Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Bagaimana Keadaannya


__ADS_3

Ketika Leon sudah sampai di rumah sakit internasional dia langsung menghampiri putri nya dan menanyakan keadaan Leon " Bagaimana Keadaan nya? Kamu baik-baik saja?" Tanya Leon pada Ellen.


Ellen menggelengkan kan kepala nya " Aku belum tau dad dokter masih di dalam memeriksa nya." Ellen menangis di pelukan Daddy nya karena merasa bersalah atas kejadian ini, dia melihat dengan mata kepala nya sendiri bagaimana tadi Dion mengeluarkan banyak darah.


" Kamu tenang lah kita do'a kan saja terbaik untuk Dion." Leon berucap sambil mengelus kepala putri nya semua yang ada di sana sangat cemas.


ketika sedang menunggu ternyata Tuan Freddy telah sampai dan langsung menanyakan keadaan putra sulung nya " Bagaimana Keadaan anak ku? apa sudah ada kabar dari dokter? " Freddy bertanya dengan wajah sedih nya.


semua yang ada di situ menggelengkan kepalanya lalu terdengar suara Isak tangis dari nyonya Canice ibunda Dion " pah gimana ini pah, aku takut anak kita kenapa-kenapa-" ibunda Dion berkata sambil menangis kencang.


" kita do'a kan yang terbaik saja untuk Dion agar tidak kenapa-kenapa" Freddy memeluk istrinya.


Freddy menanyakan apa yang terjadi dengan anak nya sehingga bisa begini, lalu Ellen dan para saksi menjelaskan dengan secara rinci setelah menjelaskan Tuan Freddy Diam sejenak lalu berkata " Pecat pegawai itu jangan sampai kejadian untuk kedua kali nya." lalu semua yang ada di situ diam dan mencerna omongan yang di kata kan Tuan Freddy tadi.


" Baiklah saya yang akan mengurus nya." Leon membuka suara untuk menjawab keputusan yang di kata kan Freddy tadi, lalu Leon menyuruh asisten nya untuk memecat pegawai yang bekerja di lantai 10 tadi dan memberi uang lebih, karena sejujurnya ini kecelakaan bukan di sengaja jadi Leon memberikan uang lebih untuk pegawai yang di pecat agar bisa memenuhi kebutuhan nya sebelum mendapatkan pekerjaan lagi.


suara pintu di buka dan keluarlah salah satu dokter menanyakan " are you the patient's familly? ( apa kalian keluarga dari pasien ) "


Freddy langsung bangun dan menghampiri dokter itu " how about my son and i am the father ( bagaimana dengan keadaan anak ku? aku adalah ayah nya ) "


" the patient lost a lot of blood and now he is critical ( pasien sangat kehilangan banyak darah dan sekarang dia kritis )."


Freddy langsung lemas ketika mendengar anak nya Kritis selama ini baru kali ini Dion masuk rumah sakit hingga kritis " save my child doctor i beg you how much it Costs ( selamatkan anak saya dokter saya mohon berapa pun itu biaya nya ) " pinta Freddy sambil memohon.


" we will definitely do our best for patient ( kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien )" jawab dokter itu sembari pamit masuk lagi ke dalam.

__ADS_1


Freddy mengangguk lalu kembali duduk dan seketika Dion di bawa keluar untuk di pindahkan ke ruangan VVIP tadi Leon pamit sebentar dan ternyata mengurus semua perawatan Dion agar di rawat Di ruangan VVIP, Freddy melihat putra nya yang begitu pucat dan terbaring Lalu Canice ibunda Dion menangis melihat putra nya yang belum sadarkan diri " Nak bangun lah kau pasti kuat biarkan ibu yang menggantikan posisi mu." Ibunda Dion sangat histeris.


Ellen mengikuti Dion sampai di ruangan nya Ellen merasa berhutang Budi karena Dion menyelamatkan nyawa nya, " Dion cepat bangun aku akan merasa bersalah jika kau terus begini-" gumam Ellen.


Setelah Dion di pindahkan ke Ruang Rawat VVIP Leon pamit untuk pulang terlebih dahulu dia berjanji akan kembali ke rumah sakit untuk menjaga Dion " Tuan Freddy saya pamit untuk pulang terlebih dahulu karena masih ada kepentingan saya janji saya akan kembali lagi ke sini." Ucap Leon pada orangtua Dion dan mengajak Ellen untuk pulang terlebih dahulu agar Ellen bisa tenang.


" Iya Terimakasih Tuan Leon anda sudah membantu kami." sahut Tuan Freddy, Freddy tak menyalahkan siapa pun dari kejadian ini karena menurut nya ini semua sudah takdir.


" ini sudah kewajiban kami Tuan karena berkat putra anda Ellen selamat dan mengakibatkan putra anda terluka jika butuh apa-apa hubungi kami jangan sungkan." Leon berkata pada Freddy.


Lalu Freddy mengangguk Lea dan Canice saling berpelukan untuk menguatkan, " aku pamit pulang dulu ya, nanti kami akan kesini." Lea berkata pada Canice ibunda Dion.


Canice pun mengangguk di rumah sakit Leon memerintahkan 4 pengawal nya untuk berjaga di sana karena takut Tuan Freddy membutuhkan sesuatu, di dalam mobil Ellen memilih diam dan bengong dengan mata yang bengkak karena sejak tadi Ellen terus menangis menyalahkan diri nya.


" Sayang are you okay?" tanya Leon pada putri nya " Ellen...?? Ellen are you okay?." Leon mengulangi ucapan nya tadi.


" kamu baik-baik saja? jangan terlalu di pikirkan ini semua musibah bukan keinginan kita, kita do'a kan untuk kesembuhan Dion."


Ellen hanya mengangguk di sepanjang jalan mereka bertiga memilih diam setelah sampai di rumah Ellen memilih lebih dulu masuk dalam kamar dia masih histeris dengan kejadian tadi, Ellen mengeceknya handphone nya ternyata banyak nama Steve yang tertera di situ mengirim pesan dan menelpon Ellen dari sejak pagi.


" Steve menelpon ku." dan Ellen pun menelpon balik Steve..


tuuutttt..tuttttt setelah menunggu beberapa detik Steve pun menjawab telpon nya.


" Halo sayang kau kemana saja kenapa kau sulit sekali di hubungi?" tanya Steve Tampa jeda.

__ADS_1


" Aku sibuk mengurus pembangunan apartemen dan hotel milik Daddy ku." sahut Ellen.


Di seberang sana Steve merasa aneh dengan Ellen Steve bukan nya tidak mau mengerti dengan kesibukan Ellen tapi dia juga butuh perhatian Ellen Steve merindukan kebersamaan dengan Ellen, " Ellen are you okay? kenapa suara mu berbeda." Tanya Steve karena penasaran.


" Aku..aku baik-baik aja aku hanya kelelahan saja. sahut Ellen.


" kamu benar baik-baik saja, aku rasa kamu menyembunyikan sesuatu?" Steve bertanya kembali karena Steve curiga dengan suara Ellen yang habis menangis.


" Steve aku hanya lelah aku ingin istirahat, karena besok aku harus bekerja." Ellen tidak mau bercerita karena tidak mau membuat Steve cemburu kepada Dion.


" Ellen apa kamu tak merindukan ku, kenapa akhir-akhir ini kamu tampak berubah, aku rasa ada yang kamu sembunyikan dari ku." Tanya Steve dengan sedikit menekan.


" tidak Steve aku hanya lelah di sini banyak yang harus aku kerjakan, jadi pikiran ku fokus pada kerjaan-" jawab ellen " Steve aku pamit ingin istirahat aku malas berdebat dengan mu." ucap Ellen dengan sedikit nada malas.


" ya sudah, selamat malam my honey." Steve pun mengakhiri pembicaraan nya karena tak ingin membuat Ellen marah pada nya.


setelah selesai berbicara dengan kekasih nya Ellen termenung memikirkan Dion yang belum kunjung bangun dari kritis nya " Dion maafkan aku." Ellen bergumam sendiri kenapa sekarang hidup nya harus serumit ini.


ketika Ellen sedang melamun, ada suara pintu di ketok toktoktokk.. " sayang boleh kah Daddy dan mommy mu masuk?" hampir 5 menit Leon Dan Lea mematung di depan pintu kamar putrinya, " Ellen bolehkah Daddy dan mommy masuk?" Leon kembali mengulang perkataan nya.


" iya Daddy boleh ko." Ellen menjawabnya karena baru tersadar dari lamunan nya.


" putri Daddy sedang apa? kenapa muka nya cemberut?" Leon bertanya karena merasa heran dengan putri nya.


" ini semua salah ku dad, dan ini semua terjadi karena diriku." Ellen berbicara Tampa sadar.

__ADS_1


Leon serta istrinya saling lirik pandang " kamu jangan berbicara seperti itu sayang semua ini musibah bukan keinginan mu, jangan terus menerus menyalahkan mu, dengarkan Daddy kau tak bersalah dan tidak ada yang menyalahkan mu, kita semua juga tak ingin ini terjadi hanya saja sudah kehendak Tuhan." Leon memberi nasehat pada putri nya, Leon tak mau putri nya terus menerus menyalahkan diri nya Leon takut mental putri nya hancur.


__ADS_2