Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
adik lagi


__ADS_3

Masih pov rendi


Sebulan telah berlalu,pagi ini disibukkan dengan wanita itu yang akan melahirkan,menjadikan ibu yang panik karna melihat wanita itu sudah sangat pucat,dan melihat darah yang terus mengalir dari selah kakinya


Kami yang sedang panik,tapi ayah sangat tenang,bahkan ayah menyuruh memanggil ambulans,dia berkata tidak mau mobilnya terkena darah,karna perempuan itu katanya sudah menahan sakit dari semalam,itu artinya,bayinya memang akan segera keluar


Dengan santainya ayah membuat kopi dan langsung duduk dimeja makan,sambil mengolesi roti tawar,sesekali dia bermain ponselnya,seperti orang sibuk,tapi setelah kulirik,ternyata ayah memainkan ponselnya untuk melihat lihat foto foto ibu saat beliau tidur dan aktivitas dikamar,bahkan ayah sambil terus tersenyum,tidak peduli dengan kebisingan yang diciptakan wanita itu dan ibuku,ayah masih tetep anteng mengunyah roti sesekali menyesap kopinya,sambil tangan kirinya memegang ponsel dan terus mengamati foto ibu


Aku bahkan sampai heran,apa aya tidak panik sedikitpun?ini bahkan anaknya,walau aku tau memang ayah tidak menghendakinya,tapi setidaknya ayah punya simpati sedikit saja,tapi apa ini? bahkan setelah selesai sarapan,ayah langsung pergi begitu saja,setelah masuk kamar tamu yang ditempati wanita itu untuk menyodorkan tangannya pada ibu,setelah ibu mencium punggung tangan ayah,ayah mencium kening ibu,beliau bahkan tidak melirik sedikitpun kearah wanita itu,beliau langsung berlalu pergi kekantornya


Ibu bahkan meminta maaf atas nama ayah,yang sama sekali tidak peduli dengan wanita itu,bahkan aku saja yang sebagai laki laki ikut merasa sedih karna kelaluan ayah


Tapi aku juga bisa mengerti,karna biar bagaimanapun,ayah dijebak dengan hubungan ini dan mau tidak mau,ayah harus menanggung semua ini


tepat jam setengah delapan ambulans menelpon,bahwa mobilnya tidak bisa bergerak sama sekali karna macet yang sangat parah,karna ternyata didepan ada kecelakaan beruntun yang yang tak terelakkan,ibu semakin panik,karna tentu saja mengira bahwa itu ayah,mengingat ayah juga lewat jalur itu,beliau segera meraih ponselnya dan menelpon ayah


Didering pertama ayah langsung mengangkatnya


(Assalammualaikum sayangku,cintaku,dambaanku,pujaan hatiku, ah terlope lopeku)


Aku sampai ingin muntah mendengar jawaban dari ayah,ibu yang menlodspeaker ponselnya menjadi malu dan mukanya menjadi memerah


"Ah ayah,alhamdulillah nggak papa,tadi ibu dengar ada kecelakaan beruntun dijalan samping swalayan,ibu pikir ayah"


(Ah adindaku,suamimu ini baik baik saja,kanda tidak akan kenapa kenapa,karna kalau kanda kenapa kenapa,takut dinda nangis dan ayah tidak snaggup melihat airmata itu,lagian kandakan tadi berangkat pagi sekali cinta?suamimu ini tadi berangkat jam enam,sudah pasti nyampai kantor jam tujuh sayang)


"Ya udah deh"


Mungkin ibu malu karna mendengar jawaban yang super duper lebay dari ayah,sehingga ibu langsung mematikan panggilan itu,dan tersenyum kikuk didepan kami


Bahkan wanita itu yang sedang meringis seperti menahan senyumnya,nggak nyangka gue punya ayah selebay itu,bahkan dulu ayah tidak seperti itu,walaupun kelihatan bucin akut dengan ibu,tapi ayah selalu menjaga wibawanya jika didepan orang,beliau akan terlihat bucin jika sudah didalam rumah,itupun jika aku sedang tidak terlihat dirumah

__ADS_1


Karna aku yang merasa sudah sangat kasihan dengan wanita itu,kuputuskan untuk membawanya ke rumah sakit dengan motor,tapi karna motorku kecil,jadi niatnya aku akan meminjam motor milik ayah yusuf yang besar,agar muat aku dan ibuku juga,nanti wanita itu bisa ditengah tengah


Akupun segera pergi kerumah ayah yusuf,karna takutnya ayah sudah berangkat kerja,karna memang biasanya ayah kalau kerja akan memakai motor jika tidak hujan


"Assalammualaikum ayah,ibu"


"Walaikumsalam..masuk ren.."


ternyata om hamka yang membuka pintu


"He he om,ayah ada nggak?"


tanyaku cengengesan,karna memang belum terbiasa saja


"Ayah sudah berangkat kerja,kenapa memangnya?"


"Yah...niatnya mau pinjam motor,karna tante mau melahirkan dan ambulans macet,jadi nggak nyampe nyampe" kataku sedikit kecewa,karna pupus sudah harapannya,jika memakai motorku mungkin akan sangat sempit,mengingat ini membawa wanita hamil besar,dan harus boncengan tiga juga


"Ayahmu?"


"Ayah sudah berangkat kerja tadi pagi sekali,beliau menyuruhku menelpon ambulans,tapi ada kecelakaan jadinya ambulans tidak bisa lewat,mau mundur lagi juga mobil sudah sangat rapat,akhirnya mereka dian ditempat" dengan lesu kujelaskan semua ini


"Ya sudah om antar,sebentar om pamit dulu ma resa ya?" belum aku menjawab om hamka sudah berlalu kedalam,dan tidak lama kemudian dia datang dengan menggandeng tangan resa


Kami segera meluncur kerumah sakit dengan mengambil jalan lain,walau lebih jauh tapi lebih baik,karna ini kecelakaan beruntun dan mungkin akan memakan waktu lama,akupun sudah mengabarkan pihak ambulans bahwa akan berangkat sendiri


Sampai dirumah sakit,wanita itu langsung dibawa ke ruang persalinan,dan aku segera mendaftar,bahkan aku tidak masuk kuliah karna akan menyambut adik baruku๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Lihatlah,bukan aku yang membuat,tapi aku yang sangat sibuk,tapi yang membuat malah sedang ngopi santai disebuah caffe,aku tau dari status ayah,bahkan baru tiga menit yang lalu ayah menguplond foto kopi disebuah caffe yang tidak jauh dari pengadilan,dan foto kedua menguplond foto mendoan serta kata kata lebay,yang pasti tentang ibu yang lebih jago memasak


Setengah jam berlalu dan dokter juga mengatakan bahwa pembukaan sudah sempurna,dan menanyakan siapa diantara kami yang akan menemani wanita itu melahirkan,dan ibulah yang langsung menjawab dan akan segera masuk

__ADS_1


Tak lama ada perawat yang keluar dengan terburu buru dan seorang perawat laki laki menggendong ibu keluar dengan mata terpejam,rupanya ibu pingsan saat menemani wanita itu melahirkan,ibupun segera dibawa keruangan untuk diperiksa dokter lainnya,dan aku segera mengabari ayah,tak perlu waktu lama ayah datang dengan berlari dan ngos ngosan


"Dimana ibumu?" tanyanya yang sedang sambil mengatur nafasnya


"Didalam yah,sedang diperiksa dokter"


ayah mengangguk tapi terus mondar mandir didepan pintu,beruntung ibu diperiksa pas di depan ruangan bersalin ini,jadi aku tidak perlu kesana kemari untuk memeriksanya


Tak lama terdengarlah suara tangisan bayi yang sangat keras,mungkin anak itu menunggu ayahnya,karna sejak tadi tidak mau keluar,tapi setelah ayah datang tidak sampai lima menit sudah keluar


Tapi ayah masih saja datar,dan tidak ada raut kebahagiaan sama sekali,hingga dokter yang memeriksa ibu keluar


"Gimana keadaan istri saya dok?"ayah yang tadi datar,menjadi panik lagi setelah dokter yang memeriksa ibu keluar


"Anda suaminya?" tanya dokter itu ramah


"Iya,saya suaminya"


"Ah selamat pak,istri anda sedang mengandung tiga minggu,untuk lebih tepatnya silahkan melakukan usg saja,mumpung masih disini"


Ayah sangat berbinar,tapi aku diam mematung seperti orang bodoh


Adik lagi ???


"dok maaf,bisa sekalian periksa istri saya,dia sangat lemah dan beberapa hari ini dia tidak napsu makan dan sering munta muntah" om hamka menyelanya


"baik,silahkan masuk...beruntung hari ini adalah tanggal merah,dan saya datang karna ada pasien vvip saya yang melahirkan" dokter itu sebenarnya libur mungkin,tapi karna ada pasien yang vvip jadi beliau datang rumah sakit


Tak berapa lama om hamka keluar dengan sangat bahagia dan berbinar jelas terlihat diwajahnya


"Resa hamil ren,aku akan segera punya anak,usia kandungannya sama seperti ibumu"

__ADS_1


Aku?jangan tanyakan aku,aku hanya batu yang sedang tidak punya otak untuk berfikir


__ADS_2