Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Terapi Yang Dinantikan


__ADS_3


Kini Reyna sengaja menunggu di ruang tamu sambil membaca majalah. Tak lama kemudian Glen pun keluar dari kamar tamu dengan keadaan yang tampak sangat segar.



Hal ini membuat Reyna justru merasa sangat gugup sampai ia menelan ludahnya kasar.


Sedangkan Glen sendiri tidak jauh berbeda dengan Reyna. Melihat Reyna mengenakan pakaian saat Glen melihatnya untuk pertama kalinya dengan model rambut yang sama membuat memorinya kembali di waktu ia baru saja tiba di bandara dan bertemu dengan Reyna.


'Duh, aku bener-bener gak bisa move on kalo lihat Non Reyna pakai baju ini!' gumam Glen dalam hati.


"Bahkan aku baru melihatnya mengenakan pakaian ini selama aku bersamanya!' batin Glen yang sedikit salah tingkah.


"Apa yang harus aku siapkan Glen?" tanya Reyna membuyarkan lamunan Glen.


"Oh, tidak ada Nona!" jawab Glen sambil mendekati Reyna yang duduk di sofa.


Dengan sigap Reyna pun langsung meluruskan kakinya di atas sofa dan Glen langsung memulai terapinya.


Diam-diam Reyna pun memperhatikan Glen yang sedang fokus mencari titik syaraf di jemari kakinya.


"Bagaimana kuliahmu hari ini Glen?" tanya Reyna sedikit berbasa basi.


"Lancar dan semangat karena suport dari anda Nona!" jawab Glen membuat Reyna terkekeh pelan.


"Bisa aja kamu! Oh iya, umur kamu sekarang berapa sih?"


"Ck, saya udah tua kok, Nona! Seperempat abad lebih satu tahun!"


"Ooooh, yaa selisih dua tahun dong sama aku. Kalau aku kan..."


"Seperempat abad kurang satu tahun ya nona!" balas Glen yang langsung memotong pembicaraan Reyna.


"Yap, tepat sekali! Kalau kekasihmu berapa usianya, Glen?"


"Kekasih?" tanya Glen mengulang pertanyaan Reyna.


"He'eem!" Reyna menganggukkan kepalanya sambil menunggu jawaban dari Glen.


"Masih single, Nona!" balas Glen dengan santai membuat mata Reyna langsung berbinar.


"Oh, yaaa?" tanya Reyna dengan nada tidak percaya. "Aku lihat kamu tampan loh, Glen! Masa' gak ada cewek yang naksir gituh?"


"Ada sih cuma belum nemuin yang pas di hati!" balas Glen sambil terus memijat titik syaraf di kaki Reyna.


"Kenapa?" Reyna terus saja bertanya dan gln masih dengan santai menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Karena saya mencintai perempuan yang ternyata tidak mencintai saya!" jawab Glen sambil menyunggingkan senyumannya ke arah Reyna.


"Waaah, sayang sekali ya, Glen! Padahal menurut penilaian aku, tidak akan ada wanita yang menolak saat mendapatkan cinta darimu!" timpal Reyna membuat hati Glen berbunga-bunga.


'Bagaimana jika kamu tahu jika wanita itu 'kamu', Reyna?' tanya Glen dalam hati.' Apa kamu juga tidak akan menolak cinta dari aku?'


"Tapi kamu udah pernah coba nyatain perasaan kamu sama dia?"


Pertanyaan Reyna kali ini langsung dijawab Glen dan gelengan kepalanya.


"Kenapa?" tanya Reyna yang semakin penasaran dengan siapa perempuan yang dicintai oleh Glen sebenarnya.


"Karena saya tidak mau merusak rumah tangga orang, Nona!"


Deg! Jawaban Glen kali ini membuat dada Reyna terasa sangat sesak.


"Apa?!" pekik Reyna degan suaranya yang tercekat.


"Jadi kamu..." Kalimat Reyna terpotong dan ia tidak dapat melanjutkannya lagi.


"Iya, saya mencintai istri orang!" jawab Glen sambil terkekeh pelan. "Lucu sekali bukan?"


Keduanya pun langsung sama sama terdiam selepas Glen menyatakan jika dirinya sudah mencintai istri orang.


'Aku sudah menduga, tidak ada siapa pun yang setuju jika aku jatuh cinta dengan wanita yang sudah memiliki seorang suami. Yaaah, meskipun kenyataannya suaminya adalah seorang b4n954t!' gumam Glen dalam hati.


Ada sedikit penyesalan dalam hati Glen karena sudah berbicara jujur dengan Reyna jika ia mencintai istri orang.


Sedangkan Reyna justru merasa sangat berbunga-bunga mendengar pernyataan dari Glen barusan.


Meskipun Glen belum menyebutkan siapa wanita yang ia maksudkan, ia tetap masih memiliki harapan yang sangat besar jika wanita itu adalah dirinya.


Suasana di ruang tamu kini langsung sunyi karena Glen dan juga Reyna sama-sama terdiam.


"Nona, terapi pijatnya sudah cukup dan kini ada bisa berlatih berjalan lagi!" ucap Glen memecahkan kesunyian di antara mereka berdua.


"Nanti kita akan melihat apakah sudah lebih baik dari sebelumnya atau masih sama!" lanjut Glen.


"Oh, Oke oke!" Reyna pun menurunkan kakinya dan mencoba berjalan memutar meja ruang tamu.


"Aku merasa kakiku semakin ringan untuk melangkah dan semakin mantap untuk menapak, Glen! Tidak seperti sebelumnya!" ucap Reyna dengan Raut wajah yang tampak gembira.


"Perkembangan yang bagus, Nona! Sekarang coba anda mulai berjalan dengan sedikit menuju ke taman dan saya akan mengikuti anda dari belakang!" titah Glen.


Reyna pun langsung mencoba untuk berjinjit, namun jemari kakinya masih belum kuat untuk menopang tubuhnya.


Reyna pun langsung terhuyung dan terjatuh,. Untung saja Glen langsung sigap menangkap tuhu Reyna dan kini ia terlihat seperti tengah memeluk Reyna.

__ADS_1


Keduanya pun langsung terdiam sambil saling menatap satu sama lain. Kini binar dalam sorot mata mereka saling berbicara, namun hati keduanya sama-sama menepis apa yang ia lihat di dalam sorot masing-masing mereka.


'Astaga! Kenapa sorot matanya berbicara jika wanita yang dicintai oleh Glen itu aku? Oh My God! Aku benar-benar sudah gila!' gumam Reyna dalam hati.


"Maaf Nona! Sepertinya kita belum bisa untuk tahap yang ini!" ucap Glen membuyarkan lamunan Reyna.


"Sebaiknya kita fokus untuk berjalan terlebih dahulu!"


Reyna pun langsung menganggukkan kepalanya dan mulai menegakkan tubuhnya.


"Oke! Kita ke taman ya!" ajak Reyna yang langsung berjalan mendahului Glen!


Glen pun mengusap wajahnya kasar sambil mengikuti langkah Reyna.


'Ya Ampun Glen! Bisa-bisanya sih kamu menilai sorot mata Reyna tadi itu membalas perasaan cintamu! itu namanya NGARANG!' batin Glen bermonolog dalam hatinya.


Kini keduanya sudah sama-sama berada di taman dan duduk saling berhadapan.


"Amazing! Perkembangan anda sangat luar biasa, Nona! Saya pastikan Tuan Hirata pasti akan takjub melihat perkembangan kesehatan anda!"


"Papa dan adikku tidak tahu jika aku terkena stroke! Aku tidak mau membuat mereka khawatir!" timpal Reyna.


"Jadi, aku harap kau juga bisa merahasiakan hal ini!" pinta Reyna.


"Baik, Nona! saya akan menjaga rahasia anda!


"Oh iya, satu lagi Glen! Papa sebenarnya hendak memberiku surprise. Tapi sayangnya aku justru sudah mengetahuinya!"


"Dan kini Mas Bram juga belum tahu jika aku sudah mengetahui kepulangan Papa!"


Penjelasan Reyna kali ini membuat Glen paham jika ia harus menjaga rahasia dengan tidak membeberkan masalah apa saja yang dihadapi oleh Reyna saat kepergian papanya.


"Jangan khawatir, Nona! saya akan menjaga rahasia anda dengan baik."


"Thanks ya Glen. Oh iya, tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepadamu!"


"Tentang apa, Nona?" tanya Glen kemudian.


"Apa sebelum kau bertemu dengan papa dan menjadi sopir Pribadi ku kita pernah bertemu?" tanya Reyna tiba-tiba.


Deg! Glen sedikit terhenyak mendengar ucapan Reyna barusan.


Ia langsung menahan ludahnya kasar. Suaranya seketika tercekat tidak tahu haru menjawab apa.


Sedangkan kini Reyna tengah menunggu jawaban dari mulut Glen.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir ke novel bestie aku ya



__ADS_2