Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Shock!


__ADS_3


“Kak, aku beneran gak lihat kalo tadi ada motor di depan!” ucap Keyra ketakutan.


Kini jalanan langsung macet total dan beberapa orang mengerumuni orang yang tertabrak oleh Keyra. Dua orang laki-laki tampak berjalan menuju ke mobil yang dikendarai oleh Keyra dan tentunya akan meminta Keyra untuk turun dari mobil.


“Gak papa, Key! Kita turun dulu dan menyatakan untuk siap bertanggung jawab apapun yang terjadi. Jangan sampai kita melarikan diri atau dihakimi oleh masa!” timpal Reyna sambil membuka seat beltnya.


“Kakak akan dampingi kamu!”


Keyra pun menganggukkan kepalanya dan melepas seat beltnya. Reyna keluar dari mobil lebih dulu dan langsung mendekati korban yang tertabrak oleh Keyra.


Namun, seketika langkahnya terhenti saat melihat motor yang tergeletak tidak jauh dari mobil Keyra.


‘Itu kan motornya Mas Bram!’ gumam Reyna dalam hati.


‘Sial! Aku yakin, dia pasti sengaja membuat dirinya tertabrak oleh mobil yang dikendarai Keyra! Kurang ajar!’ batin Reyna sambil mendekat ke kerumunan orang yang mengelilingi korban dan menyeruak ke dalamnya.


Benar dugaan Reyna, orang yang tertabrak oleh Keyra adalah Bram, mantan suaminya. Hantaman mobil Keyra membuat lengan kiri dan kaki kirinya robek dan mengeluarkan banyak darah.


Sedangkan keadaan Bram sendiri kini tidak sadarkan diri. Kepalanya juga mengeluarkan darah karena benturan keras. Reyna kini sangat shock melihatnya dan seketika ia pingsan di tengah kerumunan orang.


“Kakaaaaak!” teriak Keyra yang melihat kakaknya terhuyung tidak sadarkan diri. Untung saja saat Reyna hamper terjatuh, ada seorang ibu-ibu yang berdiri di belakangnya dan dengan sigap menangkap tubuh Reyna.


“Cepat panggil ambulan!” teriak salah satu pemuda yang ada di dekat Bram.


Sedangkan Keyra pun tidak mau ambil pusing dengan mantan abang ioar yang sudah di tabraknya. Ia lebih mementingkan kakaknya yang kini sedang tidak sadarkan diri.


Tanpa pikir panjang, Keyra langsung menghubungi papanya dan mengabarkan jika ia telah menabrak seseorang dan membuat Reyna pingsan di tempat.


Sebentar lagi Reyna akan dibawa ke rumah sakit bersama dengan orang yang baru saja ia tabrak. Dan Keyra sudah pasti akan dipanggil oleh polisi atas kecelakaan kali ini.


Lima menit kemudian, Ambulan pun datang dan langsung membawa Reyna dan juga Bram ke rumah sakit. Sedangkan Keyra kini harus menghadapi polisi seorang diri.


Ia pun langsung ikut mobil polisi, begitu juga dengan mobil dan motor Bram yang langsung diamankan menuju ke kantor polisi sebagai barang bukti.

__ADS_1


Di sisi lain, Pak Hirata sangat terkejut saat mendengar jika putrinya telah menabrak seseorang dan membuat dirinya harus digelandang ke kantor polisi.


Tanpa menunggu lama, ia pun langsung memerintahkan Glen untuk menuju ke rumah sakit melihat keadaan Reyna. Sedangkan Pak Hirata bergegas menuju ke kantor polisi untuk mendampingi putrinya.


☘️☘️☘️


Di rumah sakit,


Reyna mulai mengerjapkan matanya perlahan-lahan. Kemudian ia melihat lelaki yang duduk di samping bednya sambil menggenggam erat tangannya.


“Mamaz!” panggil Reyna dengan suara tercekat. “Bagaimana Keyra?”


Hal pertama yang ditanyakan oleh Reyna adalah keadaan Keyra karena ia sangat mengkhawatirkan adik kesayangannya itu.


“Pak Hirata sedang mendampingi Keyra di kantor polisi sayang!” jawab Glen sambil mengusap punggung tangan Reyna agar ia merasa sedikit tenang.


“Mamaz! Aku yakin Keyra tidak bersalah!” ucap Reyna dengan mata yang berkaca-kaca. “Bram gila itu pasti sudah sengaja menabrakkan motornya dengan mobil Keyra!”


Glen pun langsung memeluk Reyna dan berusaha untuk menenangkannya.


“Jangan takut, sayang! Kita hadapi semua masalah ini bersama-sama! Aku yakin, pasti akan ada jalan keluarnya karena kita tidak akan menghadapi semuanya dengan sendirian!” balas Glen.


Reyna pun langsung membalas pelukan Glen dengan sangat erat sambil menganggukkan kepalanya. “Makasih banyak maz. Aku hanya takut, apa yang sudah kita rencanakan justru semuanya akan tertunda karena masalah ini!”


“Tidak akan ada yang tertunda. Aku yakin, Bram hanya mencari cara untuk mengumpulkan pundi-pundi uang dengan  cara ini.”


Kaisar mengendurkan pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya di pipi Reyna. “Aku juga sudah melihat keadaannya!”


“Lengan dan kepalanya sudah dijahit. Sedangkan kakinya mengalami keretakan tepat di tulang kering dan akan segera dioperasi malam ini!” jelas Glen yang kemudian mengambilkan air mineral di dalam gelas dan menyerahkannya ke arah Reyna.


Reyna pun menerima pemberian Glen dan langsung meminumnya.


“Dia tidak gegar otak kan?” tanya Reyna. “Aku lihat kepalanya mengeluarkan darah tadi!”


Glen langsung menggelengkan kepalanya. “Darah yang keluar dari pelipis kirinya bukan karena benturan, melainkan karena goresan pecahan kaca spion motornya.”

__ADS_1


“Hasil CT-SCAN kepala juga memperlihatkan jika tidak ada benturan yang keras. Jadi tidak mungkin jika Bram hilang ingatan!”


“Jika sampai ia tidak mengingat apa-apa, bisa dipastikan jika ia pasti berbohong!”


Penjelasan Glen kali ini membuat Reyna bernafas lega. Ia pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan betapa terkejutnya ia saat melihat waktu kini sudah menunjukkan jam 3 sore.


“Aku pingsan sangat lama ternyata!” gumam Reyna.


“Yaaa, tapi kata dokter itu sangat wajar dan untungnya tadi ada yang menangkapmu saat jatuh pingsan. Sehingga untuk kemungkinan stroke yang kedua pun tidak terjadi!” jelas Glen.


“Makan yaaa biar aku suapi!” tawar Glen penuh perhatian.


Reyna pun langsung menganggukkan kepalanya dan Glen langsung menyuapinya sambil terus bercerita.


“Keyra sekarang sudah dalam perjalanan pulang ke Mansion dengan Pak Hirata. Mobilnya masih tertahan di kantor polisi.”


“Aku ingin bertemu dengan Keyra dan meminta maaf kepadanya. Aku merasa bersalah karena tidak bisa mendampinginya di kantor polisi dan malah jatuh pingsan.”


“Jam lima nanti dokter akan mengecek keadaanmu, sayang! Jika semuanya sudah baik, kau bisa pulang dan bertemu dengan Keyra!” timpal Glen sambil terus menyuapi Reyna dengan telaten.


Ucapan Glen kali ini membuat Reyna menyunggingkan senyumannya.


“Terima kasih karena sudah membuatku merasa tenang! Kau benar-benar seperti malaikat untukku, Mas! I love you!” ucap Reyna membuat Glen terpana mendengarnya.


Ia pun langsung meletakkan piring di atas nakas dan mendekatkan tubuhnya dengan Reyna.


“Katakan lagi Reyna! Aku sangat ingin mendengarnya!” pinta Glen yang kini sudah duduk di tepi bed Reyna.


Reyna menelan ludahnya kasar saat Glen mengikis jarak antara mereka berdua.


“I love you, sayang!” ucap Reyna membuat Glen langsung menarik tengkuk leher Reyna dan mencium bibirnya dengan sangat lembut.


Pelan tapi sangat menantang membuat Reyna membuka bibirnya dan membalas ciuman dari Glen.


“I love you more, Reyna! Aku benar-benar sangat mencintaimu!” balas Glen yang kemudian kembali memagut bibir Reyna.

__ADS_1


Saat keduanya tengah saling memagut, terdengar suara pintu ruangan Reyna terbuka membuat Glen cepat-cepat melepaskan ciumannya dan mengusap bibirnya. Kemudian ia berbalik untuk melihat siapa yang datang.


 


__ADS_2