
Setelah kepergian Bram dengan Mawar, Glen langsung menjelaskan tentang kepergiannya semalam ke kediaman polisi yang memiliki pangkat tinggi untuk meminta bantuan mengenai kasus kecelakaan ini.
Glen juga menceritakan jika hari ini polisi akan mulai berusaha mencari saksi dan bukti jika kecelakaan ini disengaja oleh Bram. Penjelasan Glen kali ini membuat Reyna dan juga Keyra bisa bernafas lega.
“Baiklah, untuk selanjutnya biar Papa yang akan menemani Keyra memenuhi panggilan polisi. Kalian berdua bisa mengurus pekerjaan di kantor!” ucap Pak Hirata.
“Terima kasih ya atas bantuannya calon kakak ipar!” ucap Keyra yang sudah tidak lagi merasa ketakutan.
“Sama-sama, Key!” balas Glen sambil memandang ke arah Reyna.
“Reyna sayang!” panggil Glen saat melihat Reyna sedari tadi sedikit mengacuhkannya.
“Emm, kita makan dulu yuk!” ajak Reyna mengalihkan panggilan Glen tadi.
Reyna langsung berbalik dan melangkahkan kakinya menuju ruang makan, sedangkan Pak Hirata dan Keyra sama sama menatap ke arah Glen.
“Emmm, sepertinya Kakak cemburu melihat Mas Glen dipeluk ulet bulu deh!” gumam Keyra yang kemudian menyusul Langkah kakaknya menuju ke ruang makan.
“Papa rasa juga seperti itu Glen!” timpal Pak Hirata sambil menepuk bahu calon menantunya.
“Sepertinya kau harus lebih garang dari putriku untuk membasmi ulat bulu!” lanjut Pak Hirata sambil mengajak Glen menuju ke ruang makan.
__ADS_1
Glen hanya bisa menghela nafasnya panjang dan mengikuti Langkah calon mertuanya itu. Pagi ini suasana ruang makan terasa sangat dingin dan kaku. Reyna benar-benar mendiamkan Glen dan memilih untuk tidak menyapanya sedikit pun.
Sedangkan Keyra dan Papanya hanya bisa saling melempar pandangan mereka melihat perang dingin antara Reyna dan juga Glen. Tidak ada suara sama sekali, hanya suara dentingan sendok dan piring yang mengalun memenuhi ruang makan.
Sampai akhirnya Reyna menyelesaikan sarapannya dan berpamitan dengan papanya lebih dulu.
“Paa, Reyna pamit dulu yaa!” ucap Reyna di saat Glen menghabiskan suapan terakhirnya.
“Hari ini Reyna mau coba bawa mobil sendiri ke kantor!” lanjutnya lagi.
Mendengar ucapan Reyna, Glen pun cepat-cepat menghabiskan teh hangatnya dan mengelap mulutnya.
“Jangan Reyna! Aku tidak akan mengizinkan kamu pergi ke kantor seorang diri!” tegas Glen yang sudah berdiri di samping Reyna.
“Reyna, papa juga tidak setuju kau berangkat sendirian ke kantor. Lebih baik kamu berangkat bersama dengan Glen dan selesaikan masalah kalian berdua dengan baik-baik!” ucap Pak Hirata.
“Kalo begitu, Glen pamit dulu ya, Pa!” ucap Glen yang turut percaya diri memanggil Pak Hirata dengan sebutan papa.
“Hati-hati ya Glen. Titip Reyna!” ucap Pak Hirata.
Reyna yang tidak mendapat izin untuk pergi ke kantor sendiri pun dengan kesal melangkahkan kakinya meninggalkan ruang makan. Sedangkan Glen dengan cepat langsung mengejar Langkah wanitanya.
“Sayang!” panggil Glen sambil menggamit lengan Reyna.
__ADS_1
“Lepasin, Mas!” pinta Reyna yang masih enggan menatap Glen.
“Oke, aku salah dan aku minta maaf, sayang. Tapi aku sama sekali tidak ada niatan untuk berpaling sedikit pun dari mu, Reyna! Mawar yang tiba-tiba datang dan bersikap seperti itu!” jelas Glen.
“Ck, tapi kau menikmati tubuh sintalnya bukan sampai tidak bisa melepaskan diri!” tembak Reyna. “Bahkan terlihat sangat jelas jika Mawar sama sekali tidak mengenakan br4!”
“Bagaimana sensasinya? Enak bukan?” sarkas Reyna membuat Glen bingung harus menjawab apa.
“Aku sama sekali tidak bisa menjawab pertanyaanmu, Reyna! Karena aku tadi merasa sangat jijik saat Mawar memelukku!” jawab Glen.
“Tapi sepertinya aku tertarik untuk merasakan seperti yang kau ucapkan tadi denganmu, sayang!” lanjut Glen membuat Reyna memutar bola matanya malas.
“Ck, kau hanya berkilah, Glen!” ucap Reyna sambil melangkahkan kakinya menuju ke mobil Glen yang sudah terparkir di depan.
Rona merah di wajah Reyna membuat Glen menarik bibirnya untuk tersenyum. Kali ini ia akan mencoba merayu Reyna untuk bisa memaafkannya.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang sama. Reyna sudah mengenakan seat beltnya dan memalingkan wajahnya ke luar jendela.
Sedangkan Glen terus saja memandangi wajah Reyna yang tampak menghindari tatapannya.
💞💞💞
Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel baru aku
__ADS_1