
sebulan telah berlalu,dan seperti yang ibu katakan,bang arka tidak dipindahkan,karna om hamka memang sibuk diproyek medan
kami sudah pindah keapartemen yang bang arka beli untuk anita dulu,pantas saja menghabiskan banyak uang untuk mengisi perabot,karna yang kulihat semua perabot disini mahal mahal,dan terkesan antik
om hamka juga sudah mengijinkan bibi untuk kesini bersih bersih
tapi belum mau menemui bang arka
aku masih dengan rutinitasku seperti biasa,sekolah dijemput rendi,dan terkadang rendi bermain disini sampai bang arka pulang,karna bibi akan pulang kerumah om hamka setelah selesai bersih bersih
bang arka juga sudah membelikan aku mobil,dan aku juga sudah pandai menyetir
entah laku berapa jam tangannya,hingga bisa membeli ini dan itu
kami menjalani hari dengan seperti abang adek,tidak seperti suami istri pada umumnya,bang arka benar benar menganggapku adeknya,dia menjagaku selayaknya abang ya posesif,dan selalu memberi apapun yang kumau
aku semakin nyaman dibuatnya
drrrtttt....
(dek...abang pulang agak malam ya,abang mau malam mingguan dengan pacar baru abang,besok besok abang kenalin,karna baru jadian tadi,untuk makan malam,abang nanti pesankan,kamu mau makan apa?nanti ada gojek yang antar ya...abang yang bayar ko)
"bang,aku keluar ma rendi aja boleh nggak? ini kan malam minggu,aku mau jalan jalan ma rendi"
(oh ya sudah kalau begitu,uangnya masih nggak? abang transfer ya...abang baru gajian ini,tapi nanti pulangnya jangan malam malam ya)
"ya bang,makasih"
akupun segera menghubungi rendi dan dia langsung bilang "otw"
ting....
pesan masuk dari bang arka yang katanya sudah mentransfer sejumlah uang untukku
akupun segera membuka mbankingku dan mengeceknya
mataku terbelalak dengan nominal yang masuk dari bang arka
disana tertera dua puluh juta rupiah,aku bahkan baru kali ini mendapat uang sebanyak ini,biasanya ibu akan memberiku dua ratus ribu dalam seminggu,mentok jika ingin jalan jalan ibu memberiku tiga ratus ribu sekali jalan
kutelpon lagi bang arka,kenapa banyak sekali
"bang...kenapa banyak sekali"
(adekku sayang,abang habis gajian tentu uang itu untuk adekku satu satunya ini,gaji abang masih dua digit dek,doakan abang menang proyek yang disemarang ya dek,biar bisa kasih uang adek lebih banyak lagi,abang akan banyak uang jika memenangkan tander,jadi jangan lupa selalu doakan abang ya dek)
"pasti bang...tapi ini saja sudah banyak banget"
(beli apa aja yang adek mau,kemarin katanya pengen jaket yang ala artis itu,beli aja,jangan beli yang murahan,abang kerja juga buat adek,abang nggak mau kamu memakai barang murah)
" ya sudah bang,aku pergi naik motor rendi,dia sudah datang,makasih bang"
(ya dek,hati hati ya)
"ya bang"
__ADS_1
akupun segera bersiap karna rendi memang sudah datang
"kemana?" tanya dia diatas motor
"kepasar malam aja yuk,,,kita main aja" usulku
"ya sudah"
kami melaju dengan kecepatan sedang
hingga kami sampai dipasar malam dan asik bermain disana
tidak terasa waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam,kamipun segera beranjak mau pulang
sampai di apartemen,rendi langsung pulang
akupun segera naik lift menuju apartemenku yang berada di lantai enam
membuka pintu aku heran,kenapa ada sepatu wanita,yang bukan milikku
samar samar kudengar ada orang mendesah dengan kuat dikamar bang arka
karna pintu yang tidak tertutup sempurna,memudahkan aku untuk mengintipnya
kulihat bang arka sedang bermain diranjangnya
dengan suara ******* yang memenuhi isi kamar,karna tidak kuat akupun langsung beranjak kekamarku dan mandi
berharap menghilangkan pikiran traveling ini
karna kamar yang bersebelahan dan siwanita yang seperti teriak teriak menjadikan kamarku sedikit horor karna dengan gamblang bisa mendengar aktivitas dikamar bang arka
aku memutuskan memakai handset dan tidur,
entah jam berapa aku tidur,karna aku tidak kunjung bisa tidur karna suara berisik dikamar bang arka sampai hampir pagi
"dek....bangun,sarapan yuk"
aku membuka mata dengan senyum bang arka yang sudah disampingku,sambil membelai rambutku
akupun mengangguk dan segera kekamar mandi untuk gosok gigi
setelah selesai,aku keluar dengan mata yang masih mengantuk
"duduk dek,abang beli bubur ayam tadi,kita makan itu ya"dia menyiapkan mangkok diatas meja
kulihat ada perempuan cantik dikursi sebelah dengan bang arka,dia tersenyum padaku
apa dia yang membuat teriakan teriakan tadi malam?apa begitu nikmatnya berhubungan badan? sampai dia teriak teriak seolah kenikmatan itu tiada tara? selama ini aku hanya bermain dengan tidak masuk sama sekali
"dia rachel pacar baruku dek" bang arka memperkenalkan wanita ini padaku
"rechel"
"resa"
__ADS_1
"ah ya,arka sudah banyak cerita tentangmu,kalian kakak beradik tapi kenapa tidak mirip ya?kamu malah sekilas mirip dengan pak yusuf,sekertaris pribadi tuan hamka" dia bicara mendayu dayu dengan tangan terus menempel pada bang arka
jelas saja aku mirip,aku ini putrinya...gimana sih
"chel...jangan gitu depan adekku,mari kita sarapan dulu,kamu ada acara hari ini?" tanya bang arka
"nggak bang..." jawabku jujur,karna semalam sirendi memang ngomong akan ada acara keluarga,jadi hari minggu ini tidak bisa jalan
bang arka mengerutkan dahi,karna memang sebulan ini,setiap hari minggu aku akan punya acara yang sangat padat dengan rendi,biasanya kami pergi jalan jalan atau ke panti asuhan sekedar bermain dengan anak anak,bahkan jika hari minggu aku selalu pulang malam,aku dan rendi terbiasa menunggu anak anak tidur dulu,baru kami pulang...
"kenapa?,bukankah setiap hari minggu kamu sangat sibuk dengan temanmu itu,bahkan selalu pulang malam,"
"rendi ada acara keluarga,ayah dan ibu sedang dirumah mbah,mereka berangkat dari kemarin malam,karna katanya mbah jatuh dikamar mandi" jelasku
"pergilah jalan jalan,nanti abang kasih tambahan uang" ujar bang arka
"tapi aku mau tidur bang...aku lelah sekali,kemarin malam bermain dengan rendi dipasar malam,semua wahana kami naiki"
aku tidak berbohong,aku memang sangat lelah,bahkan sangat lesu,karna semalam memang bermain semua wahana dengan rendi,bahkan aku sampai muntah muntah karna naik roller coaster,setelah pulang tidak bisa tidur karna mendengar ******* demi ******* laknat dari kalian
"abang kasih sejuta ya...kamu jalan dengan temanmu yang lain" pinta bang arka lagi dengan tersenyum
"tapi bang...."
"dua juta...."
aih...ya sudahlah...aku seperti diusir begini,sebenarnya mereka mau apa sih?
akupun berlalu kekamar mandi dan segera mandi,beruntung rendi bilang acaranya jam sepuluh,dan sekarang masih jam delapan,nanti kuikut sajalah
selesai mandi,aku langsung menghubungi rendi,dan dengan senang hati rendi akan menjemputku,karna acara diluar kota,jadi aku akan ikut mobil ayahnya rendi
"bang...aku pergi...rendi sudah dibawah" teriakku yang entah dimana bang arka saat ini,sepertinya didapur karna kudengar air mengalir
"nih...dua juta,baik baik ya" ucapnya sambil membelai rambutku
aku mengangguk dan langsung berlalu
"hai ren...."
"hai..."
"sudah dibawa semua? tidak ada yang tertinggal? hp,kunci,uang?" tanya rendi memastikan,karna aku memang suka lupa
aku cek tasku dengan segera
uang sudah pasti ada,karna diberi bang arka sebelum pergi,kunci ada,tapi ponsel sepertinya aku lupa
"ponselku lupa,aku ambil dulu ya" kataku langsung berlari masuk lagi
rendi hanya geleng geleng "kebiasaan"
kumasukkan card khusus untuk masuk apartemen,seketika aku terbelalak kaget karna melihat bang arka sedang bermain diatas meja maka
akupun langsung menutup pintu lagi dan segera berlari ke lift...
__ADS_1