Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Sama-sama Berjuang


__ADS_3


“Kita akan tetap bersama, sayang. Tapi aku akan tetap merayu Reyna untuk rujuk. Hanya demi keuangan keluarga kita!” jelas Bram.


“Apa aku juga boleh mendekati Glen?” tanya Mawar hati-hati.


“Tentu saja. Apalagi jika kau berhasil menggaet Glen menjadi kekasihmu. Kita pasti akan kaya raya.”


Ucapan Bram membuat Mawar mengernyitkan dahinya. “Memang seberapa besar sopir dari Reyna Hirata?” tanya Mawar yang memang belum mengetahui identitas Glen yang sesungguhnya.


“Dia sebenarnya orang kaya raya yang menyamar menjadi sopir pribadi Reyna. Entahlah, aku tidak tahu apa modusnya, yang jelas ia adalah pemilik universitas ternama.”


Penjelasan Bram kali ini membuat Mawar menelan ludahnya kasar. “Jadi dia sangat kaya?” tanya Mawar dengan nada terkejut.


Bram pun langsung menjawab keterkejutan Mawar dengan anggukan kepalanya. “Yap! Jadi, berusahalah dengan keras untuk mendapatkan Glen. Dan aku juga akan berusaha untuk mendapatkan Reyna kembali.”


Mawar pun setuju dengan rencana Bram kali ini. Jika tadi ia sempat menghindari Bram, tapi karena permainan Bram tadi, Mawar langsung luluh dan setuju untuk bekerja sama dengan Bram.


💞💞💞


Di sisi lain, malam ini Glen memenuhi panggilan kedua kolega bisnisnya, Clayton dan juga Kenan. Kedatangan Glen kali ini langsung disambut dengan kedua temannya itu yang sudah tidak sabar untuk mendengar penjelasan Glen.


“Glen, sekarang cepat ceritakan apa hubunganmu dengan Reyna!” pinta Clayton yang tampak tidak sabar.


“Waah, ternyata om duda udah tidak sabar yaa?” ledek Glen sambil membuka air mineral yang baru saja ia beli.


“Sudahlah, jangan bertele-tele! Ceritakan saja semuanya!” timpal Kenan.


Akhirnya Glen pun bercerita jika Reyna adalah Wanita yang dulu ia lihat di bandara saat pertama kali tiba di Indonesia.

__ADS_1


“Jadi, Reyna itu Wanita misterius yang kau ceritakan kepada kami dulu?” tanya Clayton yang langsung dijawab Glen dengan anggukan kepalanya.


“Yap, tepat sekali. Sayangnya saat aku bertemu dengannya, dia justru sudah menjadi istri Bram!”balas Glen.


“Wah, kamu nih pebinor Namanya! Pasti kamu kan yang jadi orang ketiga dalam hubungan Bram dengan Reyna?” tuduh Kenan.


“Enak aja kalo ngomong! Bram duluan yang selingkuh, makanya aku jadi garda depan untuk terus berjuang mendapatkan Reyna dan menguak perselingkuhan Bram!” balas Glen tidak terima.


“Bodoh banget sih Bram nih jadi orang. Istri cantik kayak gitu ditinggal selingkuh!” gumam Clayton.


“Emang bodoh banget! Apalagi mereka berdua tuh selingkuhnya terang-terangan di depan Reyna. Si Bram lagi kikuk-kikuk sama Mawar di kamar utama. Gila banget kan?” timpal Glen yang kemudian menceritakan tentang semua kebusukan Bram dengan Mawar.


Mulai dari selingkuh yang terang-terangan, Bram yang mencoba membunuh Mawar tapi gagal, Mawar yang kini tengah mengandung anak Bram, sampai Bram yang sengaja menabrakkan dirinya dengan mobil yang dikendarai oleh Keyra selepas mediasi pertama.


“Wah, ini sih beneran udah putus urat normalnya si Bram. Aku yakin, Bram pasti akan menggugat Keyra dan Reyna selepas ini di kantor polisi.”


“Tenang aja! Aku punya sohib seorang polisi. Gimana kalau sekarang kita ke sana untuk meminta tolong meleraikan masalah ini?” tawar Kenan.


Sayangnya Glen dan Clayton tidak langsung percaya begitu saja dan justru saling melempar pandang.


“Casanova kayak kamu punya sohib polisi? Yang bener aja Kenan!” sanggah Clayton tidak percaya.


“Aku juga kurang percaya deh!” tambah Glen.


“Ya udah kalo gak percaya! Aku telfon nih orangnya!” Kenan pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi sohibnya.


Namun, saat panggilannya tersambung, Kenan justru menjauh dari kedua temannya itu.


“Yah, pergi tuh dia!” tunjuk Clayton. “Beneran bohong deh kayaknya!”

__ADS_1


“Udah biarin aja! Oh iya kita ke café sana yuk pesen makan. Laper aku!” ajak Glen sambil menggamit lengan Clayton.


“Aku gak ikutan deh Glen. Mau makan di rumah aja nanti. Kasihan Abel kalo ditinggal lama!” tolak Clayton yang memikirkan anak laki-lakinya yang masih berusia 4 tahun.


“Oke, oke! Salam buat Abel yaa!”


Glen pun akhirnya menuju ke café seorang diri dan memesan nasi goreng untuknya. Tak lama kemudian Kenan pun datang dan merangkul Glen dari belakang secara tiba-tiba.


“Diih! Pesen Cuma satu doang sih, Bro!”


“Udah aku pesenin buat kamu tuh. Lagi dibuatin sama Bik Jum!” balas Glen yang masih menikmati nasi gorengnya.


“Waah, sohib beneran kalo gituh! Oh iya Glen, kebetulan Vanno masih bertugas di luar kota. Jadi dia gak bisa bantu. Tapi aku tadi langsung dihubungkan sama keluarganya yang duduk di jajaran kepolisian!”


“Ada Bu Rychelle, Bu Imelda, dan Pak Teysar yang mereka semua memiliki jabatan tinggi di kepolisian. Gimana kalo habis ini kita langsung berkunjung ke sana?” tawar Kenan.


Glen langsung melihat jam yang ada di tangannya. “Ini udah hampir Jam Sembilan loh, Bro! Emang gak ganggu?” tanya Glen yang merasa tidak enak.


“Kata Aipda Vanno sih tadi mau dikabarin dulu papa sama mamanya. Bentar deh! Kita tunggu kabar dari dia dulu sambil makan!” timpal Kenan.


Tak lama kemudian pun ada pesan masuk dari Vanno yang mengabarkan jika mereka bisa datang ke rumah malam ini. Akhirnya dengan semangat 45 pun keduanya langsung menghabiskan nasi goreng mereka dan bergegas ke kediaman BrigJen Teysar.


Glen kini semakin mantap dan yakin jika sebentar lagi akan mengalahkan Bram dan memiliki Reyna seutuhnya.


💞💞💞


Sambil menunggu cerita selanjutnya, mampir yuk ke Novel bestie aku


__ADS_1


__ADS_2