
pagi harinya seperti biasa aku berangkat kekantor jam tujuh pagi,dan resapun kesekolahannya dengan motornya
katanya jika tinggal disini harus pakai motor,karna harus melewati gang kecil agar cepat sampai,kubiarkan saja apa maunya
resa sudah seperti adikku sendiri,tapi dia sudah pandai merangkap menjadi istri
dari menyiapkan pakaian,membuat sarapan,hingga aku seperti seorang suami pada umumnya
pagi ini kulihat dimeja sekertaris,tapi tak kulihat jeni disana,mungkin dia belum sampai.....
tok tok tok
"masuk"
"sayang...maaf terlambat,teman temanmu baru pulang setelah subuh tiba"
dia datang dijam sepuluh,jika bukan karna dia sumber keuangan terbesar,aku sudah memakinya,bagaimana mungkin sekertaris malah datang sesiang ini
aku tersenyum padanya,senyum yang snagat kupaksa
dan seperti biasa dia berbalik,kupikir dia akan segera keruangannya,tapi nyatanya dia malah mengunci pintu dan berbalik padaku
seperti biasa pula,sambil berjalan,dia sambil melepaskan semua pakaiannya
oh ya tuhan,bahkan dia bilang tadi sampai subuh melayani teman temanku,apa dia belum puas juga?
dia langsung membelai wajahku dan langsung merogoh celanaku,aku laki laki normal yang akan langsung bergairah jika seperti ini
dia berjongkok dan memainkan dengan mulutnya,aku hanya diam menikmati
kulepas kemeja yang kupakai karna takut kotor,dan aku berjalan menuju sofa
aku terlentang,membiarkan dia berbuat semaunya,hingga dia menaik turunkan pinggulnya,aku hanya diam menikmati
sampai lahar itu keluar dan dia meminum habis lahar putih itu
aku segera berlalu kekamar mandi,karna sebentar lagi akan ada tamu dari luar negri
setelah aku keluar dengan segar,bergantian dia yang membersihkan diri
"ternyata bermain dengan tiga orang membuatku sangat ketagihan,bisakah kau mengundang mereka lagi untuk bersamaku?" tanya dia sambil memakai kembali pakaiannya
aku tersenyum miring,akhirnya aku dapat lagi,dan tadi pagipun teman temanku itu mengabari jika mereka sangat puas dengan permainan jeni
aku mengangguk dan menyuruhnya keruangnanya dan memberikan map untuk dipelajarainya
dia tidak kesulitan karna ternyata sebelum ini dia bekerja menjadi sekertaris selama lima tahun diperusahaan lain
tok tok tok
"pak ada tamu..."
"suruh masuk"
kulihat ada dua bule yang datang,mereka ini dari amerika yang ingin menjalin kerja sama dengaku,kupersilahkan mereka masuk,dan duduk
hampir sejam kami membahas pekerjaan,dan berakhir dengan tanda tangan,aku senang sekali
tentu saja dengan sogokan perempuan
dan tentu saja,jeni yang kutumbalkan
aku keluar dan datang keruangan jeni
"jen....mereka tertarik padamu,apa kau mau melayaninya? nanti kuberikan bonus besar untukmu"
kulihat dia berbinar dengan senang,setelah aku menunjukkan bukti transferku,dan dia segera berdiri dan masuk ruanganku
kusuruh mereka bermain dikamar pribadiku,dan dengan senang hati mereka menyambut
hampir tiga jam mereka masuk,tapi belum keluar lagi kubiarkan saja
__ADS_1
mungkin kalau bule tenaganya kuat
hingga jam empat mereka baru keluar dengan senyum yang puas,mereka memberikan jempolnya dan pamit pergi
kutengok sijeni ternyata dia baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuknya,entah bagaimana aku juga ingin merasakannya,tanpa meminta persetujuannya aku menyerangnya dengan sedikit kasar,tapi ini tidak seenak tadi,karna mungkin ukuran kami yang tidak sama,sehingga terasa sangat longgar
kuajak dia kekamar mandi,dan memulai dengan aksiku
"jen...belakang ya..."
dia tersentak kaget dan melotot
tapi tak.kuhiraukan dia yang melotot,langsung saja kubalik badannya dan menyerangnya
mungkin ini pertama baginya,hingga terasa sangat sempit,dan dengan susah payah aku memasukinya
butuh waktu lama hingga semua terbenam sempurna
dia merintih dan berteriak untuk berhenti karna sakit,tapi sama sekali tidak kuhiraukan,aku terus memacu pinggulku,hingga aku rasa akan segera sampai pada puncak baru aku mengganti ke yang depan
dia menatapku sedikit nyalang
dan berjalan dengan sedikit tertatih
apa aku peduli? tidak sama sekali...
kutinggalakan dia dikamar mandi,karna aku masih banyak pekerjaan
ceklek...
"tega kamu ya...."
aku memincingkan mata dengan sinis
"nikmati saja,nanti aku transfer kamu seratus juta lagi"
mendengar nominal yang kusebutkan dia langsung tersenyum dan berjalan kembali pada keruangannya
ya ayah mertuaku itu adalah orang kepercayaan oma ,opa dan bahkan sahabat karib papa
tok tok tok
"masuk..."
"ayah"
aku langsung menyambutnya dan mencium dengan takzim punggung tanganya
"gimana kabarmu nak"
"aku baik ayah"
"kemarin resa datang,sepulang sekolah,kenapa kamu tidak ikut"
"kan aku dikantor ayah,dan sedang akan menjalin kerja sama dengan perusahan amerika,tadi mereka sudah kesini dan alhamdulillah mereka sudah tanda tangan kontrak"
ujarku
"alhamdulillah"
"sebentar yah"
aku keluar dan keruangan jeni,untuk menyuruhnya membuat teh hangat
tak lama
to tok tok
"masuk"
"tuan...ini teh hangatnya" ujar jeni
__ADS_1
"jeni......"
"yusuf"
aku melongo karna seorang ayah yang alim bisa mengenal seorang jeni,pergaulan jeni tidak mungkin seperti ayah,ayah agamis,jeni yang bebas
"kamu bekerja disini....?"
" iya yusuf"ujar jeni dengan senyum manisnya
"sebentar..."
kata ayah yang keluar ruangan sambil memegang ponsel dan tak lama kemudian dia masuk lagi
"apa papamu tau,kalau jeni kerja disini?"
tanya ayah
aku mengkerutkan kening,perusahaan ini sudah dilimpahkan tanggung jawab ke aku setelah aku menikah,jadi untuk apa aku harus memberi tahu papa jika aku mengangkat sekertaris?
"kenapa aku harus memberitau papa yah?"
kulihat ayah kebingungan mau mengatakan sesuatu,tapi seperti tidak enak,tapi kulihat dari gelagatnya,dia seperti harus menyampaikan sesuatu itu
"ayah tadi sudah menelpon papamu,papamu sedikit terkejut,saat tau bahwa jeni bekerja disini"
"lah apa hubungannya yah? apa papa juga mengenal jeni?" kataku tak sabar,sedangkan jeni hanya mematung dan mendengarkan,dia juga sepertinya bingung
kulihat ayah mengangguk anggukan kepalanya
"arka...mungkin kamu tidak tau,tapi ayah akan memberitaumu sesuatu,kuharap kamu bisa menerima dengan baik"
aku mengangguk dan memandang ayah mertuaku ini yang masih sangat muda
"jen....dia anak dari hamka"
kata ayah pada jeni
"apa......!!!?
dia bahkan berteriak dengan wajah kagetnya
aku lebih bingung dan seperti orang bodoh melihat ayah dan jeni
ayah dengan tegas,dan jeni yang menjadi pucat saat tau aku adalah anak papaku
memangnya kenapa?
"arka...jeni adalah ibu kandungmu"
"apa.....!!!?
kini giliran aku yang berteriak dengan sangat kencang
aku sangat syok mendengar kenyataan ini
bahkan aku lebih syok lagi,karna ternyata aku menyetubuhi ibu kandungku sendiri
oh ya tuhan.....ingin aku berteriak dengan kencang dengan kenyataan ini
"ja aja ja ja di....dia anakku?" tanya jeni dengan terbata dan menangis
ayah mengangguk
"iya...arka adalah anakmu dan hamka,arka adalah bayi yang dulu kamu buang ditepi kali,dan diselamatkan oleh hamka"
kata kata ayah membuatku lebih terkejut lagi,ternyata dulu aku dibuang oleh ibuku sendiri
ayahpun mendekatiku,dan menceritakan semuanya,katanya tadi sudah meminta ijin pada papa,dan papa mengijinkan ayah untuk membuka semua masa laluku
aku yang tadi merasa bersalah pada jeni,seketika menjadi sangat benci pada wanita ini....
__ADS_1
aku akan menyiksanya lagi dan lagi....