Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Bertemu Dion


__ADS_3

karena seperti ada suara yang memanggil Ellen membalik kan badan nya " eh iya Hay, siapa ya? " Ellen masih terus saja berpikir sepertinya dia pernah bertemu dengan pria ini tapi entah di mana.


"kau lupa pada ku? aku Dion Alexander yang waktu itu kita ketemu di toko belanja tepat nya 1 bulan lebih kau jatuh terpeleset." Dion mencoba membuat Ellen untuk mengingat.


" oh ya, aku baru ingat euhh waktu itu.. maafkan aku Dion aku waktu itu tak sengaja."


" tidak usah minta maaf kau tak salah, oh ya kita belum kenalan, nama mu siapa ? "


" Nama ku Ellen Mhaverix." Ellen menerima uluran tangan Dion.


" Nama yang bagus dan cantik seperti orang nya, kenalkan nama ku Dion Alexander! "


" oh iya, Dion Aku pamit soal nya aku masih ada kerjaan lain, aku pergi duluan ya." pamit Ellen pada Dion.


" iya silahkan Ellen, Hati-hati ya sampai jumpa untuk ketemu di lain waktu! "


Lalu Ellen berjalan menuju Ruangan nya, Dan Dion masih mematung terus saja memandangi punggung Ellen sampai hilang tak terlihat " apakah dia jodohku." hati Dion berkata.


Sesampai nya di Ruangan Ellen duduk sejenak dan dia baru ke ingat dia akan menelpon Steve setelah selesai meeting, Ellen mengambil handphone nya dari dalam tas dia menekan nomor Steve tapi Steve tidak mengangkat nya, Ellen mencoba lagi untuk menelpon 1 kali lagi tapi hasil nya tetap nihil lagi lagi Steve tak mengangkat nya " Huuuuhh dia sedang apa tidak biasa nya tidak mengangkat telpon ku, ah ya sudah lah lagi pula aku sedang sibuk." Ellen lanjut bekerja.


Di Negara A Ellen di sibuki oleh pekerjaan nya sedang kan di lain tempat Steve sedang menikmati DJ bersama Teman-temannya karena semenjak di tinggal oleh Ellen Steve merasa frustasi dan stress, dia kembali berkumpul bersama teman nya di sebuah cafe yang beralunan musik DJ, " Steve tumben kau mengajak kita untuk berkumpul biasa nya kalo di ajak kau selalu berkata sibuk " tanya salah satu teman nya.


" aku hanya ingin berkumpul saja, karena sudah lama tak berkumpul dengan kalian, jadi nikmati apa yang kalian mau di cafe ini biar gw yang bayar " ucap Steve pada teman nya.


" wihhhh bos kita lagi banyak duit nih." teman nya berkata sambil tertawa.

__ADS_1


setelah selesai berkumpul dia ijin untuk pulang karena kakak nya meminta Steve untuk mengantar ke swalayan, Steve sebenarnya malas untuk mengantar Risya, tapi jika dia tidak mau bisa-bisa Steve di ocehin oleh kakak nya dari pagi sampe sore, padahal ada supir di rumah tapi Risya selalu meminta Steve yang mengantar nya.


setelah masuk ke dalam mobil Steve mengecek Handphone nya dan dia kaget ada 5 panggilan telpon dari Ellen " oh ya Tuhan aku tidak mengangkat telpon dari nya, bisa-bisanya aku lupa." Steve menepuk jidat nya hingga kesakitan.


Steve melajukan mobil nya di sepanjang jalan Steve terus saja berhalusinasi membayangkan Ellen ada di sisi nya, setelah sampai di rumah Steve sudah di tunggu oleh Risya dengan sorot Mata yang tajam " Kau lama sekali kau menjemput ku, aku menunggu mu dari tadi, dari mana saja kamu? " gerutu Risya karena kesal.


" Mau dari mana aku, pergi kemana pun aku, itu bukan urusan mu, kau jadi aku antar tidak jika tidak aku ingin masuk ke dalam." celetuk Steve dengan kesal.


" dasar adik tidak tau diri berani nya kau berbicara seperti itu pada kakak mu sendiri, Bedebah ayo kita berangkat berbicara dengan mu membuat mulut ku sakit." Ucap Risya karena emosi dengan kelakuan adik nya.


" Jika mulut mu sakit maka diam lah tidak usah mengomel seperti Mak lampir yang tidak makan 1 Minggu, sangat menyebalkan." gerutu Steve.


" Kau bilang apa tadi? aku menyebalkan? aku sumpahi kau mendapatkan wanita yang lebih menyebalkan dari ku." Ucap Risya dengan sorot mata yang tajam.


" sumpah mu tak akan mempan." Steve melajukan mobil nya dengan sangat kencang hingga membuat Risya merasa Takut dan kaget.


" Berisik sekali, kau ingin cepat sampai tidak, jadi diam lah."


" ini bukan cepat sampai ke swalayan tapi cepat sampai ke rumah sakit jika tidak ke pemakaman." Risya berdengus kesal.


" seperti nya aku harus memecat kakak seperti mu, pantas saja tidak ada pria yang mau menjadi kekasih mu, karena kau terlalu bawel, cerewet, tidak sabar, dan sangat menyebalkan. Steve berkata dengan sangat enteng.


sebenarnya Risya punya kekasih hanya saja kekasih nya sibuk mengurus perusahaan di Negara L setelah sampai Risya buru-buru turun karena malas jika harus terus menerus debat dengan adik nya.


Steve menunggu kakak nya di dalam mobil, dia malas jika ikut turun karena kakak nya sangat rempong, di mobil Steve membuka Handphone nya dia mencoba menghubungi Ellen kembali tapi ternyata Ellen tak mengangkat telpon dari Steve, dia terus menatap layar ponsel nya di situ terpampang wallpaper photo dirinya dan Ellen " Ellen aku harap kita selalu bisa bersama seperti dulu, aku harap kau tidak meninggalkan ku." gumam Steve.

__ADS_1


sedangkan di tempat lainnya Ellen sedang di sibuki acara perusahan dia begitu sibuk berjabat tangan dengan para pembisnis, dan ternyata di situ Ada Dion Juga " sepertinya itu Ellen Ya Tuhan apa dia jodoh ku sehingga kau selalu pertemukan aku dan dia." Dion terkekeh kecil dengan omongan nya.


Lalu Dion menghampiri Ellen " Hay ternyata kau di sini juga? " Tanya Dion pada Ellen.


" ka..kamu iya aku di sini juga menggantikan Daddy ku karena dia sedang ke Inggris."


" oh begitu, kau dengan siapa ke sini? " Tanya Dion.


" aku dengan asisten ku." jawab Ellen.


" apa mau ku antar pulang nanti?"


" tidak usah Dion aku ke sini di antar supir juga dan nanti dia akan menjemput ku lagi."


" oh ya kalau begitu baiklah, aku pamit kesitu dulu." pamit Dion pada Ellen.


Ellen menjawab nya dengan senyuman dan anggukan kepala, lalu dia lanjut mengobrol dengan para investor di sana, hampir semua tamu yang hadir di sana para pembisnis sukses menurut Ellen cukup senang mengenal mereka karena banyak sekali pengetahuan yang Ellen ketahui tentang dunia perbisnisan.


karena acara sudah selesai satu persatu tamu berpamitan pulang salah satu nya ya Ellen dia pamit kepada pemilik acara, dan dia menunggu supir nya di depan gedung tapi supir nya tak kunjung datang sudah 30 menit Ellen menunggu entah kejebak macet atau gimana, Dan Ternyata Dion mendapati Ellen yang belum pulang " Ellen kau belum pulang? masih menunggu siapa?" Tanya Dion karena heran.


" iya aku sedang menunggu supir ku tapi dia belum kunjung datang-"


" Biar ku antar kau pulang, ini sudah larut malam tidak baik jika kau di luar."


" tidak usah Dion aku tak ingin membuat mu repot, supir ku pasti sedang di jalan menuju kesini."

__ADS_1


" Aku tidak keberatan justru aku dengan senang hati mengantar mu, jalan kerumah ku hampir 1 arah dengan mu, jadi ijinkan aku mengantar mu pulang nanti kau bisa sakit terkena angin malam."


dan Ellen pun menerima tawaran dari Dion karena memang di Negara A waktu sudah malam berbeda dengan di Jakarta jika di negara A malam dan di Jakarta baru sore petang.


__ADS_2