
"dialah yang menyebabkan ibu pergi......
"menurut cerita ayah,saat ayah reuni dengan teman teman sekolahnya dulu,temannya memberikan akhohol untuk ayah,tapi ayah menolaknya
tapi dengan istilah bercanda,satu temannya memegangi ayah,dan satu lagi meminumkan paksa akhohol ke ayah,walau hanya seteguk,tapi membuat pusing
karna ayah memang tidak pernah menyentuh akhohol sama sekali
hingga akhirnya ayah nggak sadarkan diri,dan bangun bangun sudah di hotel,dan saat ayah membuka mata,ayah mendengar ada wanita yang menangis sesegukan,dan itulah wanita yang dibawa ayah kerumah
menurut keterangan wanita itu,ayah telah memaksanya melakukan hubungan intim,tapi ayah tidak ingat sama sekali,karna seingat ayah,ayah merasa kepalanya sangat pusing,dan tidak sadarkan diri
dan sebulan kemudian dia datang ke ayah mengaku hamil
ayah terpaksa menikahinya dengan siri,tanpa sepengetahuan ibu,tapi suatu malam wanita itu menelpon bahwa rumahnya kerampokan,dan dia merengek pada ayah untuk dibawa pulang,karna takut sendirian dirumah
ayah yang bingung mau dibawa kemana wanita itu,akhirnya mengaku pada ibu
dan membawa perempuan itu pulang,ibu sangat marah,dan dia langsung pergi dari rumah,aku sebenarnya segera menyusul kerumah mbah,tapi ibu tidak ada,kerumah bibi juga ibu tidak ada,mau kerumah budhe aku tidak bisa,karna rumah yang jauh dan memang aku sebentar lagi akan skripsi
sejak wanita itu dirumah,aku juga tau,ayah tidak pernah tidur sekamar dengannya,bahkan ayah sering marah marah padanya tapi dia sepertinya bermuka tebal,karna walaupun dimarahi ayah seperti apa,dia tetap akan santai saja
ayah hanya akan ramah ketika bicara padaku,tapi jika melihat wanita itu,raut muka ayah akan langsung berubah menjadi muram,seperti rasa benci ayah padanya sangatlah besar"
rendi menerangkan dengan sangat detail,masalah yang dihadapinya
tapi kenapa aku merasa aneh?
"ren,coba search gogle,aku pernah membaca,jika laki laki pasti akan merasakan saat berhubungan intim,walaupun saat dia mabuk sekalipun,dan aku ko merasa aneh ya....tapi entah apa yang aneh,aku juga tidak tau,hanya merasa aneh dengan semua ceritamu"
aku merasa aneh memang,tapi aneh itu tidak bisa kujabarkan,hanya ada dipikiranku saja,seperti benang ruwet yang aku tau itu ruwet,tapi tidak bisa aku jelaskan
"aku juga merasa seperti itu,yang kutahu dari gogle juga,wanita hamil itu sensitif,tapi dia tidak sama sekali,dan lagi,jika dihitung dari ayah reuni,itu belum ada delapan bulan,tapi perutnya sudah sangat besar"
kami terdiam dalam pikiran masing masing
"kita jadi detektif yuk"
sirendi melipat keningnya bingung
"maksudmu,mau menyelidiki ini?"
__ADS_1
aku mengangguk
"kita mulai dari tempat dimana diadakan reuni itu,baru kita selidiki satu satu teman ayah"
"aku sudah ketempat itu,bahkan tiga hari ini,aku tidak masuk kuliah karna menyelidi ini"
"kau minta video cctv?"
dia malah menggeleng lemas
"aku tidak berfikir sampai situ,tapi setelah ayah berangkat kerja,perempuan itu juga akan keluar,dan aku mengikutinya selama tiga hari ini,tapi yang kudapati,dia hanya pergi belanja dan mampir ke warteg untuk makan saja"
oh,jadi sebenarnya dia sudah menyelidikinya juga,....
"selama tiga hari dia makan di warteg?"
"iya,warteg yang didekat stasiun itu"
"ini aneh,dia makan di warteg yang sama selama tiga hari ini? dia belum melihatku bukan? besok kita ikuti dia,dan cari tau segalanya tentang dia"
rendipun menggaguk
tak lama kudengar suara mobil masuk pekarangan,itu pasti ayah
ibu sedikit heran,dengan rendi yang berada disini
"kamu ko disini ren?"
dia malah berlari kearah ibu dan menangis
"ada apa?"
rendipun menceritakan semua yang terjadi dirumahnya,tanpa ada yang ditutupi
"sudah kubilang pada yogi,jangan pernah mengikuti reuni ketika kita sudah berkeluarga,jika kita ingin ikut,maka ajak istri kita,kita tidak tau apa yang akan terjadi disana,bisa saja kita ketemu mantan pacar atau wanita sigle disana,itu bisa jadi bumerang dalam rumah tangga,tapi ayahmu itu bebal,tidak mau mendengarkan omonganku,dan dari cerita yang kamu ceritakan ada sedikit kejanggalan,laki laki pasti akan merasakan orgasme,tidak mungkin jika dia tidak merasakannya,tapi ini dia lupa atau memang tidak merasa? jika lupa,mungkin dia lupa karna pengaruh akhohol,tapi jika dia tidak merasakannya,kurasa ada unsur jebakan disini,tanya benar benar pada ayahmu"
nah itu tu,pemikiranku yang tadi di otak tapi tidak bisa keluar lewat mulut
akhirnya diwakili ayah
aku ingin mengatakan orgasme,tapi aku lupa dengan rangkaian huruf itu
__ADS_1
"aku sudah bertanya pada ayah yah,ayah sendiri bingung,karna menurut ayah,ayah tidak sadar saat direstoran,tapi saat bangun dia sudah dikamar hotel"
ayahpun manggut manggut
"seperti apa rupa wanita itu? mungkin ayah dan ibu tau,karna ayah ibumu juga seangkatan denganku,kami hanya berbeda kelas saja,lagian reuni ko cuma sekelas,biasanya dari beberapa kelas agar ramai,dan lebih lucunya,tidak boleh bawa pasangan"
"aku tidak punya fotonya yah,coba sebentar aku pulang dulu,dan diam diam aku akan memotretnya"
ayah dan ibu mengangguk dan berlalu,katanya mau mandi dulu
"ayo ikut..."
"rambut gue basah,belum gue keringin dari maghrib tadi,takut pusing kalau kelamaan"
semenjak aku memutuskan memakai hijab,memang didepan rendipun aku tidak pernah membukanya,aku hanya buka hijab ketika dikamar saja,karna rendi yang keluar masuk rumah juga,yang membuatku tidak melepas hijabku,walau didalam rumah
"bentar doang"
akupun akhirnya mengikutinya dari belakang,tapi baru sampai pintu masuk,kudengar mereka sedang bertengkar hebat
"kamu ini cuma hamil,bukan stroke,kamu bisa berjalan,tanpa harus aku gendong kemana mana,perasaan saat ina hamil,tidak seperti ini banget" itu suara ayah
"jangan bandingkan aku dengan istrimu"
"kenapa?dia memang jauh lebih baik dari kamu,dsn lagi,jika aku memang memaksa waktu itu bukankah ada sahabat sahabatmu yang akab membantumu ?apa mereka buta? jadi saat aku memaksamu meraka tidak menolongmu?"
"semua sudah terjadi,dan saat ini aku sedang hamil anakmu,itu saja pointnya"
"kau bilang sedang hamil anakku,tapi aku tidak pernah merasa melakukannya denganmu,kau pikir,aku serendah itu? menyentuh wanita yang bukan mahramku"
"jangan bicarakan agama didepanku,jika kau memang tau agama,harusnya kau tau,syarat poligami itu adil,tapi semenjak kita menikah,kau hanya mengirim uang padaku,tanpa mendatangiku sama sekali,itu yang kau sebut tau agama seperti dirimu itu? bahkan kau datang dengan marah marah saat aku kerampokan,kau tidak punya belas asih padaku,aku yang sedang kesulitan karna baru saja kerampokan bahkan aku diperkosa kedua bajingan itu,tapi yang kudapati suamiku sendiri malah marah marah setelah mengetahui bencanaku,kau memang tidak punya hati yogi,kau bahkan dengan kasar menyeretku keluar rumah,padahal aku baru saja diperkosa orang"
"karna aku tidak peduli padamu,bahkan sangat tidak peduli padamu,katakan saja saat ini kau tenggelam dengan resa anak yusuf disampingmu,aku akan lebih memilih menyelamatkan resa dan meninggalkanmu"
"kau benar benar kejam,tak kusangka dibalik sifat baikmu kau begitu jahat"
"aku akan baik pada orang baik,aku akan jahat pada orang jahat,keluargaku hanya istriku dan rendi putraku,tidak ada yang lain,aku juga membawamu kesini karna saran istriku,kau pikir aku sudi melihatmu setiap hari,aku bahkan ingin muntah hanya mendengar suaramu,,,ingat setelah anak itu lahir,aku akan segera melakukan test dna,jika sampai kau membohongiku,kau tau konsenkuensinya kan? aku seorang pengacara,jika waktu itu kau tidak mengancam keselamatan istri dan anakku,akupun tidak sudi menikahimu"
aku berbalik dan menghadap rendi
"ren ren...gue nggak jadi detektif deh,sepertinya ayahmu tidak selingkuh,tapi dia berada dibawah ancaman wanita itu"
__ADS_1
........