Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
bab 16


__ADS_3

aku menelpon ibu dengan perasaan was was


(assalammualaikum nak)


"walaikumsalam bu"


(ada apa?)


" bu,bang arka memintaku tetap disini,menemani dia melewati semua ini"


hening....


(apa kamu mau?)


"aku tanya ibu dan ayah"


kudengar ibu menghela nafas


(itu terserah kamu,ibu dan ayah tidak akan memaksa dan berpendapat apapun,cukup kami melakukan kesalahan dengan menikahkan kalian,ibu tidak mau mengatakan jangan,sedangkan kamu mau memberi arka kesempatan,tapi ibu juga tidak mau mengatakan iya,tapi kamu ingin pulang kerumah ayah dan ibu,kami terserah padamu,itu rumah tanggamu,jika kamu ingin bersama dengannya ya silahkan ibu dan ayah tidak akan melarang,jika kamu ingin berpisah,ya silahkan ibu dan ayahpun tidak akan melarang,yang harus kamu tau...


kami selalu ada untukmu,kami tidak akan meninggalkanmu,dan kami akan selalu mendukung semua keputusanmu)


"aku nggak tau bu,tapi kalau bang arka dipindah kedesa aku nggak mau bu,kalau masih disini,aku akan menemaninya"


(kamu yakin?)


"iya bu,kasihan juga,om hamka sudah nggak mau tau,bang arka sendirian,aku kasihan"


(ya sudah,kalau itu keputusanmu,kurasa arka tidak akan dipindah karna sekarang hamka sedang menangani proyek yang di medan sana,jadi tidak ada yang mengurus perusahaan disini,selama seminggu ini juga ayahmu yang mengurusnya,hamka sudah dimedan sana)


"oh...ya udah deh bu,makasih,wassalammualaikum bu"


(walaikumsalam)


aku masuk kekamar bang arka,dan duduk di sampingnya yang sedang bermain ponsel


"bang...kata ibu om hamka sedang dimedan,jadi kemungkinan besar abang tidak dipindahkan"

__ADS_1


aku berkata sambil menatapnya


kulihat bang arka tersenyum dengan lega


"jadi kamu tetap disini menemaniku ya? ibumu memperbolehkan kan?" tanyanya dengan mata yang berbinar


aku mengangguk dengan tersenyum


dia langsung memelukku


"bang...aku berangkat sekolah,sudah dijemput rendi" teriakku didepan kamar bang arka


ceklek....


"kamu sudah sarapan?abang tadi sudah masak sarapan"


akupun menoleh kemeja makan yang ternyata sudah penuh dengan makanan


"tapi sudah setengah tujuh bang,takut lambat"ujarku tidak enak hati


"bel masuk bukannya jam tujuh lima belas menit ya?suruh rendi keatas untuk sarapan dulu,abang masak banyak,karna nanti abang mau kekantor,jadi abang masak sekalian buat makan siang,dan bekal abang kekantor juga,abang terbiasa membawa bekal makan siang"


akupun akhirnya menelpon rendi untuk naik dan sarapan,karna memang jarak sekolah dengan apartemen cukup dekat juga,kantor bang arka juga lebih dekat dari sini


rendi naik dan kami segera sarapan


"nggak usah dicuci,nanti abang yang cuci,dan ini uang saku kamu"dia menyodorkan uang selembar merah padaku


"katanya abang nggak punya duit?" tanyaku to the point


"abang semalam menjual jam tangan,dan dibeli oleh teman abang sendiri yang memang pengoleksi jam,jadi tadi uang langsung ditransfer" dia mengusap kepalaku yang dibungkus hijab


iya memang aku kalau sekolah memakai hijab,tapi langsung lepas jika sudah keluar area sekolah,aku memakai hijab karna ikut ikutan aja,bukan dari hati


nggak tau kalau nanti


"abang punya tangggungan kamu,kamu bukan tanggung jawab ayah lagi res,tapi kamu adalah tanggung jawab abang,abang wajib menafkahimu dan mencukupimu" ujarnya lembut

__ADS_1


aku mengangguk dan mengambil uang itu,dan langsung salim padanya


aku dan rendi langsung tancap gas kesekolah


hari hari kulalui dengan biasa saja,seperti dirumah ibu,,,pagi sekolah,sore kadang main dengan rendi,karna rendi sekarang sering kerumahku


tidak terasa sudah seminggu kami hidup diapartemen ini


dan selama seminggu ini,kami berbagi tugas,aku yang bersih bersih rumah,bang arka ynag memasak,karna penah aku masak sop ayam tapi tidak kuberi bumbu yang tepat,malah kuberi bumbu yang komplit,bahkan jinten,cengkeh,pala semua aku masukkan dengan ayam dan kobis


aku lupa tidak melihat internet,karna menurut otakku,semakin komplit bumbu semakin enak,dan semakin tidak pelit pada bumbu,maka masakan juga akan semakin lezat,beruntung bang arka belum pulang waktu itu,jadi kubuang semua masakanku yang mempunyai rasa tidak karuan itu


"dek...kamu tau...apartemen anita ternyata sudah diminta oleh papa,dan sekarang apartemen itu resmi milik papa,entah kapan papa melakukannya,atau mungkin menyuruh orang,apartemen itu adalah hasil dari aku menilep uang perusahaan,harga apartemen itu lima milyar,bahkan jauh lebih besar dari ini,dan segala perabotan tidak ada yang murah,anita memilih sendiri semua,bahkan waktu itu aku harus mengeluarkan uang lebih dari lima ratus juta untuk isian apartemen" kata bang arka pagi ini


hari ini memang hari minggu,jadi kami tadi berolahraga bareng dan membeli bubur untuk sarapan,setelah sarapan kami punya kebiasaan berbincang bincang didepan tv


aku melongo dengan jumlah yang disebutkan bang arka itu,ayah membeli sofa dengan harga lima juta aja sudah bagus,dipan tidur lima juta aja sudah full set dengan lemari dan meja riasku,belum lagi meja makan,ayah menbeli dengan harga tiga juta saja,ibu sudah ngomel ngomel nggak karuan karna terlalu mahal kata ibu


kata ibu dua juta saja sudah bagus,ngapain harus mahal mahal,ibu ini kalau disuruh beli sesuatu nggak mau,karna sibuk ditoko kuenya,tapi giliran ayah yang beli,pasti selalu dicacatnya


kemahalanlah,bentuknya kurang baguslah,warnanya kurang baguslah


ah entahhhh


jadi perabot seperti apa yang anita beli?


"mahal baget bang?" tanyaku pada akhirnya


bang arka mesem dan melirikku sekilas


"anita adalah orang yang punya gaya hidup tinggi,dia tidak mau diremehkan orang lain,bahkan cenderung suka memarkan apa yang dia punya,maka dari itu,dia akan melakukan apapun yang sekiranya menghasilkan uang lebih untuk memenuhi gaya hidupnya itu,tapi abang benar benar tidak menyangka kalau dia jadi psk,karna setau abang dulu,dia sampai jadi pelayan restoran malam,demi membeli tas yang lebih mahal dari temannya "


waowww....pekerja keras


"bahkan dulu,dia sampai menjual tanahnya dikampung untuk membeli cincin berlian,karna waktu itu abang tidak punya uang,karna baru saja membelikannya tas bermerk,jadilah uang gajian abang ludes,tak tersisa,tapi ternyata temannya anita ada yang pamer beli cincin berlian seharga dua ratus juta,jadilah anita menjual tanah itu dan membeli cincin seharga dua ratus juta lima puluh,karna anita memang orang yang tidak mau disaingi" cerita bang arka mebuatku strees sendiri karna membayangkan menjadi anita


yang selalu panas hati,apabila temannya mempunyai sesuatu...

__ADS_1


mungkin alasan dia jadi psk juga karna ingin membeli sesuatu juga kali


aku bahkan tidak kuat membayangkan anita yang akan gila sendiri,jika temannya membeli ini itu yang lebih mahal dari punya dia,jika dari kalangan keluarga kaya sih tak mengapa,anita kan dari orang biasa juga,bahkan bang arka juga gajinya belum banyak banget kata ayah karna masih diangka dua digit saja...


__ADS_2