Selingkuh Dengan Sopir Pribadi

Selingkuh Dengan Sopir Pribadi
Menjenguk Mawar


__ADS_3


Glen langsung menuju ke rumah sakit atas permintaan Bram. Rasa penasarannya semakin kuat saat dokter meminta Bram untuk segera datang ke rumah sakit dan mendengarkan kabar penting dari dokter.


Bram yang sudah berjanji kepada Reyna untuk tidak lagi menemui Mawar pun tidak mau mengkhianati janjinya. Akhirnya ia meminta Glen untuk mewakilkan dirinya sebagai orang kepercayaannya.


Namun ditengah perjalanan menuju ke rumah sakit, ponselnya berdering dan tampak panggilan masuk dari Reyna. Tanpa menunggu waktu yang lama, Glen pun langsung menjawab panggilan kekasih hatinya.


“Ada apa sayang? Maaf, aku tadi tidak sempat berpamitan denganmu karena …”


Belum selesai Glen melanjutkan kalimatnya, Reyna langsung memotongnya.


“Tidak masalah Glen! Aku paham posisimu meski sebenarnya aku sangat kesal!” gerutu Reyna sambil mengunci pintu kamarnya.


“Apa kau masih kesal karena aku mengagumi kecantikanmu, cinta?” tanya Glen dengan nada menggoda di ujung panggilan.


“Glen! Kamu ngomongin apa sih? Dasar me5um!” gertak Reyna malu-malu membuat Glen terkekeh pelan.


“Kau tahu Reyna, wajah merahmu bahkan sampai terlihat jelas di hadapanku dan membuat aku ingin langsung menciummu!” balas Glen.


“Ck, sejak kapan kau pintar membual, Glen? Bahkan rayuanmu sudah sangat basi!” balas Reyna jual mahal sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


“Aku akan buktikan jika ini bukanlah bualan semata sayang. Coba terima panggilan videonya!”


Reyna pun langsung menerima panggilan video dari Glen dan saat sudah terhubung, Glen langsung menciumnya dari jauh.


“Emuah!” cium Glen sambil terus memandangi Reyna.


Blush! Wajah Reyna semakin merona membuat Glen tersenyum penuh kemenangan. Namun Reyna langsung mengingatkan Glen untuk focus mengemudikan mobilnya karena ia sangat takut jika terjadi apa-apa dengan Glen.

__ADS_1


“Glen! Kau harus fokus menyetir!”


“Aku sudah sampai sayang!” Glen langsung memutar kameranya agar Reyna bisa melihat jika ia sudah berada di parkiran rumah sakit.


“Okey, aku akan menghubungimu lagi nanti. Matikan saja panggilannya!” pinta Reyna.


“Hei, aku sangat senang dikhawatirkan denganmu! Apa kau tidak mau menemaniku sampai di dalam?” tanya Glen.


“Apa kau ingin membuatku cemburu melihatmu berdekatan dengan Mawar?” balas Reyna yang belum siap melihat mawar untuk yang kesekian kalinya.


“Aku akan menemui dokternya, sayang bukan Mawar!”


“Matikan saja panggilannya, Glen! Aku menunggu kabar darimu saja!”


“Okey, aku akan segera menghubungimu, cantik!”


“Ada apa lagi, Glen?” tanya Reyna.


“Kau melupakan sesuatu untuk memberiku semangat!” jawab Glen membuat Reyna tersipu malu.


“Emuah! Semangat ya Mas Glen!” ucap Reyna yang cepat-cepat mematikan panggilannya secara sepihak.


Glen langsung tersenyum selepas mendapatkan apa yang ia inginkan dari Reyna. “Mas Glen? Panggilan yang cukup mesra!” gumam Glen sambil keluar dari mobilnya dan segera menemui Dokter Adrian di ruangannya sesuai yang diinformasikan oleh Bram sebelumnya.


***


“Selamat sore Dokter Adrian, saya Glen wakil dari Pak Bram!” ucap Glen memperkenalkan dirinya.


“Selamat sore, anda datang di waktu yang tepat. Saya baru saja memeriksa keadaan Mawar Bersama dengan dokter obgyn!”

__ADS_1


Ucapan Dokter Adrian tersebut membuat Glen mengernyitkan dahinya. “Dokter Obgyn? Apa Mawar tengah mengandung?” tanya Glen.


“Benar, Tuan. Bahkan usia kandungannya sekarang menginjak usia empat bulan!” jelas Dokter Adrian.


“Apaaa?! Empat bulan?” pekik Glen terkejut.


“Tepat sekali. Syukurnya calon bayi di perut Mawar sangat baik. Tidak hanya itu, kondisi Mawar juga berangsur-angsur mulai membaik dari hari sebelumnya!”


Dokter Adrian pun menyarankan agar ada satu orang terdekat untuk bisa mendampingi Mawar agar pemulihan Mawar bisa cepat didapatkan.


“Apa saya boleh menjenguknya dokter?” tanya Glen kemudian.


“Tentu saja! Cuma kemungkinan besar pasien tengah tidur karena baru saja mengkonsumsi obat!” jawab dokter.


“Okey, saya tidak akan mengganggunya jika nanti ia sedang tidur!”


Glen pun langsung undur diri dari hadapan Dokter Adrian  dan menuju ke ruang ICU di mana Mawar di rawat. Benar perkataan Dokter Adrian. Mawar kini tengah tertidur pulas.


Hal ini digunakan Adrian dengan sebaik-baiknya. Ia pun langsung mengeluarkan ponsel milih Mawar yang saat itu sempat ia ambil dan kemudian langsung membuka kunci ponsel tersebut dengan sidik jari Mawar.


Kunci layar ponsel Mawar akhirnya terbuka dan Glen segera mengatur sandi keamanan yang baru! Selepas itu, Glen langsung keluar dari ruang ICU dan Kembali pulang.


☘️☘️☘️


Sambil menunggu cerita selanjutnya mampir ke novel bestie aku ya.  



 

__ADS_1


__ADS_2