Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
bab 5


__ADS_3

pov rendi


aku berteman lama dengan resa,bahkan dari saat masih piyik hingga sekarang smk


kami tidak pernah berpisah walau hanya sebentar .


jika ada kegiatan keluargaku,aku akan mengajaknya


begitupun resa,jika ada kegiatan keluarganya,aku akan selalu diajaknya


orang tuaku yang tidak memiliki anak perempuan,menjadikan resa seperti anaknya sendiri


begitupun orang tua resa yang tidak memiliki anak laki laki,mereka sangat menyayangiku


kami bersahabat tapi selayaknya pacaran


lucu memang,tapi punya komitmen,bahwa kami hanya sahabat,tidak lebih dan tidak akan lebih


kami punya peraturan,yang mungkin aneh didengar orang lain...


1 dilarang jatuh cinta


2 dilarang cemburu


3 dilarang mengekang


4 saling mengerti


5 saling tolong menolong


6 selalu ada,ketika susah


7 kita akan menikah,jika kita sudah tua tapi belum ketemu jodoh


lucu bukan? tapi itulah kami


bahkan saat aku kelas sebelas smk,aku sempat memiliki pacar,tapi pacarku sangat cemburu pada resa,dia tidak suka jika aku didekatnya,bahkan semenjak pacaran akupun tidak pernah menjemputnya lagi,semua kulakukan karna perintah selly pacarku itu.


aku hanya akan berangkat sekolah dengan menjemput selly,istirahat kekantin bersama selly,padahal aku biasanya membawa bekal,kalau tidak resa yang bawa,kami akan ke lantai atas untuk makan bersama,Itupun jika salah satu dari kami telat sarapan,jika kami sudah sarapan,kami hanya akan makan jajanan ringan saja,pulang sekolah baru makan

__ADS_1


selama satu minggu ini aku bahkan tidak bersama resa,ada rindu kadang ingin melihatnya,tapi semenjak pacaran aku sibuk dengan selly,selly yang sangat suka belanja dan jalan jalan...


bahkan setiap pulang sekolah,aku hanya akan berganti baju dan langsung menjemput selly lagi,untuk sekedar jalan jalan ke mall,atau taman kota


jika aku telat sebentar saja,dia akan curiga,aku ketemuan dulu ma sena


dan entah kenapa...aku muak sekali dengan hubungan ini....


jika dengan resa,kami hanya akan jalan jalan setiap malam minggu saja,tapi setiap sore kami dirumah masing masing,atau aku kerumahnya,atau dia kerumahku


mentok jika bosan kami hanya akan bersepeda keliling komplek


akhirnya sore itu,tepat seminggu aku jadian dengan selly,aku memutuskannya


dia tidak terima,tapi aku benar benar muak dengan segala aturan hidupnya,aku seakan bukan diriku lagi,tapi aku harus mengikuti dirinya


kutinggal dia yang sedang ngomel ngomel tidak jelas


akupun langsung melaju kerumah resa


"assalammualaikum"


ceklek....


dia menaikkan alis melihatku,mungkin heran karna aku punya waktu untuk kerumahnya,padahal seminggu ini bahkan aku tidak nongol


"lagi ngapain?" tanyaku


"nonton tv"


"ibu dan ayah belum pulang?" tanyaku lagi


aku sudah terbiasa memanggil orang tuanya seperti dia memanggil orang tuanya


"ibu ditoko kue cabang bandung,mungkin malam baru pulang,ayah yang mengantar"


tanpa disuruh aku masuk saja dan duduk disofa,tapi bangkit lagi karna haus


akupun menuju kulkas dapur untuk minum,dia segera menutup pintu dan duduk didepan tv

__ADS_1


"aku putus dengan selly" kataku sambil duduk


dia mengeryit heran,karna dia tau aku baru seminggu pacaran


"kenapa?"


"aku kayak jadi pengawalnya,bukan pacarnya,muak aku dengan segala aturannya,muak aku dengan keinginanya" jawabku sambil mengambi plastik cemilanya


dia hanya mengangkat bahu acuh


"ini masih jam empat,sepedaan yuk" kataku


"males...."


"uh....nggak ada kabar apa apa ini seminggu dipisah?" tanyaku sambil meliriknya


"aku semalam ketemuan dengan calon suamiku,aku dijodohkan dengan anak teman ayah,dia sudah dewasa,usianya dua puluh lima tahun,dan sudah bekerja" jawabnya santai


aku terbengong mendengarnya,dijodohkan tapi kenapa dia sesantai ini


"tutup mulutmu,nanti laler masuk.... awalnya aku menolak,tapi percuma,ayah dan ibu tetap memaksa,ya sudahlah jalani aja" katanya sambil menguyah keripik lagi


"seminggu lagi aku tunangan"


katanya tanpa beban,kini aku yang seperti orang cengo,harus berkata apa


aku merasa bersalah karna seminggu ini aku sibuk dengan selly,aku bahkan tidak tau,jika dia punya masalah seperti ini


"dia juga nggak suka denganku,jadi kurasa nggak perlu ada yang dikhawatirkan,aku tetap aku,dia tetap dia,aku tetap dengan sekolah dan keinginanku bahkan tetap menjalani tentang hidupku,tidak ada menjalani hidup tentangnya"


katanya lagi sambil menatapku


aku mengelus rambutnya,dan segera kupeluk dirinya,aku tau walau dia sekuat ini tapi hatinya menangis,bahkan saat ini punggungnya bergetar...


mana yang semenit tadi bilang tidak apa apa ini? apa perempuan yang dipelukanku ini?


oh resa....ingatlah satu hal


bahwa aku akan selalu ada untukmu

__ADS_1


__ADS_2