
Ke esokan hari nya ternyata Steve sudah ada di rumah, entah ke sambet apa dia tumben sudah mandi sudah santai di depan tv, biasa nya dia bisa sampe gak pulang selama 4 hari, karena menginap di rumah uncle Felix.
" Tumben Steve Uda ada di rumah pagi-pagi buta gini, biasa nya dia di rumah uncle, paling pulang nanti malam lalu pergi lagi." Gumam Risya dalam hati.
Suara kaki turun dari tangga, ternyata Ellen yang sudah bersiap mau pulang, Karena Ellen ada urusan " Hay kak, Hay Steve! aku ijin pulang dulu soal nya semalam Daddy mengirim pesan, meminta ku untuk menemani nya meeting bersama klien dari Negara B."
" Ah iya, tak apa besok kamu menginap lagi di sini ya sampai orangtua kakak datang, oh ya, kamu pulang sama siapa? biarkan Steve yang mengantar mu." Risya sambil tersenyum.
" Gak usah kak aku bisa pulang sendiri, lagian gak enak minta Steve buat anterin aku takut nya dia sibuk." mata Ellen seraya melirik Steve yang lagi memandang nya.
Setelah beberapa menit Steve berdiam diri, lalu dia buka suara " Biarkan aku yang mengantar mu " sambil berjalan mengambil kunci mobil yang ada di dalam nakas.
Ellen tak berbicara sedikit pun, dia hanya pamit pada sang sepupu karena pamit pulang " kak aku pulang dulu, Daddy sudah menunggu ku di rumah." seraya berjalan ke mobil.
" Hati-hati di jalan kabari aku lagi nanti." sambil membuka kan pintu mobil untuk Ellen " Steve hati-hati bawa mobil jangan ngebut - ngebut."
Setelah melajukan mobil nya, maupun Steve atau Ellen tak ada di antara mereka yang membuka suara sedikit pun, kecanggungan pun terasa panas di antara mereka " kenapa hati ku berdebar? kenapa aku merasa ada yang spesial pada Ellen? " batin Steve sembari menepis pikiran nya.
" Steve kenapa begitu diam di dekat ku, kak Risya bilang Steve setiap pulang Steve akan mengoceh pada nya " pertanyaan itu terus saja menghantui pikiran Ellen.
Tak Terasa mereka sudah sampai Rumah dan Steve langsung memarkirkan mobil nya terlebih dahulu, " Steve Terimakasih sudah mengantarku."
" iya sama-sama." jawab Steve dengan sikap dingin nya.
" Wah anak Daddy sudah pulang, gimana nginep nya, Hay Steve kamu gak mampir dulu?" tanya Leon pada sang sepupu.
" sangat menyenangkan dad." jawab Risya
" Tidak uncle, aku ada urusan di perusahaan papah Terus mau jemput papah juga nanti ke bandara." timpal Steve
__ADS_1
" Wah orangtua mu pulang, ajak mereka main ke sini jika sudah sampai, kita buat acara kumpul-kumpul."
" iya Uncle." jawab Steve dengan cepat lalu dia langsung melajukan mobil nya keluar dari gerbang rumah itu, sambil nyetir Steve tak menyadari dia terus memikirkan Ellen " sial kenapa aku memikirkannya, kenapa ini? aneh sekali rasa nya." entah kenapa pikiran nya terus di hantui nama Ellen padahal selama ini dia tak pernah begini, Perasaan kagum kah? perasaan suka? perasaan cinta? ah entahlah dia pun bingung.
Karena memikirkan Ellen tak terasa mobil sudah sampai kantor, Steve langsung masuk keruang kerja nya dan di sambut oleh para karyawan dan asisten pribadi nya, " Selamat pagi Tuan " sapa sang karyawan dan Aryo sang asisten.
Tampa menjawab Steve langsung masuk ke ruang kerja nya " Berkas mana yang harus aku periksa sekarang " Tanya Steve pada Aryo, Sambil merebahkan badan nya di kursi kerja nya.
" Ada beberapa berkas yang harus di cek Tuan, karena dua hari Tuan tidak masuk kerja." Jawab Aryo pada Tuan nya.
" Mana berkas nya " pinta Steve pada sang asisten.
" Ini Tuan, ini berkas Kerja sama kita dengan Perusahaan SUN.Drc yang harus Anda periksa dan tanda tangani." sambil menyerahkan semua berkas itu.
sambil mengecek berkas yang di serah tadi oleh sang asisten, ternyata pikiran Steve tidak fokus dan malah kacau " arrrkhhhh sial." Teriak nya sambil frustasi, pertemuan nya dengan Ellen baru beberapa hari ini membuat Steve terus menerus memikirkan nya.
Aryo terlonjak kaget karena ulah Tuan nya " anda kenapa Tuan, apa anda baik-baik saja." tanya Aryo karena kaget sekaligus aneh pada Tuan nya.
" Tapi Tuan anda belum mengecek dan........???
" Menandatangani surat ini?" Jawab Steve sambil frustasi " Kau saja yang mengecek aku sedang tak ingin bekerja." Sambil menyodorkan berkas-berkas tadi.
" Ba Baik Tuan." Aryo langsung keluar dari ruangan nya, dia merasa heran baru pertama kali Bos nya seperti ini, Selama ini Bos nya Selalu Biasa saja, Lebih Tepat nya dia sering Gonta Ganti pasangan tapi tak se frustasi gini.. Batin Aryo bertanya-tanya " ah sudah lah tak usah di pikirkan." Aryo langsung pergi.
Di Tempat lain, Ellen sedang mengikuti Daddy nya meeting karena dia kerja di perusahaan Daddy nya sendiri, tapi apalah buat pikiran nya Terus di putari oleh sang sepupu lucknat yaitu? Steve Wijaya, Ellen pun dengan pikiran nya sendiri, hingga dia tak fokus meeting.
" Ellen Are you oke? " Tanya sang Daddy pada Ellen karena merasa aneh.
" i'm fine Daddy." jawab Ellen dengan cepat sejujur nya dia Tak bisa mengutara kan pikiran nya.
__ADS_1
Dan Di tempat lainnya, Steve sedang menunggu orangtua nya yang akan pulang ke Jakarta hari ini, Steve menunggu orangtua nya landing, setelah menunggu beberapa menit akhirnya orangtua Steve landing dengan selamat.
" Hay Steve, kemana Kakak mu tak ikut menjemput? Tanya sang mommy pada putra nya.
" Aku malas mengajak nya." jawab Steve dengan datar.
" Kau itu, kebiasaan " Jawab sang Daddy Jimmy Wijaya
Setelah itu tak menunggu lama Steve serta orangtua nya langsung menuju Rumah, dan sampai lah di rumah yang berdesain Megah, mungkin bisa untuk 500 orang karena saking megah nya! Rumah itu hanya di isi oleh para pekerja 3 Penjaga pintu gerbang, 7 Tukang kebun yang setiap hari mengurus tanaman, 30 Pelayan, Dan 2 Ketua pelayan, 3 Chef yang untuk menyiapkan makanan dan 2 ahli gizi.. Karena Steve jarang di rumah dan Risya pun baru pulang dari negara L 1 Minggu yang lalu.
" Mommy, Ternyata sudah sampai? kau kenapa tak mengajak ku menjemput mommy dan Daddy?" Tanya Risya pada sang adik.
" Jika aku menjemputmu aku akan Terlambat Menjemput Mommy dan Daddy." Celetuk Steve dengan enteng, karena ya begitulah Steve Dia tak pernah aku dengan orang di rumah nya, apalagi dengan Daddy nya, dia pasti di omelin Tiap hari karena masalah kerjaan.
" Dasar adik lucknat." jawab Risya Sambil cemberut.
" Sudah-sudah jangan di perpanjang, kan mommy sudah di sini, oh ya kata nya Ellen menginap di sini, di mana dia? Tanya Livia pada putri nya.
" Dia sudah pulang Moms, tadi di antar Steve karena uncle Leon ada meeting di kantor nya yang harus di hadiri Ellen sebagai Penerus perusahaan.
" oh begitu ya sudah, mama mau ke kamar dulu." Livia dan sang Suami langsung menuju kamar, dan di antar oleh para Pelayan.
" Sayang Daddy dan mommy mau ke kamar dulu, mau bersihin badan dulu."
" oke dad." Jawab Risya.
Steve langsung pergi begitu saja entah mau kemana dia, karena dia malas berdebat dengan sang ayah, di karena kan dia selalu serba salah di mata ayah nya, padahal ayah nya ingin Steve menjadi lelaki bertanggung jawab.
🍂Hay semua Jangan Lupa follow IG aku : Snow_flakes5988 Nanti aku akan kasih tau di sana jam Berapa aku up...
__ADS_1
Terimakasih