Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Sah


__ADS_3


Akhirnya Reyna pun setuju untuk mempercepat pernikahannya dengan Glen. Setelah acara lamarannya di akhir pekan, pernikahan mereka pun akan dihelat tiga minggu yang akan datang. Glen yang sudah harus terbang ke Jerman lebih dulu pun akhirnya tidak bisa membantu mempersiapkan pernikahannya dengan Reyna.


Kontrak kerja sama yang sudah ditandatangani mengharuskan Glen untuk berada di Jerman secepatnya. Tapi, Glen sudah mengatur cuti liburnya untuk mengikat janji suci dengan Reyna. Setelah itu, Glen akan membawa Reyna berbulan madu ke Jerman sambil meneruskan pekerjaannya.


Waktu pun terus berjalan hingga hari yang ditunggu-tunggu hampir tiba. Esok adalah hari dimana Glen dan juga Reyna akan mengikat janji suci mereka. Hari ini, Glen sudah mempersiapkan dirinya untuk pulang ke Indonesia dan diperkirakan akan sampai di rumah tepat beberapa jam sebelum Acara pernikahan dimulai.


Kali ini Gwen dan kedua orang tua Glen yang menjemputnya ke bandara. Kedatangan Glen langsung disambut dengan penuh suka cita dengan mereka.


“Waah, kangen banget yaa sama kalian. Padahal baru tiga minggu gak ketemu!” ucap Glen yang sudah berada di mobil bersama dengan keluarganya.


“Bilang aja kangennya sama Reyna. Sok sokan bilang kangen orang hampir tiap hari video call!” balas Gwen sambil menepuk punggung kembarannya.


“Hei, aku udah mau melepas masa lajang loh! Kamu kapan nih?” tanya Glen sambil merangkul saudari kembarnya.


“Iya nih Gwen. Kamu nih padahal cewek loh. Bentar lagi udah mau kepala tiga!” timpal Papa Ainsley.


“Tauk nih anak! Mama sampe capek ditanyain temen mama, kapan punya menantu? Mau punya cucu kapan? Anak perempuannya udah laku belum, Jeng? Inget loh udah makin tua kalo cewek tuh makin susah dapet pasangan!” celoteh Mama Zella sambil menirukan gaya bicara teman-temannya.


“Yaelah, Ma! Diemin aja kenapa sih? Ribet amat jadi orang!” balas Gwen dengan kesal.


“Yaa, gak gitu juga Gwen sayang! Papa sendiri aja worry loh anak gadisnya belum punya pacar!” balas Papa Ainsley.


“Gimana kalo kita jadwalin kencan buta sama Gwen aja, Ma?” tawar Glen tiba-tiba.


“Ide bagus tuh, tapi mama gak mau yang abal-abal loh!” timpal Mama Zella.


“Diiih, ogaah ah! Gak perlu kencan buta, nanti Gwen cari sendiri aja!” tolak Gwen. “Gwen bakal kabur kalo ada kencan buta! Awas aja!”


Akhirnya mereka pun tidak melanjutkan pembicaraan tentang Gwen yang tidak kunjung jatuh cinta dan mengalihkan ke pembicaraan yang lainnya sampai tiba di Mansion Utama.


“Kalo mau istirahat, sebentar aja! Dua jam lagi kita harus udah jalan ke Mansion Hirata buat akad nikah!” ucap Papa Ainsley saat turun dari mobil.

__ADS_1


“Bisa sekarang aja gak akad nikahnya! Udah gak sabar!” timpal Glen.


“Hadeuuuh! Kalo dah DP duluan mah kek gini nih ceritanya!” balas Gwen sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam Mansion dan Glen hanya mengedikkan bahunya.


💞💞💞


Sah!


Satu keramat yang sudah sangat dinantikan oleh Glen pun kini terdengar juga. Akhirnya, kini statusnya sudah berubah menjadi suami dari seorang Reyna Hirata.


Doa pun mengalun untuk mereka berdua dan selepas itu Reyna menyalami suaminya. sebagai balasannya, Glen mengecup kening Reyna sedikit lama untuk meluahkan kerinduannya yang sudah tidak lama bersua.


Bram dan juga Mawar yang turut diundang dalam acara pernikahan Glen dan Reyna pun hanya bisa memandang kebahagiaan mereka berdua dengan rasa penyesalan yang teramat dalam.


“Dulu, aku yang ada di sampingnya. Merasakan kebahagiaan seperti apa yang Glen rasakan saat ini.”


“Tapi, sekarang, aku justru berada di samping Wanita yang menyebabkan aku miskin dan sangat merugi!” gumam Bram pelan membuat Mawar sedikit tidak terima mendengarnya.


“Apa kau tidak bisa membahas hal lain selain kalimat ini? Aku benar-benar sudah sangat bosan mendengarnya!” timpal Mawar pelan.


“Tidak bisa! Penyesalanku ini mungkin akan terus berlanjut sampai aku mati. Istriku yang cantik jelita, kini harus digantikan dengan Wanita buruk rupa!” lanjut Bram lagi membuat Mawar langsung mencubit perut Bram sekencang-kencangnya.


“Awh, sakit Mawar!” pekik Bram yang dengan refleks menepis tangan Mawar dengan kencang sampai Mawar terhempas ke belakang dan terjatuh dari kursinya.


“Aduh!” Mawar langsung memegangi perutnya yang terasa mulas. Sedangkan Bram terkejut bukan main saat pakaian yang dikenakan Mawar sudah basah dengan air ketuban.


Acara akad nikah Glen dan Reyna kini langsung ramai melihat Mawar yang terkapar dan hampir melahirkan. Untung saja satpam di Mansion Hirata langsung sigap memanggil ambulance dan membawa Mawar ke rumah sakit.


Setelah keributan yang dibuat oleh Mawar terurai, kini keluarga besar pengantin dan tamu pilihan yang diundang dalam acara akad nikah pun memberikan selamat kepada kedua mempelai dan menikmati hidangan yang disajikan


“Istri Mas, cantik banget sih!” puji Glen yang sudah duduk bersanding dengan Reyna di kursi pelaminan.


Tangan Glen menggenggam erat tangan Reyna dan tampak seperti tidak mau ia lepaskan.

__ADS_1


“Mas, kangen banget sama kamu!” ucap Glen yang terus saja memandangi Reyna.


“Aku juga kangen banget sama Mas!” balas Reyna membuat Glen mencium punggung tangan istrinya berkali-kali.


“Makasih ya sayang, udah mempersiapkan acara ini. Maaf, Mas gak bisa bantu sama sekali!”


“Gak papa, sayang! Kan ada papa, mama, sama Kak Gwen juga!”


Saat keduanya asyik bercengkrama dan meluahkan rindu, di ujung ruangan tampak Clayton dan juga Kenan, teman bisnis Glen mencoba mendekati Keyra dan juga Gwen yang tengah menikmati es krim.


“Kayaknya ada yang mau coba deket-deket nih sama adik kita!” gumam Glen sambil menunjuk ke arah Keyra dan juga Gwen.


“Tapi kayaknya mereka cocok juga sih!” timpal Reyna sambil memeluk lengan Glen dengan mesra.


“Kita liat aja nanti yaa, kita ke kamar dulu yuk sebelum acara yang di Gedung!” ajak Glen yang langsung mendapat tatapan protes dari Reyna.


“Loh, acara yang di gedung kan masih nanti malam, Mas!” timpal Reyna. “Mau ngapain ke kamar duluan? Kan tamunya masih banyak di sini!”


“Iya sayang! Tapi kan si otong puasanya udah lama banget. Emangnya kamu gak kasihan?” bisik Glen dengan nada yang dibuat sememelas mungkin.


“Trus kalo tamunya pada nyariin, gimana?” balas Reyna yang mulai tidak tega mendengar permintaan Glen kali ini. Terlebih Reyna sendiri jjuga sebenarnya juga sudah tidak sabar untuk memadu kasih.


“Biarin aja! Toh mereka juga masih bisa ketemu nanti malam kan?” balas Glen yang langsung menarik tangan Reyna dan mengajaknya untuk menuju ke kamar.


Namun saat mereka hendak menuruni panggung pelaminan, terdengar suara Papa Ainsley memanggil nama Glen.


“Glen! Mau kemana?”


Teriakan Papa Ainsley kali ini membuat Glen langsung menggendong Reyna ala bridal style dan membawanya masuk ke dalam mansion dan menaiki anak tangga.


“Udah, biarkan aja mereka melepas rasa rindu!” tutur Pak Hirata sambil menepuk bahu besannya.


“Maaf ya Pak, jadi bikin malu tuh anak! Acara belum selesai, udah mau ke kamar aja. Keluarga besar kita kan belum ada yang foto bersama pengantin!”timpak Pak Ainsley.

__ADS_1


“Oh, iya juga ya!” timpal Pak Hirata sambil menepuk jidat.


__ADS_2