Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Kecelakaan Kecil


__ADS_3


Keesokan harinya,


Reyna perlahan mengerjapkan matanya berkali-kali saat Bram memberanikan dirinya untuk menggenggam tangan Reyna.


Namun setelah mata Reyna terbuka sempurna, ia cepat-cepat melepaskan tangan Bram dan membuang wajahnya.


"Tolong jangan ganggu aku Mas!" pinta Reyna.


"Aku khilaf, Reyna! Aku mohon maafkan aku!" pinta Bram yang tampak begitu menyesali perbuatannya.


"Aku bukan istri yang bisa memenuhi kebutuhan biologismu sebagai suami, mas! Aku hanyalah istri yang payah dan penyakitan!"


"Tidak, Reyna! Aku lah yang sebenarnya sangat payah tidak bisa memahami istriku sendiri!"


Mata Bram berkaca-kaca membuat Reyna sedikit tidak tega melihatnya. Tapi kemudian ia kembali mengingat perselingkuhan suaminya yang membuat hatinya hancur berkeping-keping.


"Tinggalkan aku sendiri, Mas! Aku ingin menenangkan diriku sendiri!" pinta Reyna.


"Tapi, sayang..."


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi, Mas! Aku benar-benar sudah muak denganmu!" teriak Reyna yang langsung mengamuk dan melemparkan segala sesuatu yang ada di dekatnya ke arah Bram.


Mendengar kegaduhan di dalam ruangan, Glen pun masuk ke dalam untuk melihat apa yang sudah terjadi.


Nahasnya, Glen justru terkena lemparan gelas kaca yang terantuk mengenai kepalanya dan pyar!


Gelas tersebut langsung pecah dan menggores kening Glen cukup panjang dan dalam hingga darah segar langsung mengucur membasahi wajah Glen.


"Glen!" pekik Reyna dan Bram secara bersamaan.


Glen yang kurang tidur dan kini justru mengalami cidera di kepalanya pun terhubung merasakan pusing yang tak terkira hingga ia pun jatuh dan tidak sadarkan diri.


Bram pun langsung memanggil perawat dan memintanya untuk segera membawa Glen ke sebuah ruangan untuk diberi tindakan. Kemudian saat Bram hendak kembali ke ruangan istrinya, lengannya langsung ditahan oleh seseorang yang ada di belakangnya.


"Pak Bram, bukankah sudah saya ingatkan, jika anda masih belum diperbolehkan untuk menemui istri anda! Inilah masalah yang terjadi karena anda terus memicu kemarahan istri anda!" tegur dokter yang menangani Reyna.


"Maafkan saya dokter! Saya sendiri juga tidak menyangka jika akan seperti ini jadinya!" balas Bram.


"Lebih baik anda kembali pulang ke rumah saja Pak Bram. Saya akan terus mengabarkan keadaan istri anda lewat telefon!" jelas dokter.


Bram pun akhirnya setuju dan kemudian berjalan dengan langkah gontai meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


Hanya dalam waktu yang sekejap saja, ia sudah menghadapi berbagai macam masalah. Baru terhitung dua hari, namun sudah ribuan masalah yang datang menghampirinya.


Mulai dari perselinguhannya yang tertangkap oleh Reyna sampai kesehatannya turun dengan sangat drastis.


Kecemburuan nya saat ia melihat Reyna yang tampak begitu dekat dengan Glen sampai ia harus memutuskan hubungannya dengan Mawar.


Kematian Mawar yang terbilang sangat cepat, padahal bukan itu sebenarnya yang ia inginkan. Dan kini, ia harus kembali menghadapi masalah baru yang terjadi karena amukan Reyna terhadapnya.


"Aaaaarrrrgggghhhh! Aku bisa gila jika terus menerus seperti ini!" pekik Bram yang sudah berada di dalam mobil sambil memukul setir nya.


Jalanan pagi ini masih sangat sepi karena waktu masih menunjukkan jam enam pagi. Bram melajukan mobil dengan kecepatan di atas rata-rata agar ia bisa cepat sampai di rumah dan beristirahat sebelum pergi ke kantor.


Sedangkan Reyna kini tengah menyesali dirinya yang masih belum bisa meredam amarahnya sampai ia harus membuat Glen terluka.


"Harusnya aku tidak perlu semarah itu sampai melempar gelas kaca dan mengenai Glen!" Ia menangkupkan kedua tangannya di wajah dan menutupinya.


Tak lama kemudian dokter yang bertanggung jawab terhadap perkembangan kesehatannya pun masuk ke dalam.


"Tidak perlu risau Non Reyna. Lukanya sudah diobati. Glen juga mengirim pesan kepada saya agar anda tidak perlu merasa bersalah karena kecelakaan tadi."


Ucapan dokter tadi membuat Reyna mulai tenang. Meskipun begitu, rasa bersalahnya tidak langsung hilang begitu saja.


"Saya sudah salah karena tidak bisa meredam amarah saya dokter. Tolong bantu saya untuk bisa lebih tenang dalam menghadapi masalah!" pinta Reyna.


"Anda bisa melakukan ini saat amarah anda sedang ada di puncak dan sulit untuk dikendalikan, Non Reyna."


"Terima kasih banyak dokter. Ini benar-benar sangat membantu!" balas Reyna.


"Sekarang, apa saya bisa melinat keadaan Glen, Dokter?!" tanya Reyna.


"Bisa Nona. Selepas saya memeriksa keadaan anda, Perawat akan mengambilkan kursi dorong dan mengantarkan anda untuk melihat kondisi Glen!" jelas dokter tersebut.


"Tidak perlu menggunakan kursi dorong, Dokter! Saya sudah bisa berjalan dengan terapi yang diberikan oleh Glen!"


Pernyataan Reyna kali ini membuat dokter sangat terkejut. Ia pun langsung memeriksa keadaan Reyna secara spesifik, dan benar semua tubuh Reyna sudah berfungsi sebelum ia drop lagi kemarin.


Bahkan yang sekarang sudah lebih baik daripada yang sebelumnya.


"Wah, ini benar-benar perkembangan kesehatan yang sangat menakjubkan, Nona! Meskipun begitu, untuk antisipasi sesuatu yang terjadi, lebih baik anda tetap mengenakan kursi roda!" ucap dokter memberikan saran.


Akhirnya Reyna pun menurut untuk melihat keadaan Glen menggunakan kursi roda dan diantar oleh perawat jaga.


"Glen!" panggil Reyna saat masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


"Maaf Nona, tadi saya..."


"Seharusnya aku yang minta maaf karena sudah membuatmu seperti ini, Glen!" ucap Reyna yang langsung mendekat ke arah bed.


"Tidak masalah Nona, ini hanya luka kecil saja!" jawab Glen.


"Tapi kau sampai tidak sadarkan diri tadi, Glen! Dan aku sangat mengkhawatirkanmu!"


Ucapan Reyna kali ini membuat Glen tersenyum sambil memandangi Reyna.


Senyuman Glen kali ini membuat Reyna salah tingkah dan langsung mengalihkan pembicaraan mereka.


"Maksudnya aku merasa sangat bersalah karena membuatmu..."


"Saya tidak sadarkan diri juga karena daya tahan tubuh saya yang terlalu lemah, Nona. Kebetulan semalaman saya tidak tidur dan baru bisa memejamkan mata saat dini hari tiba!" jelas Glen.


"Apa yang membuatmu tidak bisa tidur, Glen?"


"Saya hanya sedikit insomnia saja, Nona!" balas Glen yang belum mau menceritakan tentang apa yang ia alami.


"Kalau begitu, istirahatlah sekarang! Kali ini aku yang akan menjagamu untuk menebus semua kesalahanku!" ucap Reyna yang langsung menuai protes.


"Tidak bisa Nona! Anda juga masih butuh waktu untuk istirahat!" tutur Glen yang tidak mau Reyna semakin drop.


"Benar Nona Reyna! Anda memang harus istirahat agar pemulihan anda tidak terhambat lagi!" timpal perawat yang mengantar Reyna.


"Saya juga hanya butuh istirahat sebentar dan selepas itu, saya akan menuju ke ruangan anda Nona!" lanjut Glen membuat Reyna akhirnya pasrah dan kembali ke ruangannya bersama dengan perawat.


Tak lama kemudian, Gwen saudara kembar Glen datang dengan membawakan buah apel kesukaan Glen.


"Apa ang sudah membuatmu seperti ini kaaak?! Ya Ampuuuun, ampe kek mummy gini harus dipeban kepalanya!" tukas Gwen khawatir.


Glen pun hanya tersenyum dan kemudian menceritakan apa yang sudah terjadi padanya kepada Gwen.


"Seharusnya kau tidak mencintai istri orang jika jadinya harus seperti ini Glen! Masih banyak wanita lain di luaran sana yang mengantri untuk mendapatkan cinta darimu!"


"Apalagi sampai kau harus menjatuhkan harga dirimu menjadi seorang sopir pribadi!" tutur Gwen yang sebenarnya tidak mendukung dengan apa yang dilakukan oleh Glen.


☘️☘️☘️


Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku.


__ADS_1


__ADS_2