
Glen membuka pintu kamar tamu dan kemudian memberanikan dirinya untuk mendekat ke tempat tidur Reyna.
Reyna tampak masih pulas di dalam selimutnya. Glen pun mengambil kursi dan memutuskan untuk duduk di samping tempat tidur dan memandangi Reyna.
"Dia benar-benar sangat cantik!" gumam Glen pelan. "Tidak salah jika aku mencintainya. Pandai dan memiliki sikap yang baik."
"Bodoh sekali suaminya, memilih wanita yang sama sekali tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Reyna!"
Perlahan Glen mulai memberanikan tangannya mengabsen wajah Reyna yang tentunya masih memejamkan matanya.
Sentuhan Glen kali ini membuat Reyna tersadar dari tidurnya, namun ia menahan dirinya untuk tidak membuka matanya saat hidungnya mengrup parfum yang biasa dipakai Glen.
'Glen! Dia sudah datang dan kini...!' gumaman Reyna di dalam hati terhenti saat Glen mulai berbicara lagi.
"Jika aku yang menjadi suaminya, aku pasti akan menjaganya dengan baik! Aku pastikan hatinya terus bahagia saat berada di dekatku dan tidak akan aku biarkan ia menangis karena merasa sakit hati atas perbuatanku!"
"Andai pertemuan pertama di bandara saat itu aku langsung datang dan memperkenalkan diriku, mungkin aku tidak harus seperti ini untuk mengejar cintamu, Reyna!" gumam Glen dengan nada bicara yang sangat pelan namun terdengar jelas di telinga Reyna.
'Oh my God, jadi benar dia memperhatikan aku saat di Bandara. Ya Ampuuun, kenapa aku justru baru tahu sekarang ini sih!' batin Reyna.
'Aku yakin, Glen pasti bukan orang sembarangan. Buktinya dia berani memanggilku hanya dengan nama saja!'
Reyna masih betah untuk tidak membuka matanya dan terus mendengarkan apa saja yang hendak Glen ungkapkan kepadanya.
"Banyak orang yang menyalahkan aku karena sudah jatuh cinta dengan istri orang! Tapi aku sama sekali tidak bisa menepis perasaan ini yang kian membuncah setiap harinya!"
Kini ibu jari Glen mulai mengusap bibir Reyna dan membuat tubuh Reyna berdesir hebat.
Sayangnya Glen langsung menjauhkan tangannya secepat kilat saat mendengar langkah seseorang yang mendekat ke kamar tamu dan membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
"Glen! Non Reyna masih belum bangun ya?" tanya Mbok Darmi.
Kedatangan Mbok Darmi kali ini membuat Reyna menggerutu dalam hati. 'Ck, Mbok Darmi ini ganggu suasana aja sih! ngapain coba pake dateng di waktu yang tidak tepat!'
Reyna langsung mengulet sambil membuka matanya perlahan. Kemudian ia pura-pura terkejut saat melihat ke arah jarum jam yang sudah menunjukkan jam dua belas siang kurang lima menit.
"Haaaaah! Jadi aku sudah tidur selama hampir tiga jam?"
Mbok Darmi pun buru-buru minta maaf kepada Reyna dan mengatakan jika ia tidak tega unk membangunkannya.
"Maaf Non Reyna! Saya benar-benar tidak tega untuk membangunkan Non Reyna!"
"Tidak masalah mbok. Aku merasa tidurku kali ini sangat nyenyak!" timpal Reyna sambil menyibakkan selimutnya.
"Hai Glen!" sapa Reyna. "Maaf sudah membuatmu menunggu!"
"Oh, tidak masalah non. Saya juga baru datang!" tutur Glen sambil menundukkan kepalanya.
Sikap Glen kali ini membuat Reyna tertawa dalam hati.
"Okey, karena Non Reyna sudah bangun, bagaimana jika mbok siapkan makan siang dulu?" tawar Mbok Darmi.
"Boleh mbok! Aku juga sudah lapar!" balas Reyna.
Mbok Darmi pun kembali meninggalkan kamar dan bergegas menuju ke dapur untuk menyiapkan makan siang.
"Glen!" panggil Reyna kemudian. "Apa kau bisa membantuku untuk turun dari sini?!"
"Bisa Nona!" balas Glen yang kemudian membantu Reyna untuk bangun dari tidurnya dan kemudian memapah nya untuk berdiri.
Sayangnya saat ia hampir berdiri, Reyna justru sengaja menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan membuat Glen tertarik bersamanya.
__ADS_1
Bruk!
Tubuh Glen kini berada tepat di atas Reyna dan posisi meraka saling berhimpit. Sorot mata mereka berdua pun bertemu dan saling menyiratkan sebuah perasaan yang begitu hangat.
"Apa yang akan kau lakukan jika saat ini aku adalah kekasihmu?" tanya Reyna membuat mata Glen seketika berbinar.
Tanpa menunggu lama lagi, Glen langsung menjawab pertanyaan Reyna dengan aksinya yang langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Reyna.
Glen mulai meny354pnya perlahan dan sangat lembut membuat Reyna membuka mulutnya sedikit dan mengizinkan Glen untuk mengabsen nya lebih dalam lagi.
Tak lama kemudian Glen menyudahi pagutannya dan mengusap bibir Reyna dengan ibu jarinya.
"Maaf Nona, saya hanya menjawab pertanyaan dari non Reyna tadi!" tukas Glen yang kemudian langsung berdiri dari atas tubuh Reyna.
"Mau saya batu berdiri lagi atau saya gendong ala bridal style?" tanya Glen sambil menengadahkan tangannya ke arah Reyna.
"Emm..."
Belum sempat Reyna menjawab pertanyaan dari Glen, Glen sudah mengangkat tubuhnya ala bridal style dan mengarahkan lengannya untuk melingkar di bahu Glen.
"Glen!" panggil Reyna dengan suaranya yang begitu tercekat.
Sudah lama ia mendambakan kehangatan dari suaminya sendiri. Namun selepas ia melihat suaminya berselingkuh membuat Reyna tidak lagi mendambakan hal itu sama sekali.
Kini ia justru merasakan kehangatan yang datang dari sopir pribadinya.
"Jangan potong gaji saya, Nona! Saya hanya sedang menjawab pertanyaan anda tadi secara detail dan terperinci!" ucap Glen sambil memandangi Reyna secara intens.
'Kau sepertinya sudah memberi peluang yang besar untukku, Reyna. Dan aku tidak akan pernah menyia-nyiakan peluang emas ini!' gumam Glen dalam hati.
🍄🍄🍄
__ADS_1
Jangan lupa untuk mampir ke novel bestie aku ya