Selingkuh Dengan Mertua

Selingkuh Dengan Mertua
firasat


__ADS_3

Hari ini adalah jadwalku keluar kota,dan sudah jam lima pagi aku bersiap siap,jika keluar pagi pagi begini,aku sedikit lega,karna bocil bocil belum ada yang bangun,jadi berangkat kerja aku santai,tanpa harus mengendap endap


"Ayah mau kemana?"


Kuputar badan dan menunduk,disanalah Stevi berkacak pinggang seperti sedang mengintrogasi,tidak lupa matanya yang tajam menatapku


"Ayah ada kerjaan diluar kota"


Kataku sambil mengelus rambut keritingnya


Didalam rumahku hanya Stevi yang rambutnya ikut ayah,ayah berambut sedikit keriting,yang lain semua ikut ibu,memiliki rambut yang tidak terlalu tebal tapi sangat lurus,bahkan tanpa kesalonpun rambut kami sangat indah


Stevi ini foto copy dari ayah,mulai dari kulit yang agak sawo matang,rambut keriting,badan yang susah gemuk,tidak lupa mata dan hidungnya yang sangat mirip dengan ayah,mungkin itu cara tuhan memberi tau dunia dan menyadarkan ayah,ayah yang saat itu belum mau menerimanya,bahkan ketika anak itu sudah ada didunia


Aku masih ingat dengan jelas,bayi yang masih merah dan menangis itu,ayah menolak mengandzani,hingga aku yang turun tangan,bahkan ayah menolak dengan tegas,walau hanya sekedar menggendong saja,mau tidak mau aku yabg harus maju untuk memberikan kasih sayang yang extra pada bayi itu,bahkan nama Stevi wardana Kusuma adalah pemberianku,mungkin itylah kenapa,bayi ini sangat dekat denganku


Sesaat setelah melahirkan,wanita itu langsung pergi kerumah orang tuanya,dan aku tidak tau lagi kabarnya,hanya setiap bulan dia selalu rutin mengirim uang padaku lima juta rupiah,untuk anak gadisnya katanya.


Diusia dua tahun,wajahnya yang sudah terbentuk menjadi gadis yang memiliki rupa yang sama dengan ayah,bahkan mbah putri dan mbah kakung sangat menyayanginya,beliau selalu berkata,Stevi adalah ayah versi bayi


Maka dari itu,saat usia Stevi dua tahun ayah ingin melakukan test DNA,mbah putri sangat marah,karna merasa,sia sia apalagi hanya dengan melihat wajahnya saja,sudah ketahuan bahwa dia anak ayah,tapi ayah tetaplah ayah,beliau tetap melakukan itu,dan seperti yang mbah putri bilang, sembilan puluh sembilan persen anak ayah


Sejak saat itu juga,ayah mulai berubah,mau menggendong dan berbicara pada Stevi,bahkan ayah ngotot mau mengganti namanya menjadi veronika,tapi ditentang oleh ibu,jika ibu yang sudah bicara ayah akan manut saja


Sejak kehadiran Stevi,mbah kung dan mbah putri memang tinggal dirumahku,mengingat ibu yang hamil,dan Stevi yang bayi,ibu tidak menyetujui adanya pengasuh


"stev...ayah berangkat ya…!!!"


Tapi tidak ada suara,sehingga aku masuk kekamarnya,dan mendapati dia sedang menangis dipojokkan ranjang,dengan membekap mulutnya


Dia memang sangat dewasa,dan sangat mandiri,mungkin dia takut membangunkan adik adiknya,hingga dia membekap mulutnya,agar tidak mengeluarkan suara


"Ayah kerja stev...cuma tiga hari,janji"

__ADS_1


Kataku yang sudah mengacungkan jari kelingkinh didepannya,tapi dia enggan menatapku


Aku sedikit frustasi,karna keberangkatanku tinggal empat puluh lima menit lagi,sedangkan kestasiun memakan waktu setengah jam,berbagai rayuan tidak mempan untuknya,biasanya dia akan luluh dengan oleh oleh,tapi sekarang dia tidak mau apa apa,selain aku yang nggak boleh pergi


Dengan terpaksa aku keluar kamar,dan meminta bantuan ayah,karna tidak mungkin aku akan membujuknya lagi,melihat jam yang terus berputar,tapi dia benar benar seakan enggan ditinggalkan,dia mengekoriku,kekamar ayah,bahkan saat ayah keluarpun dia enggan ikut ayah,berbagai rayuan manis ayah tidak mempan sama sekali


Akupun akhirnya meminta bantuan mbah putri,tapi tetap dia tetap menggeleng dengan mantap,hingga mbah kungpun ikut maju kedepan dengan membawa jagonya,dia tetap menggeleng


Dengan tega,aku akhirnya melepas paksa tangan kecilnya,yang memegang kemejaku,dan dia meraung raung,tapi jam ditangan yang sudah menunjukkan angka setengah enam,membuatku harus lebih tega padanya,ayah menggendong putri kecilnya itu yang sedang menangis sambil memberontak tidak mau,bahkan tangisannya membuat adik adiknya bangun dan ikut menangis juga


Segera aku keluar rumah,dan menghidupkan roda duaku,karna aku harus mengebut,baru saja keluar pagar,Sasa anak dari resa menghadangku,dengan merentangkan tangannya


"Ayah mau kemana?kenapa buat kak stip nangis?"


Dengan angkuh dia bertanya


"Ayah ada kerjaan diluar kota,udah ya..ayah telat ini"


aku hanya memberinya jempol,dia anak yang manut,jika kubilang ada kerja,dia tidak akan rewel sedikitpun,hanya akan memintavoleh oleh saja


Aku segera membelah jalanan yang cukup padat ini,tapi mengingat ini masih pagi kukira jalanan akan sepi,siapa yang snagka malah aku terjebak macet,bahkan saat sudah dekat distasiun,aku harus menunggu lagi karna kereta yang lewat ada dua,ini bahkan sudah jam enam sepuluh menit,walau aku tau akan telat,tapi aku berdoa semoga,kereta datang terlambat


Sampai distasiun,aku langsung masuk dan memberi tau petugas yang jaga,tapi ternyata aku memang terlambat,karna saat aku diluar menunggu kereta,itulah kereta yang ada ditiketku,aku menghela nafas,karna tiket sekarang tidak bisa mendadak,kuharap seperti di film film,tiba tiba ada orang yang mencansel keberangkatan,tapi kutunggu hingga setengah jam,tidak ada yang seperti itu


Aku segera menelpon kantor,dan kantor menyarankan aku naik bis,akupun segera mengambil motor dan keterminal,dan syukur alhamdulillah aku langsung mendapat tiket dan tidak menunggu lama bis langsung berangkat,karna memang sudah penuh


drtttt....kurasa ponselku bergetar


Disana tertera nama ayah menghubungiku lewat video call,aku yakin ini ulah stevi,karna anak itu memang tidak bisa aku tinggal sama sekali,bahkan jika kerja saja,saat makan siang aku harus video call dia,dengan makan bersama


"assalammualaikum"


(Wa lai kum sa lam aaa yah,)

__ADS_1


Dia bahkan masih sesenggukan ketika menjawab salamku,aku hanya tersenyum melihat mata sembabnya


(Ko kamu seperti naik bis)


Itu suara ayah yang sedang memangku stevi sepertinya,karna diponsel hanya ada wajah Stevi dan seseorang yang sedang memangku


"Aku terlambat yah,jadi naik bis"


(aku cayang ayah,makanya aku nggak bolehin ayah terluka,semalam aku mimpi ayah naik kereta,tapi ayah nangis nangis,kan ayah pergi sendiri,nanti kalau nangis gimana?)


Masih sambil mengelap ingusnya dia berbicara,ayah sesekali mengelus rambutnya dan terus menciumi puncuk kepalanya,aku hanya tersenyum dan mengangguk


"sekarang stevi bobo lagi,ayah juga mau bobo ini,kan tadi ayah bangun pagi"


(iya ayah,jangan lupa sholat ya...doakan aku bisa cepat besar,biar kalau ayah kerja,aku bisa nemenin,biar ayah nggak nangis)


Aku tertawa,dan segera mengakhiri sambungan telepon


"kayak masih muda,tapi sudah punya anak besar mas?"


Aku sampai lupa jika sebelahku ada orang,bahkan aku belum menyapanya,karna saat aku masuk,beliau sedang duduk didepan


"he he he iya pak"


drtttt....ayah menelpon lagi,tapi telepon biasa,dan aku juga segera mengangkatnya


"assalammualaikum yah…"


(walaikumsalam,ren...ayah lihat diberita,kereta jurusan ke semarang tergelincir dan menyebabkan kecelakaan,dan ini baru saja,bukankah itu keretamu?)


Aku diam mematung,jadi stevi mengulur waktuku,untuk menyelamatkanku?


Dia mempunyai firasat yang tidak baik,tapi karna dia anak kecil,hingga hanya menagis dan merengek mengulur ulur waktuku, saat tau aku tidak jadi naik kereta,dia langsung tidak histeris lagi,dan dengan gampangnya kami membujuknya

__ADS_1


__ADS_2