
Ternyata suasana hatinya yang sedang bahagia hari ini benar-benar mempercepat pemulihannya. Reyna terus berjinjit dengan sangat bahagia saat merasakan tubuhnya sudah tidak seberat dulu untuk digerakkan.
“Lihatlah Glen! Aku sudah bisa berjalan dengan berjinjit bukan? Aku sudah pulih Glen!” ucap Reyna yang sangat gembira.
“Tapi kau harus tetap hati-hati, Reyna! Nanti kau bisa …”
Byur!
Belum selesai Glen menyelesaikan ucapannya, Reyna sudah tercebur di kolam renang yang ada di tamannya. Melihat Reyna tercebur ke dalam kolam renang, Glen pun langsung meletakkan ponselnya dan menceburkan dirinya untuk menolong Reyna.
Dengan sigap Glen langsung mendekap tubuh Reyna untuk segera membawanya ke tepi kolam renang. Namun sayangnya Reyna justru menepis tangan Glen untuk segera melepaskan dekapannya!
“Lepaskan aku, Glen! Aku akan mencoba menggerakkan seluruh tubuhku di kolam renang!” pinta Reyna.
Sayangnya Glen sama sekali tidak melepaskan dekapannya dan tetap membawa tubuh Reyna ke tepi kolam renang.
“Belum saatnya Reyna! Kau harus mengikuti prosedurnya dengan baik! Jangan terlalu diforsir agar pemulihannya tidak hanya sekejap!” timpal Glen.
Sesampainya di tepi kolam renang, Reyna pun didudukkan oleh Glen di tepi kolam renang dan posisi Glen masih ada di dalam air menghadap ke arahnya.
__ADS_1
“Okey! Aku akan menurut denganmu kali ini Glen!” balas Reyna sambil melingkarkan tangannya di pundak Glen.
Sayangnya pandangan Glen kini terpaku pada baju putih Reyna yang basah terkena air. Cup br4 yang terjiplak menutupi asset berharga milik Reyna membuat Glen menelan ludahnya kasar.
Melihat Glen diam terpaku membuat Reyna meluruskan arah pandang Glen dan cepat-cepat menyilangkan tangannya di depan dada saat ia menyadari bahwa tubuhnya terjiplak sempurna.
“Ya Ampun, Glen! Apa yang sedang kau lihat?!” tanya Reyna dengan nada yang memekik.
Wajah Reyna pun seketika merona saat melihat Glen tersenyum ke arahnya. “Aku sedang memandang kecantikanmu dari sisi yang lain, Reyna sayang!” jawab Glen.
Jangan ditanya bagaimana malunya Reyna saat ini saat mendengar jawaban dari Glen barusan. Ia pun langsung beranjak dari kolam renang dan bergegas menuju ke kamar mandi yang ada di dekat kolam renang.
“Oh My God! Aku tanpa sengaja sudah menggoda Glen dengan memperlihatkan lekuk tubuhku seperti ini!” gerutu Reyna sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
Ia pun langsung membilas tubuhnya dan mengenakan bathrobe yang tersedia di sana. Namun saat ia keluar dari kamar mandi, Reyna sudah tidak menemukan Glen di taman maupun di kolam renang.
Reyna pun langsung mempercepat langkahnya untuk masuk ke dalam dan mencari keberadaan Glen. Langkahnya seketika terhenti saat Reyna melihat suaminya sudah duduk di ruang tamu.
“Kau sudah pulang, Mas?” tanya Reyna sambil mengernyitkan dahinya. Biasanya suaminya pulang lewat jam 5 sore. Tapi sekarang waktu masih menunjukkan jam 3 sore dan Bram sudah tiba di Mansion.
“Aku merindukanmu, Reyna sayang dan sudah melewatkan makan siang tanpamu!” jawab Bram yang langsung mendekati Reyna.
__ADS_1
“Dimana Glen?” Bukan menimpali kerinduan suaminya, Reyna justru menanyakan keberadaan Glen.
“Glen sudah pulang, sayang. Ia bilang terapinya sudah selesai. Aku bertemu dengannya saat ia baru selesai mengganti bajunya di kamar tamu.”
“Dia juga mengatakan jika perkembangan pemulihanmu sangat baik hari ini. Kau sudah bisa berlari kecil dan juga jalan berjinjit sampai terjatuh di kolam renang!”
Ucapan Bram kali ini hanya dijawab senyuman tipis dan juga deheman singkat istrinya.
“Aku ke kamar dulu untuk ganti baju!” ucap Reyna yang langsung berbalik meninggalkan Bram dan langsung menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.
Sedangkan Bram hanya bisa menghela nafasnya panjang, “Huuuuh! Kenapa sulit sekali untuk kita berdua memulainya dari awal Reyna?” tanya Bram bermonolog.
☘️☘️☘️
Maaf ya baru sempat update dan hanya sedikit. Author pulang kerjanya malam soalnya. 🙏🙏🙏
Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku
__ADS_1