
“Cepat jalankan mobilnya, Mas!” titah Reyna. “Aku tidak ingin terlambat sampai di kantor!”
“Morning kiss dulu dong, sayang!” pinta Glen manja.
“Ck, gak ada!” jawab Reyna dengan ketus.
Jawaban Reyna kali ini membuat Glen merasa gemas dengan kekasihnya. Ia pun mendekati Reyna dan mencium pipinya dengan mesra.
Cup!
Kecupan dari Glen kali ini membuat Reyna mulai salah tingkah. Namun, ia tetap saja memalingkan wajahnya dari Glen.
“Aku sangat suka kau cemburu seperti ini! Karena itu berarti kau sangat mencintai aku dan tidak rela untuk kehilangan aku!” ucap Glen sambil mengusap pipi Reyna yang memerah.
“Dih, narsis amat jadi orang!” balas Reyna.
“Harus dong!” Glen memegang dagu Reyna dan mengarahkan wajahnya agar memandang ke arahnya.
“Aku sangat mencintaimu, sayang! Dari dulu aku bertemu denganmu dan sampai sekarang, rasa ini tidak pernah berkurang sedikit pun!”
“Malah terus bertambah setiap harinya!”
Glen kini menatap sorot mata Reyna yang memiliki perasaan yang sama terhadapnya.
“Aku hanya mencintai Wanita berkelas sepertimu, sayang. Jadi sangat tidak mungkin jika aku berpaling ke Wanita yang kau sebut sebagai j4l4n9 karatan tadi!”
Bibir Reyna kali ini mulai merekahkan senyumannya. Namun kemudian kembali menggerutu.
“Aku kesal melihatmu membiarkan Mawar memelukmu, Mas!”
“Aku tidak membiarkannya sayang! Jika aku terus bergerak dan meronta-ronta, dia justru merasa senang dan terus menggesekkan dadanya ke lenganku!”
“By the way, terima kasih banyak yaa sudah menamparnya dengan kencang!” ucap Glen sambil memainkan rambut panjang Reyna.
__ADS_1
“Sama-sama, Mas! Aku hanya tidak mau kau terlalu menikmati pelukannya dan berpaling dariku!” aku Reyna membuat Glen tersenyum penuh kemenangan.
“Kalau begitu …” Glen mendekatkan bibirnya di telinga Reyna. “Izinkan aku merasakan kenikmatan dari pelukan calon istriku ini! Aku yakin, milikmu pasti lebih sintal dan membuat aku candu!” bisik Glen.
Blush!
Wajah Reyna semakin merona dibuatnya Reyna pun cepat-cepat mendorong tubuh Glen agar menjauh darinya.
“Jangan nakal! Aku tidak akan memberikannya sebelum kita sah menjadi suami istri!” ucap Reyna dengan tegas.
“Perkenalan sedikit aja boleh gak sayang?” rayu Glen lagi membuat penawaran.
“Gak boleh, Mas!” tegas Reyna.
“Nyentuh ujungnya sedikit aja juga gak boleh yaa?” tanya Glen lagi membuat Reyna langsung membeliakkan matanya.
“Iiih, mas Glen nih m35um banget sih ngomongnya!” gerutu Reyna kesal.
“Abisnya punya kamu udah kelihatan ngejiplak gituh!” balas Glen yang kemudian menjalankan mobilnya dengan pelan.
“Hah?! Serius?!” pekik Reyna sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada untuk menutupi blousnya.
‘Iiiiih, Mamas nih ngeselin banget sih! Mana tebakannya kali ini bener banget lagi. Bikin meremang sekujur tubuh, padahal dia gak ngapa-ngapain aku loh!’ gumam Reyna dalam hati.
“Ngaco banget sih. Sok tahu kayak pernah lihat aja!” balas Reyna yang kembali memalingkan wajahnya.
“Makanya, biar gak jadi orang sok tahu, bolehin mas buat pegang dong!” pinta Glen lagi.
“Awas aja kalo berani pegang! Nanti aku potong loh tangannya!” ancam Reyna dengan geram.
“Wuuh! Ngeri juga ancamannya!” balas Glen. “Yaudah deh, nanti nunggu sah aja!”
Glen pun kembali focus mengendarai mobilnya dan tidak lagi membahas perbincangan m35umnya. Kali ini, mereka mulai membahas tentang pekerjaan yang ada di kantor.
Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Glen pun tiba di kantor. Tetapi kali ini Glen sengaja tidak memarkirkan mobilnya di parkiran khusus direktur, melainkan justru memarkirkan di parkiran bawah tanah.
__ADS_1
“Loh, kok parkirnya di sini Mas?” tanya Reyna.
“Kan ini bukan mobil direktur, sayang!” balas Glen.
Selepas menghentikan laju mobilnya, Glen langsung mengunci tubuh Reyna yang masih mengenakan seat belt.
“Give me a h0t morning kiss!” pinta Glen sambil memejamkan matanya.
Reyna pun tersenyum dan mendekatkan bibirnya ke bibir Glen. Namun, tiba-tiba Reyna beralih mengarahkan ciumannya di leher Glen dan sengaja membuat jejak kemerahan di sana.
“Udah, Mas!” balas Reyna yang sudah meninggalkan jejak kepemilikannya.
“Aku sangat suka tanda kemerahan ini, sayang!” ucap Glen sambil mengusap lehernya pelan dan memandanginya lewat kaca spion.
Reyna hanya tersenyum sambil melepaskan seat beltnya.
“Semangat kerjanya ya sayang!” ucap Reyna yang sudah siap keluar dari mobil Glen.
Sayangnya kali ini Reyna sama sekali tidak paham bagaimana membuka pintunya yang masih saja terkunci.
“Tunggu aku! Mobil ini memang aku setting agar hanya aku yang bisa membukakan pintu untukmu, sayang!” ucap Glen yang langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Reyna.
Namun, sebelumnya Glen justru melepaskan jasnya dan sengaja membuka kancing kemejanya yang paling atas.
“Mas, kok malah jadi gak rapi gini sih?” tanya Reyna saat melihat Glen sengaja menyampirkan jasnya di lengan.
“Yaah, aku memang sengaja memperlihatkan lukisan indah di leherku!” balas Glen.
Mendengar hal ini, Reyna pun menghela nafasnya panjang. “Huuuh, sepertinya aku sudah salah kira selama ini!” gumam Reyna.
Ia pikir Glen akan malu sepertinya, tapi ternyata justru makin percaya diri.
“Oh My God!” gumam Reyna pelan sambil menepuk dahinya.
💞💞💞
__ADS_1
Mau cerita yang seru juga? Mampir yuk ke Novel aku yang lain. Udah tamat looh