Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Terpojok yang...


__ADS_3


Malam harinya, Reyna dan Pak Hirata sudah berada di Restoran Hotel Gracia. Kebetulan Direktur Anming dan juga dua orang asistennya juga sudah ada di sana.


Meeting pun dimulai dan berjalan seperti biasanya. Tidak ada yang aneh sama sekali karena Direktur Anming menjelaskan produknya dengan sangat detail dan jelas.


Tidak hanya itu, penjelasan Direktur Anming mampu membuat siapa pun yang mendengarnya langsung tertarik untuk bekerja sama dengannya.


“Nah, Pak Hirata, ini adalah contoh vitamin harian yang bermanfaat untuk menjaga stamina tubuh kita sepanjang hari. Sangat cocok untuk dikonsumsi pekerja keras di usia seperti anda.” Direktur Anming Heng menyodorkan satu botol kecil vitamin kepada Pak Hirata. Kemudian ia beralih memandang ke arah Reyna.


“Miss Reyna. Kalo ini khusus untuk dikonsumsi Wanita yang menginginkan tubuhnya ideal, tidak mengalami dismenore saat akan datang bulan, atau menjaga stamina tubuh karena beraktifitas seharian penuh seperti anda.”


Tanpa ragu, Reyna langsung menerima pemberian Direktur Anming. “Kapan waktu yang tepat untuk mengkonsumsinya?” tanya Reyna kemudian.


“Lebih baik untuk konsumsi di malam hari, Miss! Coba saja dulu dan rasakan efeknya!” jawab Direktur Anming dengan mantap.


Pak Hirata dan Reyna langsung tertarik untuk mencicipinya. Sedangkan Direktur Anming dan kedua asistennya langsung saling melemparkan pandang dan memberi kode singkat.


Tiga puluh menit kemudian, Pak Hirata dan juga Reyna mulai merasakan pusing dan tidak sadarkan diri. Hal ini membuat dua asisten Direktur Anming langsung sigap membawa Pak Hirata menuju ke kamar hotel yang sudah dipesan sebelumnya.


Sedangkan Direktur Anming sudah siap membawa Reyna ke kamarnya.


“Akhirnya, aku bukan hanya menaklukkan perusahaannya, melainkan juga akan mendapatkan putrinya yang sangat cantik ini!” gumam Direktur Anming yang sudah membawa Reyna ala bridal style.


“Tunggu dan diam di tempat! Kalian semua sudah dikepung!” Hardik seorang polisi yang sudah menodongkan senjatanya ke arah Direktur Anming Heng.


Yang lainnya juga sudah menghadang dua orang asistennya yang sudah membawa Pak Hirata. Sedangkan Glen langsung berdiri di depan Direktur Anming dan mengambil alih Reyna yang ada dalam gendongannya.


“Berikan Reyna padaku!” gertak Glen saat Anming Heng sangat berat untuk melepaskan Reyna.


“Siapa kau! Apa-apaan semua ini?” tanya Anming Heng dengan gaya santainya.


“Anda kami tangkap atas tuduhan penyebaran obat terlarang yang terselubung, Direktur Anming Heng!” ucap Komandan Teysar yang langsung memborgol tangan Anming Heng.

__ADS_1


“Tidak mungkin! Aku bergerak di perusahaan obat herbal!” kilah Anming Heng yang langsung meronta-ronta.


“Jelaskan saja nanti di kantor polisi!” balas Komandan Teysar yang langsung membawa Anming Heng pergi.


“Terima kasih Pak Glen, kami akan mengusut semuanya sampai tuntas!” uca Komandan Teysar undur diri.


“Sama-sama Komandan!” balas Glen.


Glen dan anak buahnya yang sengaja ia bawa pun langsung membawa Reyna dan Pak Hirata pulang ke Mansion. Di tengah perjalanan, Glen tidak lupa untuk menghubungi dokter pribadi Reyna untuk datang ke Mansion memeriksa Pak Hirata dan juga Reyna.


Glen tidak mau terjadi apa-apa dengan mereka berdua karena meminum obat yang tadi diberikan oleh Anming Heng.


“Mas Glen!” panggil Reyna sambil mengerjapkan matanya yang masih terasa berat.


“Iya sayang!” jawab Glen yang sangat senang melihat Reyna sadar.


“Apa yang sudah terjadi?” tanya Reyna sambil memijat kepalanya.


“Efek obat yang kau konsumsi dari Anming Heng sepertinya tidak baik, sayang!” jawab Glen.


“Panas?” gumam Glen yang merasakan ac di mobilnya terasa sangat dingin.


Untung saja mobil yang dikendarai oleh anak buah Glen sudah tiba di Mansion. Kedatangan mereka juga bertepatan dengan kedatangan Dokter pribadi Reyna. Dengan sigap Glen langsung membawa Reyna ke kamarnya untuk segera diperiksa.


Dokter pun langsung memeriksa Reyna. Denyut nadi dan detak jantungnya berdebar dengan cepat dan begitu keras.


“Tubuhku sangat panas!” rengek Reyna yang mulai membuka kancing blouse nya satu per satu.


Melihat hal itu, Glen langsung menutupi tubuh Reyna dengan selimut agar tidak dilihat oleh Dokter pribadi Reyna.


“Jangan seperti ini, Mas! Aku benar-benar sangat panas!”


“Emmm, Nona Reyna sepertinya terkena efek obat perangsang dosis tinggi, Pak Glen!” tutur dokter.

__ADS_1


“Hah, lalu bagaimana cara menyembuhkannya dokter. Pasti ada penawarnya bukan?” balas Glen gusar.


“Penawarnya ada di rumah sakit, jika dipaksakan untuk menunggu ke rumah sakit, saya tidak bisa menjamin Nona Reyna bisa selamat!”


“Cara lainnya adalah berendam di air hangat. Namun, mengingat kondisi Nona Reyna pernah terkena stroke, car aini bukanlah cara yang efisien!” jelas Dokter di tengah Reyna yang terus saja mengeluh merasakan tubuhnya yang sangat panas.


“Lalu, cara apa lagi yang bisa menyembuhkannya, dokter?” tanya Glen gusar.


“Menyalurkan hasratnya, Pak Glen! Hanya Itu satu-satunya cara yang bisa menolong Nona Reyna!” jelas dokter.


Keyra yang kebetulan ada di kamar Reyna pun langsung ikut angkat bicara.


“Tunggu apa lagi Mas Glen? Lebih baik kau menolong kakakku sekarang!” ucap Keyra yang bersiap mengajak dokter pribadi Reyna keluar dari kamar.


“Tapi, Key! Aku belum menikah dengan Reyna dan –”


“Lakukan saja dulu, Glen! Selepas itu aku akan segera menikahkan kalian berdua!” ucap Pak Hirata yang tiba-tiba sudah berdiri di pintu kamar Reyna.


Glen menelan ludahnya kasar mendengarkan ucapan Pak Hirata.


“Tolong, putriku, Glen!” ucap Pak Hirata.


Dokter pribadi Reyna, Keyra, dan juga Pak Hirata pun langsung keluar dari kamar Reyna dan menutup pintunya rapat-rapat.


Glen pun langsung berbalik dan betapa terkejutnya ia saat melihat Reyna sudah menanggalkan blouse dan juga celana panjang yang ia kenakan.


“Aku kepanasan, Mas Glen!” racau Reyna yang sudah tidak karuan.


“Dan kini aku akan mendinginkanmu, Reyna!” ucap Glen sambil mendekati tempat tidur Reyna dan melepaskan kancing bajunya satu per satu.


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2