
Mawar yang kini tengah menggosok tubuhnya yang penuh dengan busa sabun membuat Bram semakin tidak sabar untuk menyentuh Wanita yang selama ini memenuhi kebutuhan biologisnya.
Dengan cepat Bram memeluk Mawar dari belakang dan turut mengusap sabun yang ada di dada Mawar. Sentuhan Bram yang terasa begitu kasar membuat Mawar seketika memekik kencang.
Tentu saja ia sangat terkejut saat mendapati tangan yang tiba-tiba bergerilya di dadanya dan kemudian dengan kasar memainkan miliknya.
Awalnya Mawar memang sangat terkejut sampai berteriak kencang. Namun, ia sama sekali tidak menepis tangan tersebut dan justru mengeluarkan d354h4nnya yang mulai memenuhi kamar mandi.
“Aku tahu, kau pasti sangat merindukan ini, Mawar!” bisik Bram membuat Mawar semakin terbang melayang.
Tubuhnya yang terasa seperti kesetrum membuatnya men993linj4ng tidak karuan dan meminta Bram untuk melakukannya lebih dari itu.
“Stop it, Bram! Play at other, please!” pinta Mawar yang sebenarnya sudah tidak sabar untuk melakukan penyatuan dengan Bram yang sedari tadi senjatanya sudah ON dan menyentuhnya dari belakang.
“Tapi aku masih senang bermain di sini Mawar! Bahkan milikmu terasa semakin penuh di tanganku sampai tidak muat untuk menangkup seluruhnya.”
__ADS_1
Ucapan Bram kali ini membuat Mawar semakin terbang tinggi di atas awan. Ia semakin memohon kepada Bram untuk segera melakukan penyatuan.
Sayangnya Bram sama sekali tidak mengindahkan permintaan Mawar. Sampai akhirnya Mawar yang sudah tidak kuat pun langsung berbalik dan memulai penyatuan mereka lebih dahulu.
“Kau memang j414n9 tidak tahu diri, Mawar! Kau hanya bisa takluk denganku saat seperti ini!” umpat Bram sedikit kasar.
“Kita sama-sama tidak tahu diri, Bram! Ingat! Hanya aku yang bisa memuaskanmu!” balas Mawar yang terus ber9oyan9 dan membuat Bram mulai kelimpungan.
“Argh! Semakin legit! Gilak!” racau Bram membuat Mawar semakin bersemangat. Terlebih saat Bram mulai memukul p4n+4+nya berkali-kali hingga mereka berdua sampai pada pelepasan pertama mereka.
Selepas itu, keduanya sama-sama mengguyur tubuh mereka di bawah shower. Ternyata satu kali pelepasan belum cukup untuk mereka berdua.
“Enough, Bram! Aku sudah sangat kedinginan!” pinta Mawar saat Bram hendak memulai untuk yang ketiga kalinya.
“Okey, aku sudahi yang di bawah shower! Tapi, aku akan tetap bertanggung jawab dengan menghangatkanmu di atas tempat tidur setelah ini, sayang!” balas Bram yang sama sekali tidak ditolak oleh Mawar.
Akhirnya mereka berdua pun mengakhiri mandi panjang mereka dan langsung memesan makanan karena perut mereka sudah mulai berdemo minta makan.
__ADS_1
“Mawar, maafkan aku yang mungkin telah membuatmu sangat kecewa atas sikap ceroboh yang aku lakukan! Aku benar-benar sangat menyesal telah berfikiran untuk berusaha melenyapkanmu!” ucap Bram sambil menikmati makan malamnya bersama Mawar.
“Aku memang sangat kecewa, Bram. Tapi di sisi lain aku juga merasa bersalah karena sejak awal tidak bisa melepaskanmu untuk Reyna dan terus saja menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian!” balas Mawar.
“Kau tahu kan, Mawar! Aku tidak akan bisa menghidupimu dan juga buah hati kita tanpa kekayaan yang Reyna miliki!” Bram mulai mendekati Mawar dan mengusap perutnya dengan sangat mesra.
“Lalu, apa yang kira-kira akan kau rencanakan?” tanya Mawar kemudian.
“Kita harus bekerja sama agar bisa hidup baik dan anak kita terjamin hidupnya!” jawab Bram.
“Dengan cara yang bagaimana?”
Pertanyaan Mawar kali ini membuat Bram langsung menyunggingkan senyumannya.
💞💞💞
Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku
__ADS_1