Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Kepulangan Pak Hirata


__ADS_3


Sesampainya di restoran, mobil yang dikendarai Bram berhenti tepat di samping mobil perusahaan yang digunakan untuk menjemput Pak Hirata dan adik Reyna. Mata Reyna langsung berkaca-kaca saat melihat papanya turun dari mobil.


Tanpa menunggu lama, Reyna langsung membuka pintu mobil dan berteriak memanggil papanya. “Papaaaaa!”


Reyna langsung berlari dan langsung memeluk papanya dengan sangat erat. Tangisnya pecah seketika membuat Pak Hirata membalas pelukan putri sulungnya itu.


“Reyna sangat merindukan papaaaa!”


“Papa juga sangat merindukan kamu sayang! Jangan nangis gini dong. Kan papa jadi sedih nanti!”


Pak Hirata mengendurkan pelukannya dan mengusap pipi Reyna yang sudah basah. “Kita masuk ke dalam yuk, sambil ngobrol. Kolega bisnis papa di China juga sedang dalam perjalanan ke mari!”


Reyna pun mengangguk dan langsung memeluk lengan papanya. Namun tiba-tiba tubuhnya di tarik oleh Keyra.


“Apa kakak tidak merindukan aku sama sekali?” tanya Keyra sambil memanyunkan bibirnya lima senti.


“Aku bahkan sudah sangat melupakanmu yang terlalu sibuk sampai tidak pernah menghubungiku!” balas Reyna yang langsung memeluk adik kandungnya itu.


“Ayolah kakaaak! Kakak sendiri tahu kan bagaimana papa yang selalu menekan aku untuk giat bekerja!” balas Keyra.


“Dan papa malah ajak aku pulang kesini karena mau dikenalin sama cowok yang mau dijodohin sama aku. Males banget gak sih!” bisik Keyra.


“Oh yaaa?” Reyna langsung mengernyitkan dahinya.


Seketika ingatannya kembali di mana ia juga dijodohkan oleh papanya dan sekarang ia justru mengalami keretakan rumah tangga seperti ini.


“Kamu yakin mau dijodohin, Key?” tanya Reyna dan Keyra hanya mengedikkan bahunya.


“Aku sih belum pingin nikah, kakak tahu kan usia aku sekarang masih 21 tahun!” balas Keyra.


“Tapi papa bilang ini prospek buat bisnis kita ke depannya. Ya udah deh, aku bisa apa!”


“Terus kalo kamu gak bahagia bagaimana Key?!” tanya Reyna membuat Keyra menghentikan langkahnya dan memandang ke arah kakaknya.


“Apa kakak juga tidak bahagia menikah dengan Mas Bram?” tanya Keyra yang langsung diangguki oleh kakaknya.


“Kenapa kakak gak bahagia?”


Pertanyaan Keyra membuat Reyna menghela nafasnya panjang. “Karena ternyata Mas Bram selingkuh di belakangku. Dan selingkuhan Mas Bram itu adalah kekasihnya yang sudah menjalin hubungan dengannya sebelum menikah denganku!” ucap Reyna membuat Keyra langsung membelalakkan matanya.

__ADS_1


“Kakak serius?! Terus kenapa Mas Bram masih ada di samping kakak sekarang? Buang saja cowok kayak gituh. Aku akan langsung laporin ke papa!” ucap Keyra dengan geram.


Namun Reyna cepat-cepat menarik tangan adiknya untuk tidak langsung mengatakan hal ini.


“Tunggu Key!” cegah Reyna.


“Aku memang akan menggugat cerai Mas Bram, tapi bukan sekarang. Mungkin aku akan menceritakan kepada papa secara perlahan!”


“Ck! Kelamaan kaaak! Aku paling gak bisa toleran sama cowok yang selingkuh kayak gituh!” sanggah Keyra.


“Tapi, Key! Kakak mohon jangan sekarang! Jangan bikin papa malu di depan kolega bisnisnya!” pinta Reyna.


Akhirnya Keyra pun mengalah dan keduanya mulai masuk ke dalam restoran dan bergabung bersama dengan papa dan juga Bram yang lebih dulu berada di dalam.


“Papa sangat bangga denganmu yang sudah membantu perkembangan perusahaan dengan stabil dan tidak ada penurunan. Meskipun peningkatannya tidak begitu tinggi, tapi ini adalah pencapaian yang baik Bram!” tutur Pak Hirata memuji menantunya.


Keyra yang sudah mendengar cerita dari kakaknya meski hanya sekilas hanya berdecak pelan.


“Ck, pencapaian stabil itu kurang wajar deh pa! Bukannya papa biasanya pingin peningkatan perusahaan yang terus meningkat?” balas Keyra.


“Key, gak baik dong ngomong kayak begitu!” tegur Pak Hirata.


“Ya tapi kan paaa...” belum sempat Keyra melayangkan protesnya, keluarga dari kolega papanya tiba.


“Selamat datang Tuan dan Nyonya Ainsley. Akhirnya kita bisa bertemu kembali di tempat yang berbeda!” sambut Pak Hirata.


“Benar pak. Saya sendiri tidak menyangka akan bertemu kembali di negara kelahiran saya!” balas Tuan Ainsley.


“Kenalkan ini Reyna, anak sulung saya. Dan yang di samping ini Bram, suaminya!”


Reyna pun tersenyum sambil menyalami Tuan dan Nyonya Ainsley secara bergantian. Begitu juga dengan Bram. Kemudian mereka pun mempersilakan koleganya untuk duduk.


“Anak-anak kami masih ada sedikit masalah tadi di mobil, tapi sebentar lagi mereka akan bergabung kemari!” jelas Nyonya Ainsley.


“Tidak masalah Nyonya, silakan dipesan dulu menunya sambil menunggu mereka datang!” pinta Pak Hirata.


Mereka pun memesan menu makanan. Tak lama kemudian muncul sepasang anak muda yang datang dan menyapa di meja keluarga Reyna.


“Maaf sudah membuat Tuan Hirata dan keluarga menunggu lama!” ucap Gwen Ainsley.


Reyna pun langsung memandang ke arah sumber suara, begitu juga yang lainnya. Namun pandangan mereka bukan tertuju kepada Gwen melainkan pada Glen yang berdiri di belakangnya.

__ADS_1


“Glen!” panggil Pak Hirata, Reyna, Bram, dan juga Keyra secara serempak saat melihat sopir pribadi Reyna berdiri di belakang Gwen.


“Loh, kalian sudah mengenal Glen?” tanya  Tuan Ainsley.


“Tentu saja, Tuan!” jawab Keyra to the point. “Dia kan sopir pribadi kak Reyna!” jelasnya.


Kini gantian Tuan dan Nyonya Ainsley yang terkejut mendengarkan jawaban dari Keyra.


“Apaaaa?!” Sopir pribadi?” pekik Nyonya Ainsley yang biasa dipanggil dengan sebutan Mama Zella.


Kini semua mata tertuju ke arah Glen dan tentunya membuat Glen mati kutu. Sedangkan Glen sendiri tengah bimbang harus menjelaskan kepada Keluarga Pak Hirata atau kepada papa dan juga mamanya terlebih dahulu.


“Glen ini putra sulung kami, dia saudara kembar Gwen!” jelas Nyonya Ainsley memperkenalkan putra sulung mereka.


“Tapi bagaimana mungkin putra kami menjadi sopir pribadi, sedangkan ia masih harus sibuk mengurus kampus yang saat ini dia pimpin?” timpal Tuan Ainsley.


“Pemimpin Kampus?” tanya Pak Hirata sambil mengerutkan dahinya. “Tapi dia datang kepadaku dan mengaku jika saat ini dia sedang butuh kerjaan untuk biaya penelitian thesisnya!”


“Haaaah?!” Nyonya Ainsley semakin terkejut mendengar pernyataan Pak Hirata. “Bahkan Glen sudah menyelesaikan S3nya di Jerman!”


Kali ini Glen benar-benar jadi bahan perhatian dan semuanya tengah menunggu jawaban yang keluar dari mulut Glen.


“Glen!” Panggil Reyna kemudian. “Siapa kamu sebenarnya?”


Glen menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Belum sempat menjawab pertanyaan dari Reyna dan yang lainnya, Gwen sudah langsung angkat bicara.


“Glen memang sengaja menyamar sebagai mahasiswa S2 untuk mencari informasi tentang perempuan yang sudah mencuri hatinya saat pertama kali tiba di bandara. Tapi sayangnya perempuan itu sudah dijodohkan dan menikah dengan wanita lain.”


“Bukankah begitu Glen?” tanya Gwen.


Glen hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk membenarkan apa yang sudah dikatakan oleh Gwen. Cerita dari Gwen tersebut kini langsung bisa dipahami oleh semua yang saat ini berada di sana. Tentu saja hal ini membuat Tuan Ainsley dan istrinya merasa sangat malu.


“Mohon maaf Pak Hirata, sepertinya kita harus menunda makan bersama siang ini. Mungkin kita bisa menggantinya di hari lain.”


“Saya masih harus membicarakan masalah ini kepada Glen terlebih dahulu. Mohon maaf sudah membuat malu semuanya!” tutur Pak Hirata undur diri.


“Tidak masalah Tuan, saya sudah sedikit merasa shock mengetahui hal ini!” balas Pak Hirata yang tidak bisa mencegah mereka untuk pergi.


Akhirnya Glen dan keluarganya pun kembali ke mobil dan bergegas pulang untuk membicarakan masalah ini.


💕💕💕

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir ke novel bestie aku ya



__ADS_2