Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Mengumpulkan Bukti


__ADS_3


Glen berhasil memindahkan data-data yang ada di ponsel Mawar ke dalam macbook miliknya. Tidak hanya itu, Glen pun sengaja menautkan aplikasi pesan di ponsel Mawar juga.


“Datanya sudah sangat lengkap dan aku yakin, Pak Bram tidak akan bisa lagi mempertahankan rumah tangganya!” gumam Glen sambil tersenyum penuh kemenangan.


“Selepas ini, aku harus mengembalikan ponsel Mawar melewati dokter atau perawat jaga, dan aku akan tetap bisa memantau rencana Mawar ke depannya!”


Glen pun menyimpan ponsel Mawar ke dalam laci meja kerjanya dan kemudian beranjak menuju ke ruang makan untuk menikmati makan malamnya yang sempat ia beli tadi di warung nasi padang.


Di tengah menikmati makan malamnya, ponsel Glen pun berdering dan tampak panggilan masuk dari Pak Bram.


“Selamat malam, Glen. Di mana posisimu saat ini?” tanya Pak Bram di ujung panggilan.


“Saya baru saja sampai di rumah pak! Mohon maaf jika saya belum sempat menghubungi Anda untuk mengabarkan perkembangan Mawar!”


“Tidak masalah, Glen. Tapi apa kau bisa memberitahukan aku sekarang?” tanya Pak Bram.


Glen pun langsung menceritakan tentang perkembangan kesehatan Mawar yang sudah mulai membaik dari sebelumnya. Kemudian ia juga mengabarkan jika Mawar saat ini tengah mengandung 4 bulan.


Kondisi calon bayinya sangat sehat dan sama sekali tidak berbahaya jika kandungannya tetap diteruskan sampai bayinya lahir.


Informasi dari Glen kali ini membuat Pak Bram sangat terkejut.


“Apa?!! Mawar tengah mengandung dan usia kandungannya sudah empat bulan?” tanya Bram dengan nada memekik!

__ADS_1


“Gak mungkin, Glen! Itu sangat tidak mungkin!”


“Apanya yang tidak mungkin, Pak?” tanya Glen di ujung panggilan. “Bukankah selama ini memang Anda tidak pernah menggunakan alat pengaman saat berhubungan badan?”


Bram mengusap wajahnya kasar, “Dia memang tidak suka berhubungan dengan alat pengaman, dan aku menuruti kemauannya karena dirinya mengaku mandul dan tidak bisa memiliki anak, Glen!”


“Kalau begitu Anda sudah tertipu selama ini, Pak!” timpal Glen sambil menikmati makan malamnya yang hampir habis.


“Aaarggghh! Sial! Kenapa masalahnya jadi semakin runyam seperti ini!” umpat Bram di ujung panggilan.


“Glen, apa aku bisa ke rumahmu sekarang?” tanya Pak Bram membuat Glen menelan ludahnya kasar.


Rumahnya saat ini terletak tidak jauh dari rumah Reyna, bahkan terletak dalam komplek yang sama. Apa jadinya jika Pak Bram datang berkunjung ke rumahnya.


“Maaf, kalau saya boleh tahu untuk urusan apa ya pak?”


“Oh, bagaimana jika kita bertemu di tempat lain saja pak, contohnya di cafe temaram dekat rumah Anda mungkin?”


“Ide bagus, Glen! Kalau begitu aku akan menunggumu di sana!”


Panggilan mereka berdua pun terputus. Glen pun langsung menyudahi makan malamnya yang masih ada separuh lagi dan bersiap untuk memenuhi panggilan Pak Bram. Tak lupa ia mengirimkan pesan untuk Reyna untuk memberi kabar padanya jika ia belum bisa menghubunginya dan menceritakan keadaan Mawar.


💌 Glen


Maaf sayang, aku belum bisa menghubungimu malam ini. Bram sedang mengajakku untuk bertemu di luar. Saat semua urusan sudah selesai, aku akan langsung menceritakan semuanya padamu. I’m promise! 😘😍🙏

__ADS_1


💌 Reyna


Okey, I will waiting you!


Pesan dari Glen kali ini membuat Reyna sangat penasaran. Ia pun langsung keluar dari kamarnya dan pura-pura mencari Mbok Darmi!


“Mbok Darmi!” panggil Reyna sambil menuruni anak tangga.


“Ya non!” Mbok Darmi langsung datang dari pantry dan menemui nona mudanya.


“Bisa tolong buatkan susu jahe? Aku merasa sedikit tidak enak badan!” ucap Reyna yang sengaja mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Bram yang baru saja keluar dari kamarnya.


“Siap laksanakan Tuan Putri!” ucap Mbok Darmi yang langsung kembali ke pantry, sedangkan Reyna pun kembali menaiki anak tangga untuk kembali ke kamarnya.


“Apa kau baik-baik saja, sayang?” tanya Bram yang tampak panik saat mendengar istrinya tidak enak badan.


“Aku hanya sedikit tidak enak badan!” jawab Reyna sambil memandangi penampilan Bram dari atas sampai bawah.


“Oh, a-aku mau keluar sebentar untuk membeli martabak telur. Apa kau mau titip sesuatu sayang?”


Reyna langsung menggelengkan kepalanya, “Tidak!” jawab Reyna dingin sambil melanjutkan langkahnya menuju ke kamar.


Melihat Bram yang masih menutupi sesuatu darinya membuat Reyna semakin penasaran. Akhirnya ia meminta Glen melakukan panggilan dengannya seperti biasanya untuk mengobati rasa penasarannya.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir ke novel bestie aku ya



__ADS_2