Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Terusir


__ADS_3


“Selamat malam semuanya!” sapa Bram tanpa rasa malu. “Maaf karena ada klien yang meminta bertemu sebentar tadi, jadi saya baru bisa gabung sekarang!”


“Klien? Klien siapa Bram?” tanya Pak Hirata dengan tangan mengepal yang sudah tidak sabar menonjok menantunya.


“Klien kantor pa!” jawab Bram yang langsung dibalas dengan pukulan Pak Hirata di rahang kanannya.


Bugh!


“Apa kliennya Wanita?” tanya Pak Hirata membuat Bram menelan ludahnya kasar dan langsung menganggukkan kepalanya.


“Iiiya pa!” jawab Bram dan Pak Hirata kembali melayangkan pukulannya ke rahang kiri Bram.


Bugh!


“Klien Wanita yang tengah hamil anakmu dengan usia kandungan 4 bulan ya?” tanya Pak Hirata membuat Bram langsung menatap nanar ke arahh Glen.


“Glen!” panggil Bram dengan tatapan penuh tanda tanya. Sejauh ini hanya dirinya dengan Glen saja yang mengetahui tentang kehamilan Mawar.

__ADS_1


“Iya Pak Bram!” jawab Glen.


“Apa yang katakan untuk menghasut papa mertuaku?!”


“Dia tidak menghasut papa! Dia justru menguak kebenaran menjijikkan kau sudah lama kau sembunyikan, Mas!” timpal Reyna. “Dan mulai malam ini, aku menggugat cerai Mas Bram!”


Ucapan Reyna kali ini bagaikan petir yang menyambar Bram. Ia pun langsung memandang ke araah pak Hirata.


“Saya mohon jangan percaya dengan Glen, papa! Dia hanya berusaha merebut perusahaan papa! Percaya sama Bram, paa! Dia adalah penipu ulung yang sangat licik!” tuding Bram ke arah Glen.


Bram kini merasa sangat tertipu oleh Glen. Orang yang sangat ia percaya justru menikamnya dari belakang.


“Tidak, pa! Bram tidak akan pernah menceraikan Reyna sekali pun!” tegas Bram yang sudah mulai kalang kabut.


“Terserah apa katamu, yang jelas mulai malam ini kau sudah tidak bisa lagi tinggal di Mansion ini!” usir Pak Hirata secara terang-terangan.


“Kalo papa berani mengusirku, maka jangan menyesal jika perencanaan terbaru yang Reyna buat akan aku beberkan ke perusahaan lawan agar perusahaan Hirata kalah tender!” ancam Bram.


“Lakukan saja apa yang kau mau Bram, sebelum kau mendekam di dalam penjara!” ucap Pak Hirata membuat Bram tidak tahu harus bagaimana lagi.

__ADS_1


‘Sial! Tua bangka ini tidak bisa diancam sama sekali!’ umpat Bram dalam hati.


“Atas tuduhan apa papa akan memenjarakan aku?” tantang Bram.


“Tuduhan pembunuhan berencana yang gagal total!” balas Glen buka suara.


Glen pun langsung menceritakan jika ia mengetahui rencana pembunuhan Mawar. Bahkan sampai Bram kehilangan uang sebesar setengah M hanya untuk pembunuh bayarannya.


Informasi ini membuat Bram tidak bisa berkutik lagi. Ia pun mau tidak mau harus menjatuhkan cerai untuk istrinya, Reyna Hirata yang sudah disiapkan oleh pengacara kepercayaan Pak Hirata.


Kemudian tampak Mbok Darmi sudah merapikan kopernya yang berisi semua barang-barang Bram. Dengan Langkah gontai, ia pun menerima barang miliknya yang sudah disiapkan oleh Mbok Darmi dan melangkahkan kakinya ke luar Mansion.


Namun saat langkahnya sampai di pintu, Reyna pun langsung memanggilnya.


“Mas Bram!” panggil Reyna membuat Bram menghentikan langkahnya dan berbalik.


“Aku minta kembalikan kunci mobil Reyna dan bawa motor butut Mas Bram yang ada di garasi mobil!” pinta Reyna sambil menengadahkan tangannya.


Akhirnya Bram mengembalikan kunci mobil Reyna dan kembali meninggalkan Mansion. Kini ia membawa kopernya dan pulang dengan motor miliknya yang tentunya sudah sangat jarang ia pakai.

__ADS_1


__ADS_2