Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Cemburu


__ADS_3


Glen memalingkan pandangannya saat namanya dipanggil.


"Ya, ada apa Lia?" tanya Glen menghentikan langkahnya yang hendak masuk ke dalam lift.


"Miss Reyna bilang satu jam lagi tamunya sudah boleh masuk untuk menemuinya."


"Oh, tamunya sudah pulang. Kau bisa menyelesaikan tugasmu yang lain, Lia. Aku akan menemui Miss Reyna di ruangannya!" terang Glen yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam lift.


"Baik Pak!" balas Lia yang langsung melangkah masuk ke dalam lift dan berdiri di samping Glen.


Kini mereka berdua berada dalam lift yang sama. tanpa Glen sadari, Lia diam diam memperhatikannya dengan seksama.


'Pak Glen benar-benar tampak sangat tampan. Apalagi selepas menjabat sebagai manajer. Emm, kira kira Pak Glen udah punya pacar belum ya?' gumam Lia dalam hati.


Saking fokusnya memandangi Glen, ia tidak sadar jika pintu lift nya sudah terbuka dan tampak Reyna sudah berdiri di depan pintu lift.


"Lia!" tegur Reyna


"Kamu ngelihatin apa sih?"


Teguran Reyna membuat Lia sedikit tergagap.


"Ehh, emm, itu, anu Miss. Gak ada apa apa kok!" balas Lia yang kemudian melangkahkan kakinya untuk keluar dari lift dan langsung menuju ke ruangannya.


Reyna langsung menangkap gelagat aneh dari Lia. Kemudian ia menatap ke arah Glen dan menariknya keluar dari lift.


"Katanya cuma sepuluh menit. ini kenapa jadi hampir satu jam sih mas?" tanya Reyna satu mereka berdua sudah masuk ke dalam ruangan. 


"Maaf sayang, aku tadi kelamaan ngobrol sana dua orang tamu tadi di bawah. Yuk, sekarang kita langsung sarapan!" ajak Glen.


"Nanti dulu mas!" tahan Reyna.


"Tadi ngapain aja di lift sama Lia?"


Glen mengerutkan dahinya. "Gak ngapa ngapain kok. Bahkan kita berdua juga gak ngobrol!" jawab Glen.


"Jadi mas gak sadar kalo Lia tadi ngeliatin mas smpe kayak gituh banget?"


Pertanyaan Reyna hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Glen.


Grab!


Tiba-tiba Glen melingkarkan tangannya memeluk Reyna dengan sangat erat.

__ADS_1


"Kamu kalo lagi cemburu gini ternyata serem juga yaa. Tapi aku makin suka!" ucap Glen yang langsung menggendong tubuh Reyna ala koala.


Tanpa menunggu lama, Glen sudah mendaratkan ciumannya cukup lama di bibir Reyna.


"Tapi jangan sampai rasa cemburu itu membuatmu kembali menunda sarapan, sayang!"


Glen kemudian membawa Reyna duduk di sofa dan kemudian membukakan kotak bekal untuk sarapan mereka berdua.


Reyna pun hanya bisa tersenyum sambil mulai menikmati sarapannya. Glen benar-benar memperlakukannya dengan sangat mesra hingga rasa kesal dan amarahnya perlahan lahan sirna.


"Aku tidak akan melirik wanita mana pun selain kamu, sayang. Percayalah!" ucap Glen sambil menyuapi Reyna.


"Ya, aku percaya. Tapi aku harus memperingatkan Lia untuk menjaga pandangannya terhadapmu."


"Oh iya, bagaimana tadi?" tanya Reyna kemudian.


Glen pun kemudian menceritakan kepada Reyna jika dua pria tadi adalah rekan bisnisnya yang sering menghabiskan waktu bersama.


"Aku yakin mereka pasti sangat tertarik untuk mendekati mu, sayang. Tapi mereka tidak mungkin menang untuk bersaing denganku kan?" 


"Bagaimana jika ketika bersaing dengan mereka, justru kau yang kalah sayang?" tanya Reyna membuat Glen mengerutkan dahinya.


"Kau ini narsis sekali membuat kesimpulan!" timpal Reyna lagi.


Ucapan Reyna kali ini membuat Glen mengikis jaraknya dengan Reyna.


Cup! Kecupan sekilas mendarat di bibir Reyna membuat nafas Reyna menderu.


"Aku memang sangat percaya diri sayang, karena sebentar lagi aku akan memiliki mu seutuhnya!" ucap Glen yang kemudian kembali mendapatkan ciumannya dengan cukup 94n45.


Reyna sendiri mulai membalas pagutan Glen membuat Glen semakin berani membuka kancing blouse Reyna yang paling atas.


Kemudian ciuman Glen turun menyusuri leher Reyna dan meninggalkan jejak kepemilikan di sana. 


Reyna langsung mencoba mendorong tubuh Glen untuk menjauh darinya dan memegangi lehernya yang sudah memerah akibat ulah Glen.


"Maaas! Kenapa bikin tanda di sini?" tanya Reyna.


"Biar yang lain tahu kalo kamu udah ada yang punya, sayang!" jawab Glen.


"Kalau kamu masih mau mencoba memberi kesempatan laki laki lain untuk mendekatimu, maka aku tidak akan segan untuk memberi tanda di sini!" ancaman Glen sambil mengusap perut Reyna.


Glen kemudian membetulkan posisi duduknya dan kemudian berdiri untuk bersiap untuk bekerja.


"Selamat bekerja sayang! Aku harus mulai bekerja. Terima kasih sarapannya."

__ADS_1


Glen pun keluar meninggalkan ruangan Reyna. Sepeninggalan Glen, Reyna mulai membetulkan kancing blousenya yang terbuka bagian atasnya.


Kemudian Reyna berjalan menuju ke walk in closet untuk mengambil syal untuk menutupi lehernya yang yang memerah akibat ulah Glen.


"Kenapa aku jadi sangat menyukai sentuhan Glen?" gumm Reyna sambil menyentuh lehernya yang memerah.


"Bahkan ancamannya saja membuat aku sangat berbunga-bunga."


Tak lama kemudian, ruangan Reyna dibuka oleh Lia yang sudah membawa setumpuk berkas.


"Permisi Miss Reyna! Apa saya boleh masuk?"


"Ya!" jawab Reyna singkat sambil merapikan syalnya.


"Miss Reyna, ini ada beberapa berkas yang perlu dicek dan di tanda tangani!" ucap Lia sambil meletakkan berkas yang ia bawa ke atas meja kerja Reyna.


"Oke, jangan keluar dulu, Lia! Ada satu hal yang ingin saya bicarakan denganmu!" 


"Baik, Miss!"


Lia pun langsung duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Reyna.


"Apa kau memiliki perasaan khusus terhadap Pak Glen sampai memandangnya begitu lekat saat di dalam lift tadi?" tanya Reyna to the point.


"Emm, memangnya kenapa ya Miss?" balas Lia balik bertanya. 


"Kalau memang iya, kubur saja perasaanmu itu, Lia! Karena Glen sudah ada yang punya."


"Lebih baik kau fokus saja dalam bekerja!" jelas Reyna membuat Lia menelan ludahnya kasar.


'Duh, apa Miss Reyna diam diam suka dengan Pak Glen? Jika memang iyaa, berarti aku tidak mungkin untuk terus memendam perasaan ini!' gumam Lia dalam hati.


"Baik Miss Reyna. Saya tidak akan meneruskan perasaan khusus saya terhadap Pak Glen!" ungkap Lia.


"Okey, kalo begitu kembalilah bekerja."


"Oh iya Lia, satu hal lagi. Tolong jaga rahasia ini rapat-rapat karena aku tidak mau ada gosip yang beredar!" pinta Reyna membuat Lia membeliakkan matanya.


"Jadi Miss Reyna benar-benar ada hubungan dengan Pak Glen?" tanya Lia dengan nada yang terdengar begitu terkejut. 


"Ya, kami berdua memang ada hubungan khusus!" jawab Reyna dengan mantap.


"Kalau begitu selamat untuk hubungan anda dengan Pak Glen, Miss Reyna. Saya akan menutup rahasia ini rapat-rapat!"


"Terima kasih banyak, Lia!"

__ADS_1


Lia pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan undur diri dari hadapan Reyna. Sedangkan Reyna kini menghela nafasnya panjang.


"Huuuh! Ternyata begini memiliki saingan saat mencintai seseorang!" gumam Reyna yang kemudian siap untuk mengecek berkas di atas mejanya.


__ADS_2