Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Hasutan Bram


__ADS_3


“Kau mencintai orang yang salah, Mawar! Glen adalah penipu yang sama sekali tidak bisa dipercaya!” ucap Bram.


“Aku benar-benar sangat kecewa dengannya yang justru memberikan bukti perselingkuhanku pada Pak Hirata sampai akhirnya Pak Hirata mengusirku dan menggugatku di depan pengacara kepercayaannya!”


Penjelasan Bram kali ini justru membuat mata Mawar berbinar. ‘Bagus dong! Berarti Glen orang yang pandai karena tidak terpengaruh dengan Bram yang sangat payah ini!’ gumam Mawar dalam hati.


Glen pun menceritakan semuanya yang terjadi dengan dirinya, mulai diberhentikan kerja secara tidak hormat, mediasi yang berujung perceraian, sampai saat ia sengaja menabrakkan dirinya di mobil Keyra yang melaju cukup kencang.


Sedangkan Mawar hanya diam dan terus mendengarkan apa yang diceritakan oleh Bram.


“Apa kau masih mau mencintai Glen setelah mendengar semua ceritaku?” tanya Bram kepada Mawar.


“Entahlah!” jawab Mawar singkat. Ia tampak sangat enggan menanggapi cerita Bram yang tampak begitu membenci Glen.


“Sadar Mawar! Kau hanya Wanita murahan yang aku sayang yakin jika Glen tidak akan membalas cintamu! Jangan melakukan hal yang sia-sia, Mawar!” ucap Bram membuat hati Mawar terasa begitu nyeri.


Tanpa terasa matanya mulai berkaca-kaca. Apa yang dikatakan oleh Bram memang benar adanya. Ia hanyalah Wanita tidak tahu diri yang merebut suami orang lain dan kini tengah berbadan dua karena hasil dari ulah bejatnya.


Sedangkan Glen sendiri yang statusnya sebagai sopir justru sebentar lagi akan lulus dengan jabatan Magister. Sudah tampak dengan jelas jika Glen adalah orang berpendidikan. Mana mau orang yang berpendidikan mencintainya, terlebih Glen sangat paham seluk beluk tentang dirinya.


“Jangan menangis, Mawar!” Bram mengulurkan tangannya untuk mengusap air mata Mawar. “Kalau kau memang mencintai Glen, aku akan membantumu untuk mendapatkannya!”


“Bohong!” sarkas Mawar dengan cepat. “Kau tidak mungkin membantuku untuk mendapatkannya. Yang jelas kau sudah tentu meminta bantuanku untuk menghancurkannya bukan?” balas Mawar dengan wajah yang berurai air mata.


“Bukankah itu dua hal yang sama, kehancuran Glen adalah saat ia harus bersanding denganmu bukan?” balas Bram yang kemudian diiringi dengan tawanya yang terdengar begitu terbahak-bahak.


‘Sial! Bram justru sangat merendahkan diriku!’ umpat Mawar dalam hati. ‘Aku tidak akan bekerja sama dengannya karena aku akan berusaha dengan caraku sendiri!’


Mawar pun kemudian memencet tombol pemanggil perawat untuk minta diantar menuju ke kamarnya.


“Aku kembali ke ruangan dulu yaa. Semoga operasinya lancer! Kemungkinan besok aku sudah diperbolehkan untuk pulang!” ucap Mawar undur diri.


Tak lama kemudian perawat yang dipanggil pun tiba dan siap untuk mengantar Mawar kembali ke kamarnya.

__ADS_1


“Besok kau akan datang lagi untuk menjengukku bukan?” tanya Bram sebelum ditinggalkan oleh Mawar.


“Lihat saja nanti!” balas Mawar sambil meninggalkan ruangan Bram.


☘️☘️☘️


Di Mansion Hirata,


Reyna yang baru datang Bersama Nyonya Ainsley dan juga Gwen langsung disambut dengan Keyra yang memang sudah menunggunya di ruang tamu. Keduanya langsung berpelukan dengan erat seperti sudah tidak bertemu dalam jangka waktu yang lama.


“Maafkan aku Keyra, aku tidak bisa mendampingimu tadi dan justru memperkeruh keadaan dengan pingsan di tempat!” ucap Reyna.


“Tidak masalah, kak! Aku justru sangat senang melihatmu baik-baik saja!” balas Keyra.


“Bram memang benar-benar harus diberi pelajaran! Aku sangat yakin dia sengaja seperti ini untuk menuntut kita agar mengeluarkan dana yang besar untuknya!”


“Kamu benar, Key! Orang seperti dia memang harus diberi pelajaran!” balas Reyna.


Tiba-tiba Pak Hirata keluar dari kamarnya dan langsung menegur kedua putrinya yang justru mengacuhkan Nyonya Ainsley dan juga Gwen.


“Yaa Ampuun, kalian berdua ini kok malah mengacuhkan Nyonya Ainsley dan putrinya sih!” tegur Pak Hirata membuat keduanya tersadar dan langsung meleraikan pelukannya.


“Gak papa, sayang! Toh mama juga malah langsung duduk manis nih sama Gwen, padahal belum dipersilahkan!” balas Nyonya Ainsley yang memang tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Tak lama kemudian datang Mbok Darmi dari arah pantry menuju ke ruang tamu.


“Nyonya Ainsley sama Nona Gwen mau minum apa? Biar Mbok buatkan dengan cinta!” tawar Mbok Darmi.


“Mama nih kalo pulang kerja biasanya minta teh panas yang manisnya sedang tapi pekat. Gituh kan ma?” tanya Gwen yang langsung dijawab Nyonya Ainsley dengan anggukan kepalanya.


“Kalo Gwen minta dibuatkan jus buah aja ada gak mbok? Pingin yang seger-seger nih!”


“Ada non, mau jus buah alpukat, mangga, jeruk, atau apel?” tanya Mbok Darmi.


“Gwen mau jus apel aja!”

__ADS_1


“Kalo Keyra sama Kak Reyna mau jus jeruk, terus papa biasanya jus Alpukat kan?” timpal Keyra sambil menanyakan kepada papanya.


“Boleh!” balas Pak Hirata. “Oh iya mbok, jus alpukatnya bikin dua yaa. Sebentar lagi Tuan Ainsley juga akan mampir sebentar untuk mengantarkan berkas punya saya!”


“Siap, Tuan!”


Mbok Darmi pun langsung berbalik menuju ke pantry untuk membuatkan minuman mereka semua. Kemudian tak lama kemudian Tuan Ainsley pun datang dengan membawa berkas milik Pak Hirata.


“Kak Gwen!” panggil Keyra sambil melambaikan tangannya ke arah Gwen. “Berenang yuk! Nanti bajunya ganti pakai punya kak Reyna atau punya Keyra juga gak papa! Toh ukurannya juga sama.”


“Nginep aja sekalian, biar Mansionnya jadi ramai!” tawar Pak Hirata membuat mata kedua putrinya langsung berbinar.


“Waaah, cocok banget tuh paa! Iya kak, nginep aja di sini!” timpal Reyna girang.


“Nanti kita bobok bareng bertiga di kamar Kak Reyna yang kasurnya besar. Gimana?” tawar Keyra yang tampak sangat antusias.


Gwen pun akhirnya tidak bisa menolak permintaan keluarga calon iparnya ini. “Okey, aku bakal nginep malam ini tapi dengan syarat!”


“Kalian juga harus balas nginep di Mansion kami ya. Gimana?” tawar Gwen yang langsung disetujui oleh Reyna dan juga Keyra.


Akhirnya mereka bertiga pun langsung meninggalkan ruang tamu dan menuju ke kolam renang. Dan kini tinggal orang tua mereka yang tertinggal di ruang tamu untuk saling membicarakan tentang bisnisnya ke depan.


“Kalau Tuan sama Nyonya Ainsley bisnis ke luar negeri, berarti kak Gwen Cuma tinggal berdua dong sama Kak Glen?” tanya Keyra.


“Mana ada tinggal sama dia!” balas Gwen sambil mengikat rambutnya ke atas. “Mansion itu Cuma ada aku sama bibik aja! Kebetulan adik perempuan sama laki-laki aku masih sekolah di Jerman.”


“Emang anak mama Zella ada berapa sih kak?” tanya Reyna.


“Empat. Aku sama Glen kan kembar. Yang ketiga cowok, dan yang terakhir cewek. Semuanya masih ada di Jerman. Mungkin selepas sekolah mereka akan pulang ke sini!” jawab Gwen.


“Trus selama ini Mas Glen pulang kemana?” tanya Reyna lagi.


“Semenjak dia tahu kalua pujaan hatinya tinggal di sini, dia sengaja beli rumah di blok belakang dan tinggal sendiri!”


“Haaaaah? Serius kak?! Blok berapa?” tanya Reyna yang terdengar begitu terkejut.

__ADS_1


“Blok GN no 3!”


 


__ADS_2