
Mbok Darmi terdiam beberapa saat dan tidak langsung menjawab pertanyaan dari Nona mudanya. Sebelum Pak Hirata menghubungi Bram, Mbok Darmi sudah lebih dulu diberi tahu berita kepulangannya dan diminta untuk merahasiakannya kepada Reyna.
Mbok Darmi paham betul jika Bram tidak sadarkan diri setelah mendengar papa mertuanya akan pulang ke Indonesia dan memintanya untuk merahasiakan ini dari Reyna.
“Mbok!” panggil Reyna membuyarkan lamunan Mbok Darmi.
“Apa mbok juga akan ikut berbohong menutupi berita penting yang mbok ketahui?” tanya Reyna.
“Bukan begitu, Nona! Saya sama sekali tidak ingin berbohong sedikit pun!” tutur Mbok Darmi.
“Tapi Mbok Darmi sudah menutupi perselingkuhan Mas Bram selama ini!”
“Saya sudah ingin memberi tahu Non Reyna sejak dulu. Tapi Pak Bram dan Bu Mawar selalu mengancam saya tidak akan memberikan saya gaji dan mencelakai anak saya di kampung. Maafkan saya Non. Saya benar-benar tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua ini!” tutur Mbok Darmi dengan air mata yang berurai.
Hal ini tentunya membuat Reyna tidak tega dengan asisten rumah tangga yang selama ini mengurusnya dengan sangat baik dan tanpa mengeluh sedikit pun.
“Oke, saya akan memaafkan kesalahan Mbok Darmi dengan satu syarat! Beri tahu saya apa yang menyebabkan Mas Bram jatuh pingsan!” pinta Reyna.
Akhirnya Mbok Darmi pun menceritakan jika Pak Hirata akan kembali ke Indonesia. Penjelasan Mbok Darmi kali ini membuat Reyna sangat terkejut.
Bagaimana tidak? Selama ini ia sudah menutupi keadaannya yang terkena stroke selama 6 bulan dari papanya. Alasannya sangat sederhana, ia tidak ingin papanya khawatir terhadapnya.
Apalagi saat ini hubungannya dengan Bram sedang tidak baik-baik saja. Pantas saja jika suaminya langsung tidak sadarkan diri saat mendengarkan papanya akan pulang.
“Ternyata papa pulang lebih cepat dari waktu yang diperkirakan!” gumam Reyna sambil menyisir rambut panjangnya dengan tangannya.
“Aku sekarang bingung harus bagaimana, Mbok. Mas Bram adalah orang yang sangat papa percaya di perusahaan. Dan aku akui kinerjanya juga sangat bagus dan profesional selama ini.”
“Tapi, perselingkuhannya kemarin membuat aku sangat sulit untuk memaafkannya!”
__ADS_1
“Kalo saran saya, lebih baik non Reyna maafkan kesalahan Pak Bram dan beri dia kesempatan untuk kedua kalinya. Setidaknya saat Pak Hirata pulang ke Indonesia, dia tidak merasa kecewa, Non!” tutur Mbok Darmi memberikan nasihat.
“Selanjutnya, jika Pak Bram masih melanjutkan hubungannya dengan Mawar. Non Reyna bisa langsung mengambil sikap!” lanjutnya lagi membuat Reyna menghela nafasnya panjang.
“Tapi mbok, kegilaan Mas Bram masih terus saja menari-nari di kepalaku!” tutur Reyna.
“Emmm, apa mbok boleh sedikit bertanya mengenai hal privat, non?”
Pertanyaan mbok Darmi kali ini langsung dijawab Reyna dengan anggukan kepalanya.
“Apa Non Reyna masih mencintai Pak Bram?” tanya Mbok Darmi membuat Reyna terdiam beberapa saat.
‘Cinta? Aku bahkan tidak tahu kapan cinta itu datang dan kapan perginya. Aku memang jatuh cinta setelah menikah dengan Mas Bram.’
‘Semua tutur katanya yang manis benar-benar membuatku mabuk kepayang. Tapi, mendengarnya kemarin mengatakan jika dia adalah pria normal yang butuh menyalurkan hasrat biologisnya membuat hatiku remuk redam!’
‘Aku merasa tidak berguna berada di dekatnya selama ini. Aku pikir ia adalah lelaki yang penyabar saat menghadapi aku yang harus terkena stroke di usia yang sangat muda. Bahkan saat usia pernikahanku menginjak usia 6 bulan lamanya.’
Reyna terus saja bergumam dalam hati menghadapi masalah yang saat ini tengah ia hadapi. Sedangkan Mbok Darmi yang melihat Reyna masih terdiam dan tidak menjawab pertanyaannya pun langsung mengambil kesimpulan secara sepihak.
“Kalau diam berarti iya kan Nona!” tutur Mbok Darmi membuat Reyna terkesiap mendengarnya.
“Eh, bukan gituh Mbok!” kilah Reyna.
“Lalu?”
“Emmh, aku hanya tidak ingin papa kecewa terhadapku saat mengetahui keretakan rumah tangga kami. Yaaah, setidaknya aku juga tidak mau papa merasa sedih saat mengetahui sisi buruk karyawan kesayangannya.”
“Jadi?” tanya Mbok Darmi yang dipenuhi rasa penasaran yang sangat besar.
“Aku akan memberikan kesempatan kedua untuk Mas Bram!” Tutur Reyna yang tidak sengaja terdengar jelas oleh Glen yang kini tengah berdiri di dekat pintu.
__ADS_1
‘Sepertinya aku sudah tidak memiliki harapan lagi untuk mendapatkan cinta dari Reyna!’ gumam Glen dalam hati.
‘Mungkin, ini memang sudah saatnya untukku menyerah!’
Glen pun kemudian mengucapkan salam dan mendekati Reyna dan juga Mbok Darmi.
“Selamat siang, Nona! Apa yang sebenarnya sudah terjadi?” Tanya Glen mulai mengulik-ulik informasi.
“Selamat siang, Glen. Aku tengah pusing memikirkan masalah baru!” jawab Reyna.
“Jika saya boleh tahu, masalah apa yang sedang Anda hadapi, Nona?”
“Papa akan pulang ke Indonesia!” jawab Reyna membuat mulut Glen langsung menganga karena sangat terkejut mendengarnya.
“Kapan, Nona?” tanya Glen dengan suara yang sedikit tercekat.
“Kemungkinan minggu depan, Glen!” jawab Reyna.
“Apaa?!! Minggu depan?!!” pekik Glen sambil membeliakkan matanya.
“Yap! Ada apa memangnya?” tanya Reyna.
“Maaf Nona, mulai minggu depan saya akan mengajukan surat cuti karena ada beberapa hal yang harus saya lakukan!” tukas Glen yang memang akan mengecek pekerjaan kantor dengan langsung turun di lapangan.
“Waduh, aku sedikit keberatan, Glen! Tapi aku juga tidak bisa mencegahnya bukan?” balas Reyna dan Glen pun langsung menganggukkan kepalanya.
☘️☘️☘️
Sambil menunggu kelanjutannya, mampir yuk ke Novel bestie aku
__ADS_1