Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Mediasi


__ADS_3


Keesokan paginya, Reyna dan juga Keyra sudah siap untuk menuju ke pengadilan agama untuk memenuhi panggilan mediasi yang pertama kalinya.


“Reyna, sudah siap kan untuk menghadapi Bram di meja mediasi?” tanya Pak Hirata.


“Siap, papa!” jawab Reyna dengan mantap.


“Jangan khawatir yaa, pengacara kepercayaan papa pasti akan mendampingi kamu dengan baik.”


“Keyra juga akan dampingi Kak Reyna dengan baik, Pa!” timpal Keyra yang sangat semangat mendampingi kakaknya.


“Papa lihat kamu nih semenjak gak jadi papa jodohin, jadi girang amat begini Key!” timpal Pak Hirata.


“Ya iyalah papa! Emang papa mau nanti Keyra diselingkuhi suami sama kayak Kak Reyna?” balas Keyra membuat papanya dan juga Reyna saling melempar pandang.


“Emmm, Key… Kamu tahu kan, papa Cuma mau yang terbaik untuk anaknya!” ucap Reyna agar tidak membuat papanya tersinggung.


“Yaah, papa memang salah. Makanya, papa udah gak mau lagi jodoh-jodohin kamu!” balas Pak Hirata sambil mulai menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


“Aiiiih, senangnya hati Key! Thanks a lot, papa! Keyra gak akan jadi perawan tua kok. Papa tenang aja ya!” timpal Keyra sambil menikmati nasi gorengnya.


Selepas semuanya sarapan, Keyra dan Reyna langsung menuju ke kantor pengadilan agama, dimana pengacara papanya yang bernama Pak Belva sudah menunggu di sana.


Kali ini Keyra yang mengemudikan mobilnya karena mereka belum punya sopir baru untuk menggantikan Glen.


Sesampainya di sana, tampak Pak Belva tengah duduk berdampingan dengan Bram di lobby pengadilan sambil menunggu kedatangan Reyna.


“Aku yakin, Mas Bram pasti masih sangat keberatan untuk bercerai dengan kakak! Lihat saja, dia pasti sedang merayu Pak Belva untuk membantunya!” ucap Keyra.


“Ck, tentu saja keberatan Key. Mas Bram dapat uang dari mana untuk menghidupi selingkuhannya itu. Apalagi dia sedang hamil!” timpal Reyna.

__ADS_1


Keduanya pun turun dari mobil dan Bram langsung berdiri dari tempat duduknya untuk menyambut kedatangan Reyna. Namun langkahnya langsung terhalang oleh Pak Belva yang memang sudah dipesan oleh Pak Hirata untuk menjaga Reyna.


“Maaf Pak Bram, sebaiknya kita langsung ke ruang mediasi saja. Di sini saya bertanggung jawab penuh atas Mbak Reyna dan juga yang menyangkut dengan kenyamanannya!” jelas Pak Belva dengan tegas.


Bram hanya bisa menghela nafasnya panjang karena saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia pun kemudian berbalik dan menuju ke ruang mediasi seorang diri, tanpa ada pengacara yang menemani.


“Kaaak!” panggil Keyra sambil menggenggam tangan Reyna. “Are you okay?”


Reyna langsung menyunggingkan senyumannya dan menganggukkan kepalanya. Reyna pun langsung masuk ke ruang mediasi didampingi oleh Pak Belva sebagai kuasa hukumnya, sedangkan Keyra menunggu di luar ruangan.


Kali ini mediator yang terpilih adalah Bu Ecca, yang memang sudah sangat terkenal handal untuk menangani kasus perceraian. Bu Ecca yang sudah menerima dokumen yang memuat duduk perkara pun langsung memulai proses mediasi.


“Jika dilihat dari dokumen yang saya terima dari pihak penggugat, menyatakan jika Saudara Bramantyo Adijaya telah berselingkuh saat istrinya masih dalam pemulihan pasca mengalami stroke. Apa itu benar Pak Bram?” tanya Mediator.


Bram memandangi Reyna sambil menganggukkan kepalanya. “Ya, memang benar!”


“Saya melakukan hal ini karena saya jarang dan bisa dibilang tidak pernah mendapatkan pemenuhan kebutuhan biologis sebagai seorang suami sejak satu bulan pernikahan.”


“Reyna terlalu sibuk mengurus pekerjaan kantor dan selalu kelelahan selepas pulang ke rumah. Meskipun demikian, saya tidak menuntut istri saya …”


“Benar, tapi saya sangat menyesali hal itu dan bersedia untuk membangun kembali mahligai rumah tangga kami yang sudah retak. Maka dari itu saya tidak setuju untuk bercerai dengan istri saya!” tegas Bram tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Reyna.


“Bagaimana dengan Saudari Reyna Hirata? Apa yang membuat anda menggugat Saudara Bram, padahal anda tidak pernah memenuhi kebutuhan biologisnya?” tanya mediator.


“Yang pertama, saya mengakui jika saya sangat jarang melayani mantan suami saya karena pekerjaan kantor yang sangat melelahkan. Terlebih setelah itu saya jatuh dan terkena stroke.”


“Saat mengetahui Pak Bram selingkuh, saya kembali drop dan menyalahkan diri saya yang memang tidak pernah memenuhi kebutuhan biologisnya.”


“Namun setelah mengetahui jika selingkuhannya adalah kekasihnya yang tentunya sudah berhubungan sebelum kami menikah, saya sangat mantap untuk menggugat cerai. Terlebih saat ini kekasihnya sedang mengandung anaknya dengan usia kandungan yang menginjak 4 bulan!” jelas Reyna.


“Tapi Reyna, aku benar-benar tidak ingin menceraikanmu sama sekali!” tegas Bram.

__ADS_1


“Mediator yang terhormat, gugatan ini saya layangkan demi kebaikan diri saya yang baru saja pulih dari stroke. Karena jika pernikahan ini tetap dilanjutkan, sudah bisa dipastikan jika saya sangat tertekan dan bisa jadi nyawa saya melayang mengingat riwayat penyakit yang saya alami.”


Penjelasan Reyna kali ini langsung jatuh keputusan secara mutlak jika hasil dari mediasi adalah sidang perceraian dan bukan rujuk, meskipun Bram sama sekali tidak menginginkan untuk bercerai dari Reyna.


Bram hanya bisa pasrah menerima keputusan ini, dengan langkah gontai ia pun meninggalkan ruangan mediasi. Sedangkan Reyna merasa sangat lega karena mediasi berjalan sesuai dengan apa yang ia harapkan.


Tanpa membuang buang waktu, Reyna dan Keyra pun undur diri untuk menuju ke kantor.


“Congratulations kakaaak, akhirnya kau akan menyandang status sebagai janda yang sangat cantik dan menggoda!” ledek Keyra sambil terkekeh pelan.


“Ngaco banget sih kamu nih ngomongnya! Tapi, ternyata jadi janda memang sangat menyenangkan Keyra!” balas Reyna.


“Jelas aja menyenangkan, kan bentar lagi jadi istrinya Mamaz Glen Ainsley!” tukas Keyra yang turut Bahagia dengan pencapaian kakaknya.


Reyna tersenyum mendengar ledekan adiknya. “Emm, menurut kamu Mas Glen itu gimana kalo bersanding sama kakak?”


“Cocok banget laaah! Dulu pas aku pertama ngeliat sopir pribadi kakak, aku sempet takjub sama ketampanannya.”


“Tapi, pas denger Mas Glen udah punya Wanita special di hatinya, bagi aku tuh tampannya Mas Glen kek ilang gituh aja. Soalnya kan aku gak mungkin jatuh cinta sama laki-laki yang udah punya Wanita special di hatinya.”


“Eh, ternyataaaaaa Wanita itu kakak kesayangan aku!” ucap Keyra.


“Yaaah, kakak juga gak nyangka banget. Soalnya, waktu dia jadi …”


Ucapan Reyna tiba-tiba terhenti saat ada motor yang tiba-tiba hendak melintas di depan mobilnya. “Keyraaaa! Awaaaas!” teriak Reyna dengan kencang.


Keyra pun langsung menginjak rem mobil dan tentunya membuat mereka berdua terantuk ke depan sampai airbag mobil mengembang dengan sempurna. Sayangnya kecelakaan kini tak bisa terelakkan lagi.


Brakk!


Keyra menabrak sepeda motor dan pengendaranya terpelanting jauh.

__ADS_1


 


 


__ADS_2