
"ini semua gara gara kamu…!!!"
tunjuk anita padaku....
"maksudmu?"…………
"kamu darimana res?" tanya bang arka yang dengan melotot tajam kearahku
"aku dari kamar ibu,karna kebelet,abang nggak keluar keluar" jawabku jujur
"harusnya kalau keluar kamar itu,tutup rapat pintunya" bentaknya dengan keras
oh jadi,tadi aku tidak menutup rapat pintu,hingga om hamka datang kekamar ini
"jangan membentak anakku...!!!"ujar ayah dengan keras
entah sejak kapan ayah dan ibuku ini dikamar ini,karna aku tidak menyadarinya
"apa yang kamu lakukan pada putriku hah....!!! baru kemarin kamu menikahinya dan langsung membawa perempuan lain kekamarmu? biadap kamu...kupikir anakku akan bahagia dan kamu bisa menjaganya,tapi apa ini...? semalam kamu menikahinya dan langsung membawa madu untuk anakku?" ujar ayah dengan mata yang memerah
satu bogem mentah ayah layangkan pada bang arka,hingga bang arka tersungkur dan menabrak tempat sampah
melihat sampah yang berceceran,dan terlihatlah bungkus dan tisu bekas mereka,ayah dan ibu menatapku dengan pandangan entahlah
Aku segera menggeleng pelan
"mereka yang pakai"
bang arka memolototiku bersama dengan anita juga,mungkin mereka pikir aku tidak tau kalau mereka sedang aye aye
"semalam aku belum tidur bang,dan tengah malam aku terbangun,jadi aku tau"
ucapku jujur
biarlah bang arka memang harus jadi gantle,agar tidak memperpanjang masalah lagi,entah kenapa aku muak sekali..
bang arka bahkan terkesan sangat tunduk pada anita
dari dua minggu ini,sebenarnya aku mulai mengerti yang dikatakan om hamka itu benar adanya,karena kami yang sering jalan bertiga,dan anita yang sering meminta barang barang mahal pada bang arka,bahkan anita juga tidak sungkan mengajari bang arka untuk menilep uang perusahaan,toh itu perusahaan papanya katanya,aku tau anita wanita yang matre,
aku bahkan sering mendengar ketika anita meminta transfer ke bang arka,bahkan bisa seminggu dua atau tiga kali dalam jumlah yang tidak sedikit...
jika bang arka menolak,dia akan mengancam tidak akan menservis bang arka lagi,dan akan mengadukan hubungan mereka pada om hamka,
bang arka yang takut pada om hamka pun jadi menurut saja,karna katanya kalau sampai papanya tau,dirinya masih berhubungan dengan anita,maka dirinya akan dikirim ke perusahaan cabang yang sedikit berada didesa
__ADS_1
dan setelah kejadian malam tadi,aku percaya yang dikatakan om hamka...bahwa anita memang sering menggoda pria pria kaya dengan tubuhnya,dan kurasa dia sedikit hiper
"bukankah kamu wanita yang bekerja diclub?" tanya ibu dengan mengamati anita dengan seksama
anita tidak menjawab,hanya menunduk saja
"dan bukankah kamu adalah simpanan dari suami adira temanku?wajahmu tidak asing...dan aku baru mengingat,bahwa aku pernah dikirimin video penggrebekanmu dengan suami adira" ujar ibu lagi
"dan aku juga baru mengingat,bukankah kamu adalah psk yang bekerja di westclub?
ham...bukankah dulu kamu ditawari seorang psk oleh pemilik club itu? bukankah wanita ini?kata pemilik club itu dia sudah sangat ahli dalam bermain begituan,karna dia terbiasa melayani orang orang kelas atas,bukankah dia juga yang kepergok kita,sedang melayani pak william yang dari amerika itu?" tanya ayah panjang lebar
kulihat bang arka melotot pada anita
bahkan wajahnya terlihat sangat memerah
sambil manggut manggut om hamka berjalan ke arah bang arka
"itulah kenapa aku menolak anita,itulah kenapa aku melarangmu dengannya,dan itulah kenapa aku mati matian menyuruhmu menjauhi anita,aku berfikir kamu menerima berjodohan ini dengan senang hati,bahkan dwngan bahagianya kamu mengurus semua pernikahan ini dengan ibu mertuamu,apa yang kurang? kamu minta apartemen aku berikan,katanya kamu ingin mandiri dan tidak mau ada fitnah dengan papa yang duda ini,bahkan kamu sering meminta uang,katanya untuk membelanjakan resa,ternyata malah untuk menghidupi psk ini,papa kecewa padamu,papa gagal mendidikmu" ujar om hamka dengan terus membabi buta memukuli wajah anak laki lakinya,ayah diam saja,mungkin merasa bukan wewenangnya,dan kurasa beliau juga sangat kecewa pada bang arka
"sudah ham...nanti dia mati" setelah bang arka tak berdaya,barulah ayah maju untuk memisahkan
kulihat muka bang arka sudah banyak lebam,dan bahkan giginya ada dua yang copot,serta darah yang mengalir dari hidungnya,dia pingsan seketika
"cepat pakai bajumu,dan pergi" kata ibu menghampiri anita
kulihat om hamka menangis dan terus meminta maaf pada ayah
"aku gagal mendidik anak laki lakiku,aku benar benar merasa bersalah dengan mamanya arka,aku sudah dari dulu melarang arka berhubungan dengan wanita itu,tapi apa ini...? ini benar benar sebuah tamparan untukku,maafkan aku"
ayah yang memang kalem,dia menepuk nepuk bahu sahabatnya itu
"bukan salahmu,berhentilah minta maaf"
"aku sebenarnya sudah tau anita menginap dikamar sebelah,tapi aku langsung menyuruh pak rudi mengeceknya,tapi dia tidak ada,jadi aku berfikir positif,mungkin memang bukan anita yang itu,semalampun aku mendengar suara aneh wanita,kupikir itu putrimu,jadi aku biarkan saja" katanya lagi,tapi sudah tenang,tidak semenyeramkan tadi,tadi mukanya merah padam,bahkan rahangnya mengeras
"jam berapa dia datangkan wanita ular itu res?" tanya dia padaku
"jam berapa aku lupa om,yang jelas setelah mandi,aku keluar sudah ada mereka berdua" jawabku jujur
"jadi karna itu juga,kamu kekamar ibu untuk kencing?" tanya ibu sambil memelukku
"iya,karna bang arka lagi didalam kamar mandi dengan anita bu"
om hamka melihatku
__ADS_1
"aku tadi juga mendengar suara ******* didalam kamar mandi,makanya aku langsung masuk saja,aku mendengar resa teriak teriak memanggil ibunya dikamar kalian, tapi ada suara ******* wanita,dan ternyata pintu tidak dikunci,sehingga memudahkan aku masuk dan langsung menggrebek mereka yang sedang hal itu didalam kamar mandi" ujar om hamka
"ya sudahlah kita pulang dulu,dan kita bicarakan nanti lagi masalah ini" ayahku memang selalu tenang dalam menghadapi masalah
"iya,,,kita bawa arka dulu kerumah,dan kita bicarakan baik baik masalah ini" sambung ibu
om hamkapun menurut,dan memapah bang arka dengan dibantu ayah
aku dan ibu membereskan baju,serta semua barang yang akan dibawa pulang
setelah sampai rumah om hamka
barulah bang arka sadar,tapi terus menunduk dan tidak berani menatap om hamka sedikitpun
bahkan dia bangun dari pingsan,tapi langsung duduk,karna tau om hamka,ayah,ibu dan aku berkumpul diruang tamu,bang arkapun tadi ditidurkan disofa
" apa kamu juga menggunakan uang perusahaan untuk ****** itu?"
"jawab arka…!!!"
sentak om hamka sampai bang arkapun terkesiap dan gemetar
"iya pa...."
katanya sambil terus menunduk
kulihat om hamka sampai memejamkan mata,setelah mendengar jawaban bang arka,bahkan tangannyapun terkepal dengan kuat,wajahnya sudah merah padam...
dia lalu masuk kedalam kamarnya,tak lama dia keluar dengan rambut basahnya,serta sudah berganti pakaian
mungkin dia ingin mendinginkan kepalanya...terlihat dia lebih segar,dan duduk kembali didekat bang arka
"apa kamu juga yang mencuri perhiasan oma?" tanya dia,tapi dalam mode yang datar tanpa kemarahan seperti tadi
"iya pa..." jawab bang arka lagi
"uang perusahaan hilang dengan angka lima milyar,dan kamu menunjuk pak yunus yang memang bekerja di bagian kepala proyek,apa itu juga ulahmu?" tanya dia dengan menatap anak laki lakinya
"iya pa" jawab bang arka lagi
om hamka langsung berdiri dan masuk ke dalam kamarnya lagi
tidak lama, bughhhhh......
om hamka memukul kepala bang arka dengan tongkat bisboll,oh ya tuhan bahkan sekarang bang arka tidak sadarkan diri,dan kepalanya mengalir darah
__ADS_1
ayahpun akhirnya menenangkan om hamka,tapi karna om hamka sulit dikendalikan,walau melihat anak laki lakinya sudah terkapar,tapi dia terus maju ingin memukul lagi,akhirnya ayah memukul om hamka hingga terjatuh
dan ibu langsung menelpon ambulans