
“Tidak! Tidak mungkin menantuku berani mengkhianati putriku!”
Pak Hirata langsung berbalik ke arah putrinya dan memandangnya secara intens. “Dia pasti sudah berbohong kan, Reyna? Papa tidak mungkin memberikan jodoh yang buruk untukmu, sayang!”
“Tapi Mas Bram bahkan bercinta dengan selingkuhannya di kamar Reyna papa!” tutur Reyna membuat Pak Hirata sangat terkejut mendengarnya.
Ia pun langsung memegangi dada kirinya yang tiba-tiba merasa begitu nyeri. Dengan sigap Glen langsung menangkap tubuh Pak Hirata dan membantunya untuk duduk bersandar di sofa.
Sedangkan Keyra langsung berteriak memanggil Mbok Darmi untuk mengambilkan minuman di dapur. Mbok Darmi pun bergegas mengambilkan minuman untuk Pak Hirata.
Pak Hirata pun langsung meneguknya sampai habis tak bersisa kemudian ia mencoba mengatur nafasnya.
“Apa kalian memiliki bukti akurat?” tanya Pak Hirata setelah kondisinya mulai tenang.
“Punya Pak!” jawab Glen dengan mantap. Ia pun langsung memberikan flash disk kepada Reyna, dan Reyna langsung menyalakannya di televisi.
Kini Pak Hirata dan Keyra semakin terkejut selepas mengetahui sifat asli Bram. Semua rekaman video, foto yang diambil dari ponsel Mawar, dan juga rekaman suara membuat semuanya jelas jika pernikahan Reyna tentunya tidak bisa dipertahankan lagi.
Terlebih saat Glen akhirnya menceritakan jika Reyna sebenarnya baru saja sembuh dari stroke dan mengabarkan jika selingkuhan Bram yang kini dirawat di ruang ICU sedang hamil. Pak Bram langsung merasa sangat bersalah dengan Reyna.
__ADS_1
“Maafkan papa, sayang! Papa tidak tahu jika putri papa sampai menderita seperti ini!” tukas Pak Hirata sambil memeluk putrinya.
“Tidak masalah, papa! Yang jelas mulai besok Reyna ingin menggugat cerai Mas Bram!” balas Reyna.
“Iya sayang! Papa tidak akan lagi mengizinkan Bram menginjakkan kakinya di rumah ini!”
Pak Hirata pun langsung melepaskan pelukannya terhadap putrinya. Kemudian ia berbalik menghadap ke kedua orang tua Glen.
“Maafkan saya, Tuan dan Nyonya Ainsley! Saya tadi benar-benar sangat shock mendengarkan pengakuan dari putra anda sampai saya harus melayangkan bogem ke wajahnya!” tutur Pak Hirata yang begitu menyesali perbuatannya.
“Tidak apa-apa Pak Hirata! Itu adalah refleksi yang sangat wajar karena tadi siang saya pun juga shock mendengarnya!” timpal Tuan Ainsley.
“Glen, maafkan saya!” kini Pak Hirata beralih ke arah Glen dan meminta maaf kepadanya.
“Tidak Glen! Perasaanmu sama sekali tidak salah! Saya justru sangat bersyukur sekarang setelah mengetahui semuanya. Tapi tunggu, apa kamu benar-benar mencintai putri sulung saya?” tanya PaK Hirata dengan sungguh-sungguh.
“Tentu saja, Pak! Jika tidak mana mungkin saya terus bergerak maju untuk mendekati putri anda!” balas Glen sambil melirik ke arah Reyna yang wajahnya mulai merona.
Kini Pak Hirata langsung berbalik memandang ke arah Reyna. “Sepertinya putri sulung papa juga sudah memiliki selingkuhan setelah diselingkuhi oleh suaminya!” ledek Pak Hirata membuat Reyna hanya bisa mengulum senyumannya.
“Apa kau juga mencintai Glen, sayang?”
__ADS_1
Pertanyaan papanya langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Reyna. “Paa, Glen yang sudah membantu Reyna bisa berjalan lagi dan kembali bekerja mengurus perusahaan! Bagaimana mungkin Reyna tidak mencintainya. Dia sangat tulus dan memberikan perhatian yang luar biasa untuk Reyna.”
“Bahkan Glen juga mau menerima Reyna apa adanya!” puji Reyna membuat Glen berbunga-bunga.
Mendengar pernyataan putrinya, kini Pak Hirata menyerahkan keputusannya kepada kedua orang tua Glen.
“Bagaimana menurut anda Tuan Ainsley selepas mendengar dan mengetahui semuanya?”
Pertanyaan dari Pak Hirata tersebut langsung dijawab oleh papanya Glen.
“Memang pada awalnya kita hendak menjodohkan Glen dengan putri kedua anda. Tapi ternyata Glen sudah lama menyukai putri sulung anda yang di mana pernikahannya juga sudah di ujung tanduk.”
“Kami akan datang meminang Reyna selepas keputusan cerai sudah sah dan Reyna telah melewati masa iddahnya.”
Ucapan Tuan Ainsley pun langsung disetujui oleh semuanya yang ada di ditu
“Kalau begitu, papa akan segera menghubungi pengacara malam ini juga untuk mengurus perceraian dengan Bram! Papa sudah sangat muak dengan kelakuannya yang sangat munafik ini!”
Reyna langsung memeluk papanya dengan sangat erat. “Makasih banyak papaaa!”
Tak lama kemudian terdengar suara Bram mengucapkan salam sambil masuk ke dalam Mansion.
__ADS_1