karna harus melewati gang kecil agar cepat sampai,kubiarkan saja apa maunya


resa sudah seperti adikku sendiri,tapi dia sudah pandai merangkap menjadi istri


dari menyiapkan pakaian,membuat sarapan,hingga aku seperti seorang suami pada umumnya


pagi ini kulihat dimeja sekertaris,tapi tak kulihat jeni disana,mungkin dia belum sampai.....


tok tok tok


"masuk"


"sayang...maaf terlambat,teman temanmu baru pulang setelah subuh tiba"


dia datang dijam sepuluh,jika bukan karna dia sumber keuangan terbesar,aku sudah memakinya,bagaimana mungkin sekertaris malah datang sesiang ini


aku tersenyum padanya,senyum yang snagat kupaksa


dan seperti biasa dia berbalik,kupikir dia akan segera keruangannya,tapi nyatanya dia malah mengunci pintu dan berbalik padaku


seperti biasa pula,sambil berjalan,dia sambil melepaskan semua pakaiannya


oh ya tuhan,bahkan dia bilang tadi sampai subuh melayani teman temanku,apa dia belum puas juga?


dia langsung membelai wajahku dan langsung merogoh celanaku,aku laki laki normal yang akan langsung bergairah jika seperti ini


dia berjongkok dan memainkan dengan mulutnya,aku hanya diam menikmati


kulepas kemeja yang kupakai karna takut kotor,dan aku berjalan menuju sofa


aku terlentang,membiarkan dia berbuat semaunya,hingga dia menaik turunkan pinggulnya,aku hanya diam menikmati


sampai lahar itu keluar dan dia meminum habis lahar putih itu


aku segera berlalu kekamar mandi,karna sebentar lagi akan ada tamu dari luar negri


setelah aku keluar dengan segar,bergantian dia yang membersihkan diri


"ternyata bermain dengan tiga orang membuatku sangat ketagihan,bisakah kau mengundang mereka lagi untuk bersamaku?" tanya dia sambil memakai kembali pakaiannya


aku tersenyum miring,akhirnya aku dapat lagi,dan tadi pagipun teman temanku itu mengabari jika mereka sangat puas dengan permainan jeni


aku mengangguk dan menyuruhnya keruangnanya dan memberikan map untuk dipelajarainya


dia tidak kesulitan karna ternyata sebelum ini dia bekerja menjadi sekertaris selama lima tahun diperusahaan lain


tok tok tok


"pak ada tamu..."


"suruh masuk"


kulihat ada dua bule yang datang,mereka ini dari amerika yang ingin menjalin kerja sama dengaku,kupersilahkan mereka masuk,dan duduk


hampir sejam kami membahas pekerjaan,dan berakhir dengan tanda tangan,aku senang sekali


tentu saja dengan sogokan perempuan


dan tentu saja,jeni yang kutumbalkan


aku keluar dan datang keruangan jeni


"jen....mereka tertarik padamu,apa kau mau melayaninya? nanti kuberikan bonus besar untukmu"


kulihat dia berbinar dengan senang,setelah aku menunjukkan bukti transferku,dan dia segera berdiri dan masuk ruanganku


kusuruh mereka bermain dikamar pribadiku,dan dengan senang hati mereka menyambut


hampir tiga jam mereka masuk,tapi belum keluar lagi kubiarkan saja

__ADS_1


mungkin kalau bule tenaganya kuat


hingga jam empat mereka baru keluar dengan senyum yang puas,mereka memberikan jempolnya dan pamit pergi


kutengok sijeni ternyata dia baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuknya,entah bagaimana aku juga ingin merasakannya,tanpa meminta persetujuannya aku menyerangnya dengan sedikit kasar,tapi ini tidak seenak tadi,karna mungkin ukuran kami yang tidak sama,sehingga terasa sangat longgar


kuajak dia kekamar mandi,dan memulai dengan aksiku


"jen...belakang ya..."


dia tersentak kaget dan melotot


tapi tak.kuhiraukan dia yang melotot,langsung saja kubalik badannya dan menyerangnya


mungkin ini pertama baginya,hingga terasa sangat sempit,dan dengan susah payah aku memasukinya


butuh waktu lama hingga semua terbenam sempurna


dia merintih dan berteriak untuk berhenti karna sakit,tapi sama sekali tidak kuhiraukan,aku terus memacu pinggulku,hingga aku rasa akan segera sampai pada puncak baru aku mengganti ke yang depan


dia menatapku sedikit nyalang


dan berjalan dengan sedikit tertatih


apa aku peduli? tidak sama sekali...


kutinggalakan dia dikamar mandi,karna aku masih banyak pekerjaan


ceklek...


"tega kamu ya...."


aku memincingkan mata dengan sinis


"nikmati saja,nanti aku transfer kamu seratus juta lagi"


mendengar nominal yang kusebutkan dia langsung tersenyum dan berjalan kembali pada keruangannya


ya ayah mertuaku itu adalah orang kepercayaan oma ,opa dan bahkan sahabat karib papa


tok tok tok


"masuk..."


"ayah"


aku langsung menyambutnya dan mencium dengan takzim punggung tanganya


"gimana kabarmu nak"


"aku baik ayah"


"kemarin resa datang,sepulang sekolah,kenapa kamu tidak ikut"


"kan aku dikantor ayah,dan sedang akan menjalin kerja sama dengan perusahan amerika,tadi mereka sudah kesini dan alhamdulillah mereka sudah tanda tangan kontrak"


ujarku


"alhamdulillah"


"sebentar yah"


aku keluar dan keruangan jeni,untuk menyuruhnya membuat teh hangat


tak lama


to tok tok


"masuk"


"tuan...ini teh hangatnya" ujar jeni

__ADS_1


"jeni......"


"yusuf"


aku melongo karna seorang ayah yang alim bisa mengenal seorang jeni,pergaulan jeni tidak mungkin seperti ayah,ayah agamis,jeni yang bebas


"kamu bekerja disini....?"


" iya yusuf"ujar jeni dengan senyum manisnya


"sebentar..."


kata ayah yang keluar ruangan sambil memegang ponsel dan tak lama kemudian dia masuk lagi


"apa papamu tau,kalau jeni kerja disini?"


tanya ayah


aku mengkerutkan kening,perusahaan ini sudah dilimpahkan tanggung jawab ke aku setelah aku menikah,jadi untuk apa aku harus memberi tahu papa jika aku mengangkat sekertaris?


"kenapa aku harus memberitau papa yah?"


kulihat ayah kebingungan mau mengatakan sesuatu,tapi seperti tidak enak,tapi kulihat dari gelagatnya,dia seperti harus menyampaikan sesuatu itu


"ayah tadi sudah menelpon papamu,papamu sedikit terkejut,saat tau bahwa jeni bekerja disini"


"lah apa hubungannya yah? apa papa juga mengenal jeni?" kataku tak sabar,sedangkan jeni hanya mematung dan mendengarkan,dia juga sepertinya bingung


kulihat ayah mengangguk anggukan kepalanya


"arka...mungkin kamu tidak tau,tapi ayah akan memberitaumu sesuatu,kuharap kamu bisa menerima dengan baik"


aku mengangguk dan memandang ayah mertuaku ini yang masih sangat muda


"jen....dia anak dari hamka"


kata ayah pada jeni


"apa......!!!?


dia bahkan berteriak dengan wajah kagetnya


aku lebih bingung dan seperti orang bodoh melihat ayah dan jeni


ayah dengan tegas,dan jeni yang menjadi pucat saat tau aku adalah anak papaku


memangnya kenapa?


"arka...jeni adalah ibu kandungmu"


"apa.....!!!?


kini giliran aku yang berteriak dengan sangat kencang


aku sangat syok mendengar kenyataan ini


bahkan aku lebih syok lagi,karna ternyata aku menyetubuhi ibu kandungku sendiri


oh ya tuhan.....ingin aku berteriak dengan kencang dengan kenyataan ini


"ja aja ja ja di....dia anakku?" tanya jeni dengan terbata dan menangis


ayah mengangguk


"iya...arka adalah anakmu dan hamka,arka adalah bayi yang dulu kamu buang ditepi kali,dan diselamatkan oleh hamka"


kata kata ayah membuatku lebih terkejut lagi,ternyata dulu aku dibuang oleh ibuku sendiri


ayahpun mendekatiku,dan menceritakan semuanya,katanya tadi sudah meminta ijin pada papa,dan papa mengijinkan ayah untuk membuka semua masa laluku


aku yang tadi merasa bersalah pada jeni,seketika menjadi sangat benci pada wanita ini....

__ADS_1


aku akan menyiksanya lagi dan lagi....


__ADS_2