
" Nona tadi tuan besar menghubungi saya jika dia ingin berbicara." Vivi masuk ke dalam kamar Ellen.
" Bilang saja aku lagi tidak ingin berbicara." Jawab Ellen sambil membuka laptop nya.
" Tapi nona tuan besar bilang dia ingin berbicara sesuatu." Vivi kembali berbicara.
" Vi, sudah kubilang aku sedang malas berbicara."
Vivi pun tidak meneruskan perkataannya, dan pamit untuk keluar karena ingin menghubungi kembali Tuan nya itu, menunggu beberapa saat...
" Halo Tuan, Nona muda bilang dia sedang tidak ingin berbicara." ucap Vivi.
" Ya sudah tidak apa-apa, tolong jaga dia di sana." menghela napas nya dengan berat, merenungi nasib putri nya begitu banyak perubahan dari putri nya itu, Sekarang dia jadi lebih pendiam dan menghindar.
" Ya baik Tuan." dan sambungan telpon pun mati.
Vivi menghampiri kembali Ellen yang sedang melihat layar laptop nya dan menggoyangkan jari jemari nya di atas keyboard.
" Nona minum dulu vitamin nya."
" Hmmm...!" Hanya menyahut dengan singkat.
Menutup laptopnya Ellen berniat mengobrol dengan Vivi.
__ADS_1
" Vi jika itu semua terjadi pada mu apa yang akan kamu lakukan?" Tanya nya.
" Aku?" Vivi tampak berpikir. " mungkin aku sudah tidak sanggup lagi."
" Ck_ kenapa tidak sanggup?" Ellen bertanya kembali.
" Karena aku belum tentu sekuat nona, ketika sudah mengetahui dia berselingkuh tapi nona tetap memberikan Tuan Steve kesempatan walaupun kesempatan itu tidak di gunakan dengan baik oleh Tuan Steve." terang Vivi. " Oh ya kenapa nona memilih pergi dan bahkan tidak ada orang yang tau kepergian nona ke negara ini?"
" Panggil aku Ellen, mulai sekarang panggil saja nama ku kau sudah seperti teman ku. "
" Tapi nona_" belum selesai berbicara tapi Ellen sudah memotong.
" panggil saja, dan kau tadi ingin tau kan kenapa alasan ku pergi ke negara ini? perpisahan ini adalah yang terbaik pastinya, aku ingin tau seberapa jauh dia mengejar cinta nya, aku menghilang aku rasa ini yang terbaik, melupakan semua nya yang sudah terjadi dan menerima nya dengan seperti takdir, membiarkan cinta kemana dia akan membawa nya." Terdiam Ellen tak menyangka jika kisah cinta nya tak semulus kehidupan nya selama ini.
-
-
-
Di sebuah apartemen...
" Kau begitu brengsek, sudah kubilang jangan bermain-main dalam hubungan." ucap Risya dengan penuh emosi setelah tau jika Steve berselingkuh.
__ADS_1
" Kak jaga mulut kau, aku tidak bermain-main." Steve menjawab dengan enteng.
" Kau_!" Risya sangat geram dengan Steve yang begitu tidak punya otak dalam menjalani hubungan, sudah dia yang salah dia juga yang seperti layak nya korban.
" Stop kak, aku sedang malas berdebat dengan mu yang tidak akan ada habis nya."
" Dengar Steve kau akan menyesal kemudian nanti." dan Risya pun berlalu pergi keluar apartemen berniat ingin pulang kerumah karena begitu emosi menghadapi sikap adik nya yang tak pernah sadar akan kesalahannya.
-
-
-
-
" Leon beritahu aku di mana Ellen Sekarang?" Jimmy memohon pada Leon agar bisa di pertemukan dengan calon menantu nya yang tak jadi itu.
" Ck_ sudah ku bilang aku tidak akan memberitahu siapa pun di mana putri ku, jadi kau sudah tau bukan jawaban nya."
" Aku ingin meminta maaf pada nya, aku akan menebus semua kesalahan putra ku pada putri mu aku sudah menganggap putri mu seperti anak ku sendiri." Jimmy berbicara dengan nada memohon.
" Cihh, kau itu keras kepala sekali sudah kubilang aku tidak akan memberitahu siapa pun." Meninggalkan Jimmy di ruang kerja nya Leon ingin pergi mengecek sebuah pembangunan hotel yang ada di kota Jakarta.
__ADS_1
Dan Jimmy pun hanya terdiam melihat kepergian Leon yang Tampa pamit pada nya.