Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Pulang dari RS


__ADS_3


“Hei! Kamu naksir ya sama Pak Glen? Sampe gak kedip gitu ngeliatnya?” tanya Tania.


“Heh! Kamu nih bikin jantungan aja tau gak?” balas Lia kesal.


“Aku gak naksir kok sama Manager baru itu!” lanjutnya lagi sambil berbalik kembali ke ruangannya dan meninggalkan Tania.


“Eh, tunggu dulu dong Lia!” Tania pun langsung mengejar Lia yang masuk ke dalam ruangannya.


“Mau apa sih?” tanya Lia kesal. “Aku udah mau siap-siap pulang nih!” gerutunya.


“Kalo aku naksir sama Pak Glen, kira-kira gimana?” tanya Tania.


“Aku tuh sebenernya udah lama loh naksir sama dia pas dia jadi sopir pribadinya Miss Reyna!”


Pernyataan Tania membuat Lia langsung mengerutkan dahinya.


“Saran aku jangan deh, Tania!” balas Lia.


“Loh, kenapa Lia?”

__ADS_1


“Yaah, jangan kayak pungguk yang merindukan bulan. Jangan bermimpi terlalu tinggi juga, nanti kalau jatuh malah sakit!” balas Lia sambil meninggalkan rekan kerjanya.


Tania pun hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. “Huh! Bilang aja kalo kamu sebenarnya juga naksir sama Pak Glen kan Lia!” teriak Tania membuat Lia menghentikan langkahnya seketika.


“Aku gak naksir dia, Tan! Tadi juga aku Cuma kasih sarah. Kalau kamu mau berjuang dengan hasil yang sia-sia ya silahkan aja!” balas Lia yang kemudian melanjutkan langkahnya.


“Iiiih! Lia nih ngeselin banget sih!” gerutu Tania kesel.


“Emang aku kurang cantik apa coba!” gumam Tania lagi sambil menghadap ke cermin dinding kantor untuk merapikan rambutnya.


💞💞💞


Bram pun langsung menuju ke ruangan Mawar untuk mengajaknya pulang bersama.


Sayangnya Mawar bergerak lebih cepat dari pada Bram untuk segera pulang ke apartemennya menggunakan taksi. Wal hasil, Bram sama sekali tidak menemukan Mawar di ruangannya yang sudah kosong.


“Sial! Ternyata dia sudah pergi lebih dahulu!” umpat Bram kesal.


“Aku harus segera menuju ke apartemennya dan tinggal di sana. Mau bagaimana pun juga, apartemen yang ia tempati juga masih dalam atas namaku!”


Bram pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke lift yang akan mengantarkannya ke lobby. Kemudian ia memesan taksi online dan segera menuju ke apartemen Mawar.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain Mawar yang sudah tiba di apartemennya lebih cepat pun segera naik ke atas dan mengubah kunci sandi pintu apartemennya agar Bram tidak bisa masuk ke dalam.


“Huuh! Aku pastikan dia tidak bisa masuk ke dalam!” gumam Mawar dalam hati.


Ia pun segera masuk ke dalam dan mengunci pintunya. Selepas itu Mawar bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket.


Lima belas menit kemudian, Bram sudah berdiri di depan pintu apartemen dan memencet nomor kunci sandinya.


“Kurang ajar! Mawar pasti sudah mengubah sandinya!” rutuk Bram dengan geram.


Tapi Bram tidak kehilangan akal. Ia segera membuka email milik Mawar yang masih tertaut dalam ponselnya untuk mengetahui laporan perubahan kunci sandi pintu apartemen Mawar.


“Ternyata kau tidak bisa menipu atau menghalau ku sedikit pun Mawar!” gumam Bram yang langsung melihat berapa kunci sandi yang terbaru.


Tanpa menunggu lama, Bram kini sudah masuk ke dalam apartemen dengan membawa barang-barang miliknya.


Bram tidak memanggil nama Mawar karena ia sudah bertekad untuk memberi surprise. Tapi ternyata, bukan ia yang memberi surprise, melainkan sebaliknya.


Saat Bram masuk ke dalam kamar Mawar, ia harus menelan ludahnya kasar saat melihat tubuh polos Mawar yang sedang diguyur di bawah shower di dalam kamar mandi yang memang sengaja tidak ditutup oleh Mawar.


Dalam hitungan detik, Bram kini sudah menanggalkan pakaiannya dan ikut masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2