Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Awal yang - - -


__ADS_3


Glen perlahan mendekatkan bibirnya ke bibir Reyna dan Reyna dengan 94n45 menarik tengkuk leher Glen dan ********** lebih dulu. Glen yang baru pertama kalinya seperti ini pun hanya bisa mengikuti alur permainan Reyna dan juga instingnya.


Perlahan tangan Glen melepaskan pengait br4 milik Reyna dan membuat isi yang ada di dalamnya bergerak dengan bebas. Tangan Glen pun mulai memainkan ujung titik sensitif milik Reyna dan membuat Reyna melepaskan pagutannya dan mend354h panjang.


Glen yang awalnya terlihat begitu kaku, kini ia mulai membuat Reyna kelimpungan. Glen tidak lagi mengabsen perlahan mulai dari leher dan turun ke bawah, melainkan justru langsung menyesap ujung titik sensitif milik Reyna yang sedari tadi ia mainkan dengan tangannya.


Kini Glen benar-benar seperti bayi besar yang tengah kehausan. Sedangkan tubuh Reyna men993linjang kuat karena permainan Glen.


“Maaas!” d354h Reyna. “Kau benar-benar sangat rakus!” racaunya membuat Glen semakin gemas memainkannya.


“Apa kau menyukainya, sayang?” tanya Glen melepas sebentar milik Reyna yang tampak tegak ujungnya.


“Sangat menyukainya!” balas Reyna membuat Glen kembali memainkannya yang sebelah kiri.


Keduanya benar-benar hanyut dalam permainan mereka sampai Glen mulai menyatukan miliknya dengan milik Reyna. Perlahan dan lembut, Glen berhasil menjadikan Reyna sepenuhnya menjadi miliknya.


Meski keduanya masih belum sah menjadi pasangan suami istri, mereka sudah mendapatkan izin dari papa Hirata demi menyelamatkan Reyna dari efek obat per4n54n9 dosis tinggi yang sudah diminum putrinya.


Pelepasan pertama mereka berdua pun akhirnya terjadi dan membuat Glen terkulai lemas di samping Reyna. Sedangkan Reyna sendiri sudah mulai tenang dan denyut nadinya juga sudah stabil. Ia pun langsung memejamkan matanya di samping Glen.


Sedangkan Glen terus saja memandangi Reyna yang sudah mulai tenang sambil tersenyum.


Cup!


Kecupan singkat Glen mendarat sempurna di kening Reyna.


“Aku sangat bersyukur untuk malam ini, sayang! Kau benar-benar memberikan aku pengalaman yang sangat luar biasa!” gumam Glen sambil mengusap kepala Reyna.


Sedangkan Reyna yang kembali di alam bawah sadarnya hanya menjawabnya dengan deheman singkat. Suara Reyna yang terdengar begitu menggemaskan di telinga Glen pun membuat senjata milik Glen kembali tegak berdiri.


“Hish! Kamu ini dikasih sekali malah minta nambah sih!” gerutu Glen melayangkan protes terhadap senjatanya sendiri.


“Nikah dulu ya, tong! Baru nanti kita main lagi!”


Glen pun langsung menuju ke kamar mandi Reyna dan membersihkan tubuhnya. Selepas itu, ia mengenakan kembali pakaiannya dan bersiap untuk keluar dari kamar Reyna.

__ADS_1


Ternyata saat ia membuka pintu, tampak Dokter pribadi Reyna, Pak Hirata, dan juga Keyra tengah tertidur menunggunya keluar dari kamar. Suara pintu kamar Reyna yang terbuka ini pun langsung membuat Dokter Pribadi Reyna pertama kali terjaga.


“Bagaimana Pak Glen?” tanya Dokter tersebut yang ingin mengetahui keadaan Reyna saat ini. Sayangnya Glen justru menjawab pertanyaan dokter tersebut dengan hal yang lainnya.


“Sangat nikmat, dokter!” jawab Glen sambil menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


“Haah?! Bukan itu maksud saya! Bagaimana keadaan Reyna saat ini?” tanya dokter tersebut kembali menegaskan maksud dari pertanyaannya.


“Oooh, Reyna sudah tenang dan kini ia tengah tertidur!” jawab Glen.


Untungnya saat Glen salah menjawab tadi, pak Hirata dan juga Keyra masih memejamkan matanya. Jika tidak, tentunya ia akan merasa sangat malu.


“Tenang saja, Glen! Kau akan menikmatinya lagi selepas menikah dengan Reyna!” celetuk Pak Hirata sambil membuka matanya.


Jangan ditanya lagi bagaimana malunya Glen saat ini. Wajahnya langsung memerah mendengar celotehan Pak Hirata barusan.


“Tolong periksa keadaan Reyna satu kali lagi dokter!” pinta Pak Hirata yang kemudian membangunkan Keyra yang masih tertidur.


“Key, Keyra!” panggil pak Hirata sambil menggoyangkan bahu Keyra.


“Emmmh, iyaa paaa!” jawab Keyra sambil ngulet panjang.


“Oke, pa!” jawab Keyra dengan suaranya yang serak.


Kini Glen menunggu di luar bersama Pak Hirata. Keduanya sama-sama terdiam sambil menunggu hasil dari pemeriksaan dokter.


Tak lama kemudian, dokter pun keluar dan memberitahukan jika keadaan Reyna sudah baik. Hanya saja ia akan tetap mengirimkan obat penawarnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Selepas itu dokter pribadi Reyna pun undur diri dan Glen pun langsung ikut mengantarnya pulang sebagai ungkapan terima kasih.


💞💞💞


Keesokan harinya,


Reyna sangat terkejut saat bangun dari tidurnya dan sudah tidak mengenakan apa-apa. Ingatannya seketika kembali pada meeting malam bersama dengan Direktur Anming Heng dan membuatnya mulai menduga hal yang tidak-tidak.


“Kenapa aku tidur dalam keadaan seperti ini?” gumam Reyna pelan. “Apa mungkin Direktur Anming Heng sengaja memberikan aku obat tidur dan kemudian –” Reyna mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamarnya.

__ADS_1


“Tapi tidak mungkin! Aku tidak mungkin melakukan hal gila dengan Direktur itu di kamarku sendiri!”


Reyna pun mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi tadi malam. Sayangnya usahanya sama sekali tidak berhasil. Ia pun langsung mengambil pakaiannya dan mengenakannya satu per satu. Tak lama kemudian tampak Keyra masuk ke dalam kamarnya untuk menanyakan keadaan kakaknya.


 “Selamat pagi Kak Reyna. Gimana keadaan kakak sekarang?” tanya Keyra yang masuk membawakan susu hangat dan sandwich.


“Kakak baik, tapi kakak gak tau deh apa yang udah terjadi tadi malam!” balas Reyna.


“Serius kakak gak tau?” tanya Keyra sambil mengernyitkan dahinya.


“Iya Key! Kakak Cuma inget kalo semalam dikasih tester vitamin untuk perempuan sama Direktur Anming Heng!” jelas Reyna.


“Kalo tentang Mas Glen, kakak inget gak?” tanya Keyra lagi dan Reyna langsung menggelengkan kepalanya.


Keyra pun akhirnya duduk di samping tempat tidur kakaknya dan menceritakan secara detail apa yang sudah terjadi tadi malam. Reyna yang mendengarnya pun langsung merasa sangat malu dan menutupi wajahnya.


“Kamu serius Key, kakak sememalukan itu?” tanya Reyna dan langsung diangguki kepala oleh Keyra.


“Nah, kalo pas kakak sama Mas Glen di kamar tuh Keyra gak tau lagi kak!” balas Keyra.


“Kayaknya sih lebih memalukan!”


“Yaaah, gimana dong Key? Kakak kan jadi malu sama Mas Glen!” gerutu Reyna yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


“Tapi enak kan kaaak?” tanya Keyra dan Reyna langsung mengedikkan bahunya.


“Mana kakak tahu? Orang kakak beneran gak inget apa-apa kok!” balas Reyna.


“Bisa gituh yaa? Waah, ini mah keberuntungan buat Mas Glen dong!” timpal Keyra.


“Ya udah, nanti kakak tanya sendiri aja sama Mas Glen tentang gimana yang semalam. Keyra udah mau siap-siap ke kantor nih. Bentar lagi Kak Gwen datang soalnya!”


“Jangan lupa sarapan ya kak!” Keyra pun beranjak meninggalkan kamar Reyna.


“Thanks ya Key, sarapannya!” ucap Reyna sambil mengambil gelas susu dan meminumnya.


“Aduuuh! Gimana cara tanya-nya sama Mas Glen ya?”

__ADS_1


 


 


__ADS_2