Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Pulang Kerja


__ADS_3


Sore harinya, Glen yang sudah menyelesaikan pekerjaannya langsung menuju ke ruang kerja Reyna.


Kedatangan Glen yang tidak mengucapkan salam dan mengetuk pintu membuat Reyna sedikit terkejut saat melihat ada sosok laki-laki yang tiba-tiba duduk di kursi yang ada di depannya.


“Ya Ampun Mas! Kau membuatku terkejut!” pekik Reyna sambil mengusap dadanya yang kini berdegup dengan kencang.


“Ups! Maaf, sayang. Aku memang masuk tanpa salam dan mengetuk pintu!” Glen meninggalkan tempat duduknya dan berjalan mendekati Reyna.


“Apa pekerjaanmu masih banyak?” tanya Glen sambil memegang tangan Reyna yang tengah memegang mouse.


“Biar aku bantu dan cepat selesai!” lanjutnya lagi yang kini jaraknya sudah sangat dekat dengan Reyna dan posisi mereka berdua seperti tengah dipeluk dari belakang.


“Gak usah mas. Ini juga udah mau selesai kok!” balas Reyna yang sudah mulai salah tingkah.


Aroma parfum maskulin Glen yang terhirup oleh Reyna membuat jantungnya mulai berdebar-debar. Bahkan konsentrasinya pun mulai hilang sampai Reyna hampir daja menghapus perkembangan perusahaan yang baru saja ia buat.


Untung saja Glen langsung menggagalkan tangan Reyna yang hampir menghapus hasil kerjaannya sendiri.

__ADS_1


“Nah tuh kaan! Kamu nih kenapa bukannya disimpan malah dihapus!” tegur Glen yang langsung mengarahkan mouse untuk menyimpan hasil kerja Reyna.


“Ya Ampuun! Hampir aja hilang jerih payah aku!” gumam Reyna yang merasa begitu lega.


“Sini sayang, biar Mas yang cek ulang hasilnya!”


Reyna pun langsung beranjak dari tempat duduknya dan mempersilakan Glen untuk duduk. Glen pun langsung duduk, namun tangannya langsung menarik tubuh Reyna sampai terjatuh di atas pangkuannya.


“Awh, Mas Glen!” protes Reyna yang kini sudah duduk di atas pangkuan Glen.


“Biar kamu gak ninggalin Mas, sayang!” balas Glen sambil mengecek hasil kerja Reyna.


“Thanks sayang! Jika hasilnya seperti ini, kita bisa bekerja sama dengan berbagai pihak!” ucap Reyna yang tampak sangat puas dengan bantuan Glen sore ini.


“Sama-sama, sayang!” balas Glen sambil menyimpan ulang data yang baru saja diperbaiki dan mematikan laptop milik Reyna.


Setelah laptopnya mati, Reyna cepat-cepat beranjak dari pangkuan Glen. Sayangnya Glen tidak memberikan ruang sedikit pun untuk Reyna pergi.


“Mau kemana sih? Buru-buru amat!”

__ADS_1


“Mau pulang, Mas! Udah lengket nih badan, pingin cepet mandi!” jawab Reyna.


“Tuh, ada kamar mandi! Kan bisa mandi di sini juga kalo udah lengket, sayang!” Glen menunjuk ke arah pintu kamar mandi yang ada di ruang kerja Reyna.


“Emmm, tapi aku maunya berendam air hangat, Mas!” balas Reyna.


“Ooooh gituu. Mas akan bawa pulang setelah kamu berterima kasih dengan baik!” ucap Glen sambil menoel hidung Reyna.


Cup! Reyna pun langsung mengecup kening Glen dan langsung beranjak dari pangkuannya.


Glen pun langsung menyunggingkan senyumannya dan mengejar Langkah Reyna. Sesampainya di depan pintu ruangan, keduanya berjalan seperti seorang atasan dan juga bawahan dimana Reyna berjalan lebih dahulu dari Glen.


Reyna menyapa beberapa karyawan yang tidak sengaja berpapasan dengannya. Tidak ada yang curiga sedikit pun terhadap Reyna dan juga Glen, kecuali Lia.


‘Emmm, Miss Reyna tadi kelihatannya serius banget buat larang aku deketin Pak Glen. Bahkan dia juga kelihatan cemburu banget!’ Gumam Lia dalam hati.


‘Tapi kenapa dia kelihatan biasa aja ya pas jalan sama Pak Glen sore ini!’ batinnya tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Reyna dan juga Glen. Sampai tiba-tiba ada yang datang dari belakang dan memukul bahunya.


Plak!

__ADS_1


__ADS_2