
Reyna dan Glen yang sudah sama sama berada di dalam kamar, kini justru disibukkan dengan acara melepas gaun Reyna yang super duper ribet. Sedari tadi, Glen terus aja ngedumel karena harus melepaskan beberapa aksesorisnya satu persatu dan extra hati-hati.
Tidak hanya itu, beberapa part gaun yang dikenakan Reyna juga harus menggunakan ketrampilan khusus untuk melepaskannya hingga akhirnya Glen menyerah dan memanggil MUA untuk membantu melepaskan gaun yang dikenakan oleh Reyna.
“Gaun apaan sih ini mbak? Susah banget ngelepasnya!” gerutu Glen yang kini berdiri di belakang MUA yang membantu melepaskan gaun milik Reyna.
“Maklum, Tuan! Namanya juga gaun mahal. Ini juga limited edition loh! Kita juga tadi makeinnya juga hati-hati banget!” jelas MUA tersebut membuat Glen berdecak kesal dan langsung keluar meninggalkan Reyna.
Glen melangkahkan kakinya mencari mama dan juga Gwen yang terjun langsung untuk mempersiapkan acara pernikahan dia dengan Reyna.
“Mama, Gwen!” panggil Glen yang sudah memasang wajah masamnya.
“Ada apa, Glen?” tanya Mama Zella yang langsung mendekati putranya.
“Siapa sih yang pesenin Reyna gaun menyebalkan itu?” Pertanyaan Glen kali ini membuat Gwen dan juga mamanya saling melemparkan pandangan mereka berdua.
“Mama!” “Gwen!” jawab mereka berdua bersamaan dan saling tunjuk.
“Jadi yang bener yang mana?” tanya Glen yang sudah tampak begitu kesal. Hanya karena gaun limited edition, rencananya jadi tertunda lama.
Sangat tidak memungkinkan bukan, jika ia bercinta dengan Reyna yang masih mengenakan gaun cantiknya itu.
“Yaa, kita berdua. Memangnya kenapa sih?” timpal Gwen penasaran.
“Iya, memangnya kenapa Glen? Bukannya gaunnya sangat cantik dan terlihat pas di tubuh Reyna?” lanjut Mama Zella membuat Glen mengusap wajahnya kasar.
“Cantik sih cantik! Tapi ngeselin!” Glen menggerutu kesal.
“Hanya gara-gara gaun, rencana Glen buat kangen-kangenan kan jadi tertunda lama!”
“Kenapa harus pake yang seribet itu sih?” pertanyaan Glen kali ini membuat Mama Zella langsung menunjuk ke arah MUA yang baru keluar dari kamar Reyna.
“Udah deh, Glen! Gak usah kebanyakan komentar! Mendingan, sekarang kamu balik aja ke kamar Reyna. Tuh, MUA nya udah selesai.”
Arah pandangan Glen pun tertuju ke MUA yang memang baru keluar dari kamar Reyna dan membuat Glen mulai bisa bernafas dengan lega.
“Huuft! Akhirnya!” gumam Glen yang Kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamar Reyna. Sedangkan Mama Zella dan juga Gwen hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Glen yang seperti itu.
“Gila tuh anak! Bener-bener bucin banget sama Reyna!” gumam Gwen.
__ADS_1
“Sama aja tuh kayak Papanya,” timpal Mama Zella. “Kalo kamu nih gak tau mirip siapa? Betah banget ngejomblo!”
Gwen hanya memutar bola matanya malas dan meninggalkan mamanya begitu saja. Sedangkan Glen kini sudah Kembali masuk ke dalam kamar Reyna.
“Sayang!” teriak Glen yang tidak mendapatkan Reyna di dalam kamar.
“Iyaa, Sayang! Reyna mandi sebentar yaaa!” teriak Reyna dari dalam kamar mandi membuat Glen langsung menyunggingkan senyumannya.
Ia pun segera mengunci pintu kamar Reyna dan kemudian berjalan menuju ke pintu kamar mandi. Bayangan Glen sudah mulai terbang kemana-mana. Ingatannya Kembali pada malam dimana pertama kalinya ia menyatukan miliknya dengan milik Reyna malam itu.
Kini bayangan keindahan tubuh Reyna mulai tergambar di tempat yang berbeda. Jika pertama kalinya mereka melakukannya di atas ranjang, kali ini berbeda. Glen membayangkan kecantikan Reyna yang tengah berendam di dalam bathtub dengan busa yang melimpah.
Tangannya terulur untuk membuka pintu kamar mandi dan berhasil.
“I’m coming, baby!” gumam Glen pelan.
Glen melangkahkan kakinya masuk ke dalam dan bayangannya tentang Reyna buyar seketika. Reyna kini justru sudah mengenakan bathrobenya dan memperlihatkan jika ia sudah selesai mandi.
“Hai, Mas! Mau mandi dulu?” tawar Reyna yang langsung dijawab Glen dengan gelengan kepalanya.
“Gak! Mas gak mau mandi dulu!” balas Glen yang berjalan mendekati Reyna.
Reyna pun langsung membalas ciuman dari Glen dan keduanya saling memagut satu sama lain sambil menuju ke kamar. Perlahan Glen merebahkan tubuh Reyna di atas tempat tidur dan melepaskan ciumannya.
“Aku sangat mencintaimu, Sayang!” ucap Glen yang Kembali memagut bibir Reyna dan kali ini sedikit lebih 94n45 dari sebelumnya.
Reyna sendiri masih mengimbangi permainan Glen sambil melingkarkan tangannya di leher Glen. Tangan Glen pun mulai membuka ikatan bathrobe milik Reyna dan berpindah mengabsen leher jenjang milik Reyna yang terekspos dengan sempurna.
Sedangkan tangan Glen mulai menyingkap bathrobe milik Reyna dan bergerilya di tempat favoritnya. Menyentuh ujung titik sensitive milik Reyna dan memainkannya dengan pelan seperti orang yang tengah mencari gelombang radio.
“Emmmh!” Suara d354h4n Reyna mulai memenuhi kamar membuat mulut Glen berpindah lagi ke bawah dan menikmati ujung titik sensitive Reyna.
Kini bayi besar yang begitu kehausan tampak begitu menikmati penghilang dahaganya yang sudah lama ia rindukan. Reyna sendiri mulai terlena dengan permainan Glen dan sedikit membu5un9kan d4d4nya sambil menekan kepala Glen untuk terus menikmati miliknya.
Keduanya benar-benar dimabuk asmara siang ini sampai tiba waktunya dimana Glen mulai menyatukan miliknya dengan milik Reyna untuk yang kedua kalinya. Meski ini adalah yang kedua kalinya untuk Glen, tetapi ia masih merasakan milik Reyna sedikit susah untuk dimasuki.
Terasa begitu sempit dan Glen harus berusaha selembut mungkin untuk menyatukan miliknya sepenuhnya dengan milik Reyna. Suara d354h4n Reyna Kembali membahana, menggambarkan milik mereka berdua sudah berada di titik yang pas dan siap membuat mereka melayang di udara.
Ceracauan Glen dan Reyna membuat suasana kamar berAC itu terasa panas sampai keringat mereka bercucuran. Kini mereka berdua pun sampai di pelepasan pertama mereka. Glen pun mencium kening Reyna dengan sangat mesra dan cukup lama.
__ADS_1
“Terima kasih banyak, istriku sayang! Aku sangat mencintaimu!” ucap Glen.
“Aku juga sangat mencintaimu, suamiku sayang! Terima kasih sudah membuat aku menjadi wanita yang sempurna!” balas Reyna.
“Apa kau bahagia dengan statusmu yang baru?” tanya Glen yang langsung diangguki oleh Reyna.
“Aku sangat bahagia menjadi istri sahmu, dan juga …” Reyna sengaja menggantung kalimatnya dan mencari sesuatu di bawah bantalnya.
Kemudian ia memberikan sebuah amplop bermotifkan cinta kepada Glen membuat Glen mengernyitkan dahinya sambil menerima pemberian dari Reyna.
“Apa ini?” tanya Glen sambil membuka amplop pemberian Reyna.
“Simbol status baruku, Mas!” jawab Reyna.
Glen mengambil isinya dan seketika matanya membeliak sempurna saat melihat hasil testpack yang menggambarkan kehamilan Reyna. Garisnya memang masih samar, namun sudah terdeteksi jika Reyna memang sudah mengandung anaknya.
“Istriku, hamil?” Mata Glen langsung berkaca-kaca dan mendaratkan ciumannya di bibir Reyna.
“Kau hamil, Sayang! Dan aku akan segera menjadi papa!” ucap Glen dengan sangat Bahagia.
Dugaannya benar-benar terkabulkan. Malam itu benar-benar meninggalkan benih yang kini sudah mulai berkembang di perut Reyna. Reyna pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
“Aku baru mengeceknya tadi pagi, Mas!” ucap Reyna membuat Glen merasa sangat bahagia.
“Aku jadi ingin menyapa anakku lagi yang ada di dalam perutmu, Sayang!” ucap Glen sambil mengusap perut Reyna.
“Aku tadi belum tahu jika kau sudah hamil, dan aku belum sempat menyapa buah hatiku di dalam sini!”
“Sapa aku, Papa!” balas Reyna dengan nada bicara yang dibuat-buat seperti anak kecil. “Mama juga menginginkanmu menyapaku!” lanjut Reyna lagi.
Glen pun kembali bercinta dengan Reyna untuk yang kedua kalinya.
😍😍😍
Yeaaaaaay, akhirnya Glen dan Reyna hidup bahagiaaaa. 🤗🤗🤗
__ADS_1