
pov rendi
aku berteman lama dengan resa,bahkan dari saat masih piyik hingga sekarang smk
kami tidak pernah berpisah walau hanya sebentar .
jika ada kegiatan keluargaku,aku akan mengajaknya
begitupun resa,jika ada kegiatan keluarganya,aku akan selalu diajaknya
orang tuaku yang tidak memiliki anak perempuan,menjadikan resa seperti anaknya sendiri
begitupun orang tua resa yang tidak memiliki anak laki laki,mereka sangat menyayangiku
kami bersahabat tapi selayaknya pacaran
lucu memang,tapi punya komitmen,bahwa kami hanya sahabat,tidak lebih dan tidak akan lebih
kami punya peraturan,yang mungkin aneh didengar orang lain...
1 dilarang jatuh cinta
2 dilarang cemburu
3 dilarang mengekang
4 saling mengerti
5 saling tolong menolong
6 selalu ada,ketika susah
7 kita akan menikah,jika kita sudah tua tapi belum ketemu jodoh
lucu bukan? tapi itulah kami
bahkan saat aku kelas sebelas smk,aku sempat memiliki pacar,tapi pacarku sangat cemburu pada resa,dia tidak suka jika aku didekatnya,bahkan semenjak pacaran akupun tidak pernah menjemputnya lagi,semua kulakukan karna perintah selly pacarku itu.
aku hanya akan berangkat sekolah dengan menjemput selly,istirahat kekantin bersama selly,padahal aku biasanya membawa bekal,kalau tidak resa yang bawa,kami akan ke lantai atas untuk makan bersama,Itupun jika salah satu dari kami telat sarapan,jika kami sudah sarapan,kami hanya akan makan jajanan ringan saja,pulang sekolah baru makan
__ADS_1
selama satu minggu ini aku bahkan tidak bersama resa,ada rindu kadang ingin melihatnya,tapi semenjak pacaran aku sibuk dengan selly,selly yang sangat suka belanja dan jalan jalan...
bahkan setiap pulang sekolah,aku hanya akan berganti baju dan langsung menjemput selly lagi,untuk sekedar jalan jalan ke mall,atau taman kota
jika aku telat sebentar saja,dia akan curiga,aku ketemuan dulu ma sena
dan entah kenapa...aku muak sekali dengan hubungan ini....
jika dengan resa,kami hanya akan jalan jalan setiap malam minggu saja,tapi setiap sore kami dirumah masing masing,atau aku kerumahnya,atau dia kerumahku
mentok jika bosan kami hanya akan bersepeda keliling komplek
akhirnya sore itu,tepat seminggu aku jadian dengan selly,aku memutuskannya
dia tidak terima,tapi aku benar benar muak dengan segala aturan hidupnya,aku seakan bukan diriku lagi,tapi aku harus mengikuti dirinya
kutinggal dia yang sedang ngomel ngomel tidak jelas
akupun langsung melaju kerumah resa
"assalammualaikum"
ceklek....
dia menaikkan alis melihatku,mungkin heran karna aku punya waktu untuk kerumahnya,padahal seminggu ini bahkan aku tidak nongol
"lagi ngapain?" tanyaku
"nonton tv"
"ibu dan ayah belum pulang?" tanyaku lagi
aku sudah terbiasa memanggil orang tuanya seperti dia memanggil orang tuanya
"ibu ditoko kue cabang bandung,mungkin malam baru pulang,ayah yang mengantar"
tanpa disuruh aku masuk saja dan duduk disofa,tapi bangkit lagi karna haus
akupun menuju kulkas dapur untuk minum,dia segera menutup pintu dan duduk didepan tv
__ADS_1
"aku putus dengan selly" kataku sambil duduk
dia mengeryit heran,karna dia tau aku baru seminggu pacaran
"kenapa?"
"aku kayak jadi pengawalnya,bukan pacarnya,muak aku dengan segala aturannya,muak aku dengan keinginanya" jawabku sambil mengambi plastik cemilanya
dia hanya mengangkat bahu acuh
"ini masih jam empat,sepedaan yuk" kataku
"males...."
"uh....nggak ada kabar apa apa ini seminggu dipisah?" tanyaku sambil meliriknya
"aku semalam ketemuan dengan calon suamiku,aku dijodohkan dengan anak teman ayah,dia sudah dewasa,usianya dua puluh lima tahun,dan sudah bekerja" jawabnya santai
aku terbengong mendengarnya,dijodohkan tapi kenapa dia sesantai ini
"tutup mulutmu,nanti laler masuk.... awalnya aku menolak,tapi percuma,ayah dan ibu tetap memaksa,ya sudahlah jalani aja" katanya sambil menguyah keripik lagi
"seminggu lagi aku tunangan"
katanya tanpa beban,kini aku yang seperti orang cengo,harus berkata apa
aku merasa bersalah karna seminggu ini aku sibuk dengan selly,aku bahkan tidak tau,jika dia punya masalah seperti ini
"dia juga nggak suka denganku,jadi kurasa nggak perlu ada yang dikhawatirkan,aku tetap aku,dia tetap dia,aku tetap dengan sekolah dan keinginanku bahkan tetap menjalani tentang hidupku,tidak ada menjalani hidup tentangnya"
katanya lagi sambil menatapku
aku mengelus rambutnya,dan segera kupeluk dirinya,aku tau walau dia sekuat ini tapi hatinya menangis,bahkan saat ini punggungnya bergetar...
mana yang semenit tadi bilang tidak apa apa ini? apa perempuan yang dipelukanku ini?
oh resa....ingatlah satu hal
bahwa aku akan selalu ada untukmu
__ADS_1