
Keesokan harinya, Reyna sudah siap dengan kemeja hitam lengan panjang yang dipadukan dengan rok di bawah lutut. Sebelumnya ia sudah meminta Glen untuk menjemputnya. Namun ia justru berbalik pikiran.
“Aku akan ke rumah Mamaz terlebih dahulu untuk memberikan surprise pagi ini. Aku yakin, dia pasti belum sarapan!” gumam Reyna sambil merapikan rambutnya.
“Dua dua kosong dua dua kosong dua dua!” Reyna mencoba mengingat kunci sandi rumah Glen yang semalam diberikan oleh Gwen.
Tepat saat Reyna hendak keluar dari kamarnya, ada pesan masuk dari Glen.
💌 Glen Ainsley
Sayang, setengah jam lagi aku jemput yaa 😘
Reyna sengaja hanya tidak membalas pesan dari Glen dan langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar dan menuruni anak tangga.
“Ciee yang udah mau kasih surprise ke ayang bebh … Cantik banget sih!” puji Keyra yang masih mengenakan piyama dan siap untuk turun ke bawah untuk menikmati sarapan.
“Ck, apaan sih? Kalau iri, cepetan cari gebetan biar nanti kita nikahnya barengan!” balas Reyna sambil merangkul adik kesayangannya.
“Key masih pingin bebas kaak! Hidup itu harus dinikmati. Key juga masih belum mau ribet dengan punya pacar atau menjalin hubungan!” balas Keyra.
Kini keduanya sudah sama-sama tiba ruang makan. Tampak dua kotak bekal makanan tersaji di atas meja yang tentunya sudah disiapkan oleh Mbok Darmi atas permintaan Reyna.
“Non, itu bekal makanannya sudah mbok siapkan, bisa langsung angkut deh!” tutur Mbok Darmi.
“Makasih banyak ya Mbok! Ya udah, aku berangkat dulu ya Key! Tolong pamitkan ke papa! Tadi kakak lihat papa masih belum pulang dari jogging pagi!”
“Okey, Tapi Kak Reyna beneran udah bisa bawa mobil nih?” tanya Keyra sedikit khawatir. “Atau mau Key antar aja?”
“Bisa kok, kalo cuma di komplek mah masih aman! Dah semuaaa!” Reyna membawa kedua kotak bekal makan sambil melambaikan tangannya.
“Hati-hati ya Kaaak!” teriak Keyra.
“Siaaap sayang!”
__ADS_1
Reyna pun sudah tidak terlihat lagi dari pandangan Keyra dan ia pun langsung menarik kursi makannya dan siap menikmati susu hangat yang sudah dibuatkan oleh Mbok Darmi.
“Gak nyangka ya Non! Glen yang tadinya jadi sopir pribadi Non Reyna, ternyata anak orang tajir melintir. Udah gitu modusnya selama ini juga sama sekali tidak ketahuan ataupun terbaca sama kita!” tutur Mbok Darmi membuka percakapan dengan Keyra.
“Nah itu dia mbok! Dia pinter banget kan menyembunyikan identitas dirinya. Sampai papa aja ngiranya dia beneran mahasiswa S2 yang lagi butuh uang dan pekerjaan.”
“Padahal sih agak kurang logis, mahasiswa S2 kan masih bisa cari sampingan sebagai asisten dosen dan bukan sopir. Sayangnya hal itu sama sekali gak terpikir oleh kita.”
“Eh, ternyata dia malah udah lulus S3! Pinter amat tuh orang nipunya!” gumam Keyra.
“Tapi karena kepintarannya Kak Glen, dia justru bisa mengumpulkan semua bukti perselingkuhan Mas Bram.”
Keyra dan Mbok Darmi pun terus saling mengobrol sampai Pak Hirata pulang dari jogging pagi.
Sedangkan di sisi lain, Reyna sudah berhasil mengendarai mobilnya sampai di depan kediaman Glen. Di halaman rumahnya tampak satu unit mobil sport dengan merek BMW 4 Series Convertible dan motor sport yang biasa Glen pakai.
Tanpa menunggu lama, Reyna langsung keluar dari mobilnya dan melangkahkan kakinya menuju ke pintu rumah Glen. Hatinya mulai berdebar-debar saat tangannya mulai menekan angka password pintu rumah Glen.
Klik! Terdengar angka yang ditekan Reyna sesuai dan pintu rumah Glen pun terbuka. Perlahan Reyna melangkahkan kakinya masuk ke dalam dan hidungnya langsung menghirup aroma parfum yang biasa dikenakan oleh Glen.
Mata Reyna langsung menangkap sosok Glen yang tengah berdiri di depan kaca yang ada di ruang tamu sambil merapikan jas yang ia kenakan. Senyum di bibir Reyna pun langsung merekah sempurna saat melihat Glen yang tampak sangat tampan pagi ini.
Betapa terkejutnya Glen saat melihat Reyna sudah berdiri di depan pintu ruang tamu sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Saking terkejutnya, suara Glen tercekat di tenggorokan sampai tidak bisa keluar meski hanya menyebut nama Reyna.
“Ternyata rumah mamaz itu di sini yaa? Deket juga sama rumah Reyna!” ucap Reyna membuat Glen menelan ludahnya kasar.
‘Ini pasti ulah Gwen yang sengaja buka kartu aku di depan Reyna!’ gumam Glen dalam hati. ‘Awas ya Gwen! Akan aku balas nanti.’
“Ha-hai sayang!” sapa Glen yang tampak begitu kikuk di depan Reyna.
“Amm, emm, itu … Bagaimana kau bisa kemari?” tanya Glen salah tingkah di depan Reyna. Seperti pencuri yang tertangkap langsung dengan pemilik barang yang ia curi.
“Tuh, naik mobil. Aku gak tau kalo mamaz ternyata juga punya mobil sekeren itu. Kalau tahu, mungkin tadi aku sudah jalan kaki untuk menuju kemari!” jawab Reyna.
“Okey sayang, a-aku minta maaf tentang hal ini yang belum sempat untuk menceritakannya denganmu!” Glen memegang bahu Reyna dan mengarahkannya untuk duduk di sofa.
__ADS_1
“Duduklah dulu, sayang! Aku akan menjelaskan semuanya! Aku mohon jangan berpikiran yang macam-macam tentangku!” pinta Glen.
“Aku tidak perlu penjelasan, karena aku sudah mengetahui semuanya! Yang jelas, aku sangat kecewa dengan kepiawaian Mamaz menutupi ini semua. Entahlah bagaimana jadinya jika semalam Kak Gwen tidak menceritakan semuanya kepadaku.”
“Mungkin aku sudah sangat marah dan memutuskan hubungan kita!” ucap Reyna yang sengaja mengancam Glen dengan kata-kata ini.
“Ayolah Reyna, aku sama sekali tidak mau menyembunyikan hal ini dalam waktu yang lama. Percayalah! Jangan hukum aku dengan ancaman seperti itu, sayang!”
“Apa kau tidak melihat bagaimana perjuanganku selama satu tahun menantikan cintamu, sayang?”
Glen yang tampak mengiba membuat Reyna seketika tertawa terbahak-bahak.
“Aku tidak sekejam itu, Mamaz!” tukas Reyna sambil menangkupkan kedua tangannya di pipi Glen.
“Jadi kamu sengaja ya datang pagi-pagi buat ngerjain aku?” tanya Glen dengan tatapan gemasnya ke arah Reyna.
“Hu’um!” balas Reyna sambil menganggukkan kepalanya.
“Ck, sepertinya penyusup cantik ini harus diberi hukuman!” ucap Glen yang langsung mengikis jaraknya dengan Reyna dan menarik tengkuk lehernya.
Tanpa aba-aba panjang, Glen sudah mendaratkan ciumannya di bibir Reyna dan mengabsennya pelan.
Reyna yang sudah tidak memiliki ruang untuk mengelak pun hanya bisa pasrah. Bahkan ia sendiri mulai terlena dengan permainan Glen pagi ini.
Perlahan Reyna membuka bibirnya dan memberi ruang Glen untuk mengeksplornya lebih dalam lagi sampai pagutan mereka harus terhenti saat ponsel Glen berdering cukup kencang.
Reyna pun langsung mendorong tubuh Glen untuk menjauh darinya sambil mengusap bibirnya sendiri.
“Angkat dulu teleponnya Mas!” ucap Reyna sedikit salah tingkah.
Glen meraih ponselnya dan melihat siapa yang saat ini tengah menghubunginya. “Pak Bos telpon nih!” Glen memperlihatkan layer ponselnya dimana adan nama Pak Hirata sedang memanggil.
“Aku jawab dulu ya sayang!” ucap Glen dan Reyna langsung menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Glen pun langsung berdiri dan menerima panggilan dari Pak Hirata.
Sedangkan Reyna kini mengatur nafasnya sambil memperbaiki rambutnya yang sedikit acak-acakan karena ciuman tadi.