
Steve duduk di kursi dia menatap Leon dengan intens, Steve berharap dia akan mendapatkan restu setelah meminta ijin untuk menjadikan Ellen istrinya.
" Apa kau akan diam terus dan menatap saya seperti itu? cepat! bicaralah aku tak punya waktu banyak." Rahang tegas milik Leon berbicara.
" Uncle ijinkan aku...." Steve terdiam dia bingung harus memulai bicara dari mana. " Aku ingin melamar Ellen untuk menjadikan dia istriku." dengan cepat kilat Steve mengutarakan ke inginannya.
" Ck. apa kau tak memiliki otak untuk berpikir, aku tidak mungkin mengijinkan nya, apa kata orang-orang jika mengetahui seorang sepupu saling jatuh cinta." Leon berkata dengan nada sinis nya.
" Tapi Uncle aku mencintai Ellen, maka dari itu aku meminta ijin untuk melamar Ellen." Steve kembali berbicara dia harap Leon akan mengerti akan keinginan nya.
" Apa kamu tak memikirkan perasaan orangtua mu, mereka juga pasti tidak akan mengijinkan." Sahut Leon dengan datar.
"Aku yakin Daddy ku akan mengijinkan, aku akan meminta pada nya untuk berbicara dengan uncle." Timpal kembali Steve.
" Ingatlah aku tidak akan semudah itu mengijinkan mu untuk melamar putri ku, terutama diri mu." Leon sangat pusing di pijat nya kening nya itu membuat Leon sedikit agak lega.
-
-
-
Setelah pembicaraan nya waktu lalu Steve tak kalah semangat, dia setiap hari selalu menunggu Ellen di dalam mobil tepat di depan gerbang rumah milik Ellen, Steve berharap bisa berbicara dengan Ellen tentang hal keinginan nya sudah seminggu ini Steve selalu menunggu Ellen di depan gerbang, tapi selalu tak mendapati Ellen yang keluar karena Daddy nya tak mengijinkan, bahkan tentang Dion pun Leon menyerahkan pada sang spesial dan membayarnya dengan sejumlah uang 3 kali lipat dari sebelum nya.
Steve mengirimkan pesan berharap Ellen bisa menemui nya.
__ADS_1
Steve
[ Sayang aku mohon beri aku waktu untuk berbicara ]
Ellen
[ Aku tidak bisa Steve Daddy ku akan marah jika aku keluar bertemu dengan mu, kamu tau bukan jika di depan banyak pengawal yang akan mengikuti aku kemana pun itu ]
Setelah mendapat balasan dari kekasihnya Steve pun langsung menghubungi nya...
" Halo sayang, aku merindukan mu!" Ucap Steve dari sambungan telpon nya.
" Hmmmm.." Ellen terdiam. " Steve aku mohon jangan terlalu memaksakan kamu tau bukan jika Daddy ku akan keras dengan keputusan nya."
" Steve aku mohon mengertilah." Ellen berjalan menuju balkon, dia melihat mobil Steve yang masih terparkir di sana. " Kamu pulang lah istirahat jangan terlalu melakukan hal bodoh lagi." Ellen tak habis pikitlr dengan Steve yang tiap hari selalu menunggu diri nya dari pagi hingga larut malam.
" Aku melakukan semua ini karena aku tidak ingin kehilangan diri mu, kamu hanya milikku, dan hanya aku yang boleh memiliki mu." mungkin jika di bilang egois Steve termasuk seorang pria egois yang keras kepala.
Akhirnya mereka mengakhiri pembicaraan nya, karena pintu kamar Ellen di ketuk oleh ketua pelayan " Permisi non Tuan besar dan nyonya besar sedang menunggu nona untuk makan malam." Setelah itu ketua pelayan pun langsung pamit.
Di meja makan Ellen sudah terduduk di sana dan diam tampa mengeluarkan suara, di siapkan nya makan malam oleh Lea sang ibu Ellen pun langsung memakan nya sudah seminggu ini Ellen membatasi nya antara diri nya dan Leon.
" Apa kamu masih marah dengan Daddy?" Leon akhirnya bertanya pada putri sulung nya.
" Tidak. Untuk apa aku marah pada Daddy." Sahut Ellen dengan singkat.
__ADS_1
" Jika kamu tidak marah kenapa kamu harus diam begini selama seminggu ini?" Leon bertanya kembali.
" Aku hanya sedang irit bicara Dad." Ellen berniat kembali ke kamarnya Tapi suara Leon membuat niat nya ia urungkan.
" Apa karena Steve sikap kamu begini pada Daddy? Ellen Daddy hanya ingin yang terbaik untuk mu Daddy rasa Steve bukan pria yang pantas untuk mu, terlebih lagi hubungan kita dan orangtua Steve adalah keluarga, apa kata orang nanti nya." Leon berbicara dengan selembut mungkin karena tak ingin membuat putri satu-satunya terluka.
" Jadi Daddy lebih memikirkan orang lain, di banding anak Daddy sendiri?"
Lea membuka suara ketika sang suami dan anak nya berdebat. " Sayang bukan seperti itu maksud Daddy mu, dia melakukan ini karena Daddy menyayangi mu Daddy ingin yang terbaik untuk kamu dan keluarga kita!." Lea tersenyum pada Putri nya berharap putri nya mengerti.
Ellen merasa sudah cukup pembicaraan dia berdiri dan berjalan menuju kamarnya.
" Apa cinta membuat kamu buta pikiran, sehingga sikap kamu seperti ini pada Daddy?" teriak Leon yang tak mendapat sahutan dari Ellen.
Ellen dengan cepat menuju kamarnya dan mengunci nya, dia duduk di tepi ranjang membayangkan bagaimana dulu diri nya begitu bahagia di dekat Steve hingga pada akhirnya jatuh cinta, tapi sekarang rasa cinta itu hanyut dan malah berbalik dengan rasa kasihan Ellen terus saja bermonolog dalam pikiran nya...
-
-
-
-
Jangan lupa Like dan Komen nya😂Ric cuma mau minta itu doang ko🤣
__ADS_1