Sepupu Jadi Cinta

Sepupu Jadi Cinta
Steve Bersedih


__ADS_3

" Aku juga tak ingin jauh dari mu, tapi Daddy ku ingin aku tinggal bersama nya di sana, aku mohon Steve mengerti lah." pinta Ellen pada Steve dengan suara memohon.


" Aku tak akan mengijinkan mu, kamu nggak boleh pergi kemana pun itu, karena aku tak ingin berpisah dengan mu." keluh Steve.


" kau jangan egois, aku di sana hanya mengejar impian ku bukan untuk bersenang-senang, dan kau di sini bisa menyelesaikan kuliah mu, umur mu masih 20 Tahun perjalanan hidup mu masih panjang, percayalah hati ku akan selalu untuk mu sampai aku kembali ke sini lagi." suara Ellen terbata-bata karena air mata nya sudah ingin keluar, hampir satu tahun setengah dia selalu bersama Steve di mulai dari kenalan, pertemanan, hingga pacaran mereka pasti lalui bersama, dan sekarang Ellen harus pergi ke negara A untuk membantu bisnis properti milik ayah nya yang kini kian semakin sukses.


" akan berapa lama kau pergi ke sana." tanya Steve karena ingin tau.


" Hanya 5 Tahun, aku di sana akan membantu Daddy ku mengurus perusahaan nya-"


" hanya 5 Tahun kamu bilang, sayang kau jangan bercanda, 5 Tahun bukan waktu yang sebentar mana bisa aku berpisah dengan mu." Steve terasa tercekik leher nya ketika mendengar jika kekasih nya akan menetap di negara A selama 5 Tahun.


" Aku tak bercanda Steve, dan besok aku harus berangkat kesana, kau bisa menyusul ku ke sana."


" kenapa kau mengatakan nya dengan cara mendadak seperti ini, kenapa kau tidak mengatakan nya dari sejak jauh hari agar aku bisa menghabiskan waktu bersama mu, aku mana mungkin bisa menyusul mu kesana kantor daddy tidak bisa di tinggalkan mereka butuh pimpinan."


" jika kau tidak bisa, tunggu sampai aku kembali ke Jakarta." Ellen sebenarnya sedih harus berpisah dengan Steve tapi dia mau gak mau harus membantu Daddy nya di sana.


" Aku akan menunggu mu, jaga hati mu di sana untuk ku, ingat kau hanya milikku selamanya." Steve berbicara tegas kepada Ellen, karena Steve tak rela jika kehilangan wanita pujaan hatinya.


Setelah pulang dari cafe, Ellen mengemas barang-barang nya ke dalam koper dan di bantu oleh pelayan untuk besok dia berangkat, ketika sedang membuka lemari dia melihat kotak warna hitam yang isi nya photo dia dan Steve selama mereka pacaran, Ellen membuka nya dia melihat satu persatu photo itu sambil tersenyum " kebersamaan ini begitu cepat " gumam Ellen sambil tersenyum tapi hati nya sedih harus meninggalkan Steve.


ke esokan hari nya, Ellen sudah bersiap-siap untuk berangkat tadi nya Ellen ingin di antar supir saja karena takut Steve sibuk, tapi nyata nya Steve memaksa nya ingin mengantarkan Ellen sampai bandara, di sepanjang jalan Steve terus saja mengingatkan Ellen agar menjaga mata dan hati nya, setelah sampai di bandara Steve langsung menurunkan koper milik Ellen.


" sayang kau baik-baik di sana ya, ingat jaga hati mu."

__ADS_1


" iya Steve, pasti." Ellen menjawab dengan anggukan kepala.


karena pesawat sudah mau flight Ellen buru-buru untuk masuk ke dalam, dia berpamitan pada Steve, Steve terus saja memandangi Ellen sampai pujaan hati nya tak terlihat.


Steve melajukan mobil nya, di sepanjang jalan Steve terus saja membayangkan bagaimana kebersamaan nya bersama Ellen, akan sanggup kah dia Tampa kekasih nya.


" satu tahun setengah aku mengenal mu, baru saja menjalin hubungan 5 bulan aku sudah di tinggalkan, nasib yang malang-" Steve merasa frustasi.


sesampai nya di rumah Steve langsung masuk ke dalam dan tujuan utama nya ialah kamar, dia ingin mengistirahatkan kepala nya yang begitu sakit membayangkan Ellen terus menerus.


" Hey, kau dari mana, kenapa muka mu kusut seperti baju belum di gosok..hahhaha " ledek Risya pada adik lucknat nya.


" diam kau, berisik sekali menjadi kakak, aku bisa gila jika mendengar ocehan tak bermutu mu." celetuk Steve dengan enteng.


" dasar bedebah gila, aku hanya tanya kenapa muka mu seperti baju belum di gosok." Risya mengulangi pertanyaannya lagi, karena aneh baru kali ini liat Steve seperti itu.


" uhuk uhuk, hah apa tadi? kekasih mu pergi ke negara A? memang nya kau mempunyai kekasih? setau ku kau jomblo dari sejak 2 Tahun yang lalu mungkin... hahhaha" Risya Terus saja meledek adik nya agar semakin kesal.


Steve semakin kesal jika terus menerus dekat dengan kakak nya, dia lebih memilih meninggalkan kakak nya di ruang Tv dari pada harus meladeni, bisa bisa Steve masuk Rumah sakit jiwa jika Terus berbicara dengan kakak nya.


Di Negara A Ellen sudah sampai setelah menempuh perjalanan 16 jam lama nya, dia sampai di kediaman orangtua nya rumah yang begitu megah dan bernuansa Eropa itu.


" Daddy." Ellen berlari menghampiri Daddy nya karena dia sangat merinduka Daddy nya, hampir 5 bulan Ellen tak bertemu dengan orangtua nya, selama 5 bulan hanya Steve yang menjaga Ellen kemana pun dia pergi, " Daddy mommy aku sangat merindukan kalian." Ellen memeluk kedua orangtua nya.


" Daddy dan mommy juga kangen sama anak kesayangan Daddy. hahhaha" suara tawa Leon menggema.

__ADS_1


" Daddy "


" ah iya sayang Daddy sampai lupa kau belum duduk."


" mau mommy buatkan matcha latte sayang." Lea menawari putri nya karena matcha latte kesukaan Ellen.


" tidak usah moms, aku ke kamar saja ingin istirahat." Ellen merasa lelah badan nya karena di dalam pesawat dia tidak bisa tidur.


" sudah sekarang istirahat di kamar mu, biar nanti barang-barang pelayan saja yang bawa" ucap Lea pada Putri nya.


" iya moms, dad aku ke kamar dulu." ucap Lea pada Daddy nya.


" iya sayang." Leon mengecup kening putri nya Tak terasa sebentar lagi Ellen akan menginjak Umur 23 Tahun, rasa nya sangat bahagia memiliki putri yang begitu hebat, Leon serasa baru kemarin menimang Ellen dan Sekarang dia sudah mau 23 Tahun.


" Anak kita sudah besar ya Mom, rasa nya baru kemarin aku menggendong nya, dan sekarang dia sudah Tumbuh dewasa."


" iya Dad serasa baru kemarin aku melahirkan nya, dan sebentar lagi dia pasti akan meninggalkan kita." ucap Lea pada suami nya.


" apa kau bilang tadi? meninggalkan kita? aku tak akan membiarkan putri ku pergi meninggalkan kita, enak saja aku yang merawat dan membesarkan serta menyayangi dia dengan penuh kasih." jawab Lean dengan sedikit kesal pada istri nya.


" kau, apa kau tak menyadari jika anak kita sudah dewasa dan dia pasti akan menikah dengan pasangan nya, apa kau tak ingin melihat putri mu menikah dengan pria pilihan nya." jawab Lea sambil berdecih dia tak habis pikir dengan suami nya yang begitu kekeh selalu mengatakan jika putri nya itu masih kecil, ya kalian juga pasti tau kan jika cinta pertama seorang anak itu adalah ayah nya, dan begitu pun Leon bagi nya Ellen adalah harta pertama nya yang paling berharga.


" iya iya mom iya aku tau putri kita sudah dewasa, ya sudah tak usah di bahas ayo kita ke kamar." ajak Leon pada istri nya.


di kamar Ellen sedang menyalakan ponsel nya, setelah nyala dia melihat notifikasi hp yang begitu banyak dari Steve, Steve menanyakan Ellen sudah sampai belum, sudah makan belum, bagaimana perjanjian nya, dan sampai mandi pun Steve menanyakannya, padahal jika di pikir-pikir untuk apa Steve menanyakan Ellen sudah mandi atau belum apa dia mau mandi in Ellen hahhahah😂

__ADS_1


Ellen sudah membalas pesan yang di kirim Steve, dia buru-buru masuk kamar mandi karena ingin membersihkan badan nya yang begitu lengket.


__ADS_2